
"Beristirahatlah dengan tenang... Kami akan memberi tahumu ketika sampai"
Mungkin lebih baik begitu sebenarnya aku juga cukup lelah dengan semua yangbtetjadi beberapa saat terahir ini.
Kehidupan damai yang dulu sepertinya hampir aku raih, telah habis di bombardir dengan kehadiran Toby dalam hidupku.
Mungkinkah kehidupan yang aku impikan itu segera menghampiriku?
Terkadang tuhan memberimu jalan yang terjal sebelum kamu sampai pada tempat yang paling damai. Semuanya itu bertujuan agar kamu leboh bersyukur ketika mendapatkannya.
Aku mengucapkan berkali-kali kalimat itu. Tak lain karena aku sangat ingin merasa terhibur
meski dari hati dan pikiranku sendiri.
*****
Single Nothing Wrong dari Album milik Toby menduduki tangga lagu di Tokyo. Sambutan para penggemarnya memberikan aura yang powerfull dari penampilan panggung Toby di malam konsernya.
Album Toby memang belum 100% keluar namun sepertinya versi utuhnya sudah mulai mendapatkan antrian panjang.
"Sebenarnya kamu cukup piawai mengatur karirmu" produse film mulai obrolan di sela makan malam.
"Aku menyebutnya pengalaman" Toby mulai memotong slice wagyu di piringnya.
"Bukankah kamu terlahir di tengah keluarga bisnis? Apakah kamu tidak tertarik kembali ke sana?"
Toby termenung sejenak, dalam kamusnya, dunia bisnis adalah takdir sedangkan dunia showbiz adalah pilihannya.
__ADS_1
"Ada saatnya ketika takdir tidak bisa di tolak, setidaknya aku sudah cukup bersenang - senang hingga saat itu tiba?" Jawab Toby diplomatis.
"Kamu sudah membaca naskahnya?"
"Film romance itu?"
"Benar... Apakah kamu sudah mengambil keputusan? Penulisnya sangat menginginkanmu menjadi pemeran utamanya"
"Apakah dia yakin?" toby meraih segelas wine di sisi kanannya dan meneguknya perlahan. "Apakah dia sudah melihat portfolioku?"
"Sepertinya begitu? Para investorpun kali ini sanhat setuju"
"Mereka juga ikut andil dalam pemilihan peran?"
Sang producerpun mengangguk. "Lawan mainmu adalah Emiko.. Bukan hanya terkenal tapi juga memiliki reputasi yang baik" sang producer mulai menghela nafas panjang "Ink cukup baik untuk memperbaiki citramu yang sedang berantakan bukan?"
Producerpun mengangguk "Tentu saja, bukankah naskahnya memang sungguh bagus? Tidak terlalu melodrama dengan cerita yang terlalu cheesy, jadi sisi maskuline kamu masih bisa menonjol"
"Aku penasaran... Kenapa kamu lebih sibuk merayuku dari pada managerku sendiri"
"tidak ada yang penting, sama sepertimu aku juga butuh portfolio kerja yqng bagus"
Tiby m3ngangguk dan mulai mengisi gelas kosongnya lagi.
Namun kali ini tangannya sedikit bergetar ketika akan mengangkat gelasnya. Meski ahirnya dia berhasil memgangkat gelasnya dan meneguknya dengan cepat.
"Aku tidak suka hal yang berputar putar.. Apakah ada orang lain yang sangat mengingunkanku? Baik dirimu atau diriku, bukanlah orang yang terlalu bekerja pada jenis film seperti ini"
__ADS_1
"Huh... Ternyata kamu orang yang cukup peka.."
"Salah satu pekerjaanku adalah berpura - pura, tentu tidak sulit membedakan antara kenayataan dan kemunafikan" Toby mengukir senyum kecilnya.
Tok.. Tok..
Suara ketukan terdengar segera dari arah pintu ruang VIp tempatbmereka berdiskusi.
"Silahkan.." Tuan Atsushi segera berdiri dan menundukkan kepala kepada sosok yaang segera muncul dari balik pintu.
Seorang wanita cantik berambut panjang sebahu, dengan penampilan rapi dan terkesan Elegance.
Wanita muda itubsegera membalas sapaan tuan Atsushi dan mempersilahkan lelaki itubuntuk duduk kembali.
"Apakah sudah di bahas?"
"Sudah.." Jawab tuan Atsushi seraya menarik kursi untuk wanita itu duduk.
Toby hanya mengamati dengan mulai memasukkan potongan wagyu dalam mulutnya. "Variable apalagi yang ada di depanku ini" Keluhnya dalam hati.
Senyum cantik segera melengkung pada wajah wanita itu " namaku Annya... Mungkun ayahmu lupa untuk memberitahukannya"
Alis Toby terangkat tinggi.. "Papa.... Ikut campur dalam urusan pekerjaanku ?"
"Mungkin bukan pertemuan yang baik untuk sebuah perjodohan"
Toby menjatuhkan cutlery di tangannya.. Buatnya ini hal yang paling tidak bisa dia bayangkan. Jika sang Papa juga mulai turut campur.
__ADS_1