
"Kira - kira begitu, meaki rasanya mungkin tidak enak" Jawabku jujur.
"Bukan tawaran yang buruk" Jawab Tia yang ahirnya mengisi telinganya dengan airphone dan terus melanjutkan untuk menggiling adonan pasta dan aku buat subuh tadi.
******
Ting... Tong....ting...tong..
Maaf aku belum tahu harus menjawab apa. Jadi aku hanya sanggup bersikap sama sepeeti Tia.
*****
Toby segera meluncur untuk segera menuju kediaman orang tuanya. Sama seperti semuanya, dia cukup shock pada laporan atas nama Mamanya dalam kasus Penggelapan pajak.
"Bagaimana ini bisa terjadi dan sejak kapan?" Toby sudah tak sabar menemui ayahnya untuk berdiskusi lebih lanjut.
"Aku juga hampir tak percaya, nyonya caroline adalah wanita paling baik yang pernah aku kenal"
"Dan yang terburuk, agency tempatku bernaung juga tetlibat. Bagaimana bis sangat kebetulan"
Wajah Albert menganga?
"Bagaimana mungki aku lebih tak tahu tentang itu?"
"Entqhlah semua serba mendadak"
Keduanya saling melmpar pandang keluar jendela.
"Tapi... Bagaimana denga persiapan untuk acara di jepang"
"Masih sama seperti sebelumnya, tidak ada yang berubah. Mereka tidak tergoyah sebelum gossip menjadi fakta"
__ADS_1
"Terdengar cukup baik, setidaknya agar promosi akan terus berjalan"
Albert menyerahkan dua naskah dari dalam tasnya.
"Satu film dari sutradara Jerman dan satu drama romance dari sutradara jepang"
"Romance??" Toby meraih kedua naskah itu dan segera membuka naskah Romance terlwbih dahulu.
"Aku sudah memeriksanya, cerita romance pada drama series ini cukup cocok untukmu"
Toby mulai membaca sua lembar pertama "Tapi kamu sudah tahu aku akan segera memgumumkan kehamilan Sandra, mungkin akan aku percepat dari rencana awal"
"Aku rasa itu tidam masalah, mengingat romance drama ini lebih tentang kesepian dan kebutuhan cinta dalam hubungan jarak jauh. Itu sangat cocok dengan kondisi peenikahanmu yang sering terpisah jarak"
Toby menatap Albert sejenak "Aku pikir kamu tidak pernah peduli pada urusanku dan Sandra"
"menutup mata bagaimanapun, aku tetap melihat cerita kalian dan aku berharap semua pulih swpweti semula"
"Apakah kamu pikir bahwa Pak. Yoga sungguh melakukan penggelapan?".
"Petugas audit tentu tidak berbuat sembarangan bukan?"
*******
Toby langsung memasuki ruang kerja ayahnya tanpa memyapa margareth yang menyambutnya di pintu ruang utama.
"Apkah ini ada sangkut pautnya dengan politik Papa?" Toby langsung menuduh tanpa mengetuk pintu.
"Papa bahkan belum memutuskan mendukung siapa, kamu sudah menuduh"
Toby menghempaskan tubuhnya di Sofa. "Jadi bagaimana inj bisa terjadi?"
__ADS_1
"Pap juga tidak mau ini terjadi, tapi bagaimana Mamamu bisa melakukannya tanpa aku ketahui?" Papa Toby melepas kacamatanya dan mulai menghampiri putra semata wayangnya itu.
"Selain Mamamu apakah kamu juga peduli pada perasaan Papa yang merasa di bodohi Mama kamu?" Pap Toby menggeleng "Seperti kita kurang uang saja?" Nafas Papa mulai berat.
"Tapi Papa baik - baik saja bukan?"
"Papa tidak bermain hal yang berbahaya, kekayaan ini adalah tanggung jawab, aku tidak butuh lebih dari apa yang sudah aku warisi turun temurun" Tuan Reynald mulai menyalakan cerutunya "Aku bahkan tidakemaksamu untuk melanjutkan pekerjaanku"
Peelahan tuan Reynald mulai menghisap ceritu di tangannya denga perlahan.
"Asalkan kamu cukup baik dalam bidang yang kamu pilih"
Toby menyelami sorot mata lelakintua di depannya, dan mengakui bahwa ayahnya mungkin lebih terpukul darinya.
Bukan rahasia lagi bahwa pelanggaran yang di lakukan Mamanya juga pasti akan mempengaruhi bisnis ayahnya dan mungkin kehidupan sosial mereka. Di banding scandal yang terjadi padanya.
"Apakah Papa bisa menduga siapa pelakunya?"
"Apakah kamu menganggap itu penting?"
"Tentu saja, hal ini sangat mengacau"
"Apakah karena kasus Mama kamu juga menyangkut agency tempatmu bernaung?"
"Entahlah..." Toby memijit pelipisnya "Masalah seakan terus bertubi - tubi, bergikir jernih jadi lumayan sulit"
"Bagaimakah dengan istrimu? Dia tidak pulang ke sini sejak kemarin"
Otak Toby segera membeku sesaat.
"Aku mendengar percakapan Mamamu dan Om Yoga yang membahasnya serta managernya sebelum memenuhi panggilan polisi"
__ADS_1
"Sandra.. Terlibat?"