TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Egoist


__ADS_3

"Tidak perlu tahu" Potong Rizal "tapi yang jelas kepopuleran suamimu ini akan segera padam, seiring berapa lama kamu bertahan dengannya"


"ka.. Ka.. Mu.."


"Aku ingin tahu.. Seberapa egoist kamu saat ini, apakah masih sama seperti waktu itu?" Rizal menatapku penuh arti dan kemudian perlahan pergi.


****


Toby kini menghampiriku dan mengajakku menuju kursi penonton untuk menyaksikan filmnya yang akan segera di putar perdana, pada para tamu undangan.


" Ini film tentang apa? "bisikku yang baru menyadari poster Toby dengan beberapa luka wajah namun menggunakan Coat yang rapi dan hair atyle classic.


" Kali ini aku jadi orang baik, yang berjuang menyelamatkan Celebrity wanita dari pembunuhan yang tidak sederhana "


" Maaf, aku belum mengucapkan selamat secara langsung" potong Seorang Celebrity wanita yang menduduki kursi sebelahku "Selamat ya atas kehamilanmu"


"Terimakasih banyak" Jawabku dan Toby serempak.


"Ini baru pertama kali aku melihatmu secara langsung, Toby harus sering mengajakmu berkumpul agar kami bisa mengenalmu"


"Dia juga bekerja dulu dan harus tidur awal, tidak cocok dengan kita" Toby mencoba mwmbari alasan logis.


"Toby sungguh pintar menyembunyikan pacarnya, bahkan dari semua acara radio kenapa di pilih yang paling pagi.. Ckckkckc kami jadi sulit menebaknya" Tawa renyah wanita itu segera berderai.


"Mungkin itu ide yang bagus untukmu, carilah pacar dengan shift paling pagi. Jadi kamu tidak akan ketahuan public ketika mengantarkan dia bekerja"


"Hah... Bisakah kamu memcarikan untukku" Goda wanita itu akrab.


"Akan aku pikirkan"

__ADS_1


Jelas tidak, Toby tidak akan mengajari wanita ini untuk mengambil random laki - laki di lift bukan?


Aku hanya diam dan mulai memaku wajahku pada layar yang mulai menyala.


*****


Hiruk pikuk masih terjadi meski pemutaran telah usai. Namun ada yang ganjil.


Albert, aku tidak melihatnya dari tadi. Om Yoga juga tidak menyapaku, wajahnya nampak tegang meski sesekali ramah menyambut para tamu.


Aku memegang erat lengan Toby, berharap Rizal tidak akan mendekat lagi sejak tadi.


CEO, Pangeran kerajaan bisnis dan juga memiliki wajah rupawan mungkin menggiurkan bagi banyak wanita.


Namun mengawali pertemuan kami dengan memandangku sebagi objek. Itu mengerikan, aku tidak pengalaman untuk menangani hal semacamnya.


Apalagi, lapiran itu akan menjadi viral dan mungkin mereka akan di serang balik oleh para netizen dwngan menyalahkan pada penampilan yang mencolok.


"Kenapa kamu nampak tidak tenang" Toby menyambut uluran waitress yang menyodorkan champagne.


"Aku canggung saja"


"Biasanya kamu cukup mudah bergaul"


"Biasanya?"


"Papa yang bilang, kamu menghadiri beberapa kali acara formal bukan?"


Krryuk.. Suara perutku mendengkur pelan.

__ADS_1


"Aku tidak begitu perhatian dengan beliau" Keluhku dengan tangan mulai mengulur pada cannape yang mampir dari arah pukul 4.


Namun dalam arah pandang yang sama, sosok Rizal nampak berdiri tegak bersama om Yoga dab seorang wanita cantik bertumbuh semampai dan rambut pirangnya yang indah.


Sepasang matanya seakan menatap padaku, meski mungkin itu hanya perasaanku.


"Hmmm...akuilah kalau kamu terkadang cukup egoist" Lanjut Toby ringan.


Aku mengangguk otomatis.


Egoist? Mungkin Toby benar. Karir Toby sedang di ancam, meski dia putra konglomerat tapi reputasi baik akan sulit dibangun kembali. Ibu Toby sudah positive dan di penjara dalam kasus penggelapan pajak.


Saham perusahaan ayah Toby pasti turun drastic, hingga diumumkannya kembali bahwa beliau tidak terlibat. Tapi....


Justru om Yoga yang menjadi salah satunya. Meski penyelidikan masih berlangsung, dengan angka yang terus bertambah.


Uhf... Semua karena aku? Yang masih menolak bercerai dengan Toby, pria yang peenah aku harap tidak pernah hadir dalam hidupku.


Sepasang mataku dan Toby bertemu,


"Kamu sedang mengagumiku?"


Aku tersenyum tipis,


Toby juga bertahan demi rumor bohong itu bukan?


"Setidaknya ke egoisanku itu tidak sendirian, kamu adalah partnerku"


Aku memasukkan cannape yang ketiga kedalam mulutku. Mengunyahnya kasar dan segera menelannya secepat mungkin.

__ADS_1


__ADS_2