
Di kantin.
"Clar, kau kenapa masih magang?." Tanya Siska.
"Aku kan ingin menyelesaikan tugas kuliah ku sis, Aku ingin segera menyelesaikan nya." Jawab nya dengan tenang.
"karena takut nanti hamil dan susah kuliah ya?." Goda Siska.
"Sis."
Siska tertawa karena ia terus mengoda dan melihat wajah Pasrah Clara.
"Lagian itu tidak mungkin, aku tak akan memiliki anak dari nya." Ucap Clara.
"Jodoh gak ada yang tahu Clar, kalau bisa jangan sampai bercerai, Bagaimana pun menyandang status Janda juga tidak muda, apa lagi kau masih muda." Ujar Siska.
"Entah lah, lihat saja Nanti kemana arah tuhan menuntun jalan ku." Ucap Clara membuang nafas yang terasa sesak tiba-tiba di dada.
Saat Jam makan siang tiba.
Kenan menghampiri meja Clara yang tampak sibuk.
"Ayo keluar." Ucap Kenan.
"Kemana?."
"Fitting baju." jawab Kenan cuek.
__ADS_1
"Baiklah." Balas Clara.
Clara dan Kenan pun berangkat ke butik langganan keluarga Kenan, Clara di bawa memilih gaun yang akan ia gunakan. Clara mencoba dan Kenan duduk menunggu.
"Pilih yang dia mau, pakaian ku menyesuaikan saja." Ucap Kenan pada Pemilik butik.
"Baik Tuan. Mari Nona." Ajak nya, Clara pun mengangguk lalu berjalan mengikuti.
Kenan duduk menunggu sembari membaca majalah yang ada di sekitaran nya.
sesekali ia melihat Clara dari pantulan cermin. mencoba beberapa gaun yang tawarkan.
Kenan bisa melihat begitu indah saat Gaun itu di kenakan di tubuh wanita itu.
Apa pun yang Clara gunakan, semua terlihat cocok dan cantik saja. tak bisa Kenan pungkiri, kalau Clara memiliki paras yang cantik. tapi tak di pungkiri Pula Kalau ia belum mencintai Clara.
•••
Saat selesai makan siang, Clara dan Kenan pun berjalan keluar dari sebuah Restoran.
Clara yang berjalan di belakang Kenan, tak sengaja bertubrukan dengan seseorang, hingga membuat ia jatuh tersungkur di lantai. tapi Kenan tidak tahu dan terus berjalan.
"Maafkan aku." Sebuah suara laki-laki mengucapkan kata maaf telah menabrak Clara.
"Tidak Apa-apa." Balas Clara berdiri di bantu oleh orang itu.
Saat Clara mengangkat wajah nya. Sosok yang tidak asing bagi nya.
__ADS_1
"Clara."
"Ini Clara kan."
" Em, Maaf, kamu siapa?." Tanya Clarisa.
"Aku Dion. kau sudah lupa?." Ucap laki-laki itu yang adalah teman masa kecil Clarisa.
"Oh, Dion, tetangga depan rumah." Ucap Clarisa tersenyum saat mengingat siapa diri nya.
"Yaps, aku kira kau sudah lupa." Balas Dion.
"Apa kabar Clara?."
"Baik, kau sendiri?." tanya kembali.
"Aku juga baik, Kau semakin cantik saja." Ucap Dion.
"Terima kasih." kata Clara tersenyum membalas nya. Ia lalu melihat Kenan yang kini sudah membalikkan tubuh melihat dan menunggu nya dari jauh.
"Em, Dion, aku harus pergi, atasan ku sudah menunggu." Ucap Clara.
"Oh baik lah, tapi apa Boleh aku minta nomor ponsel mu?." Tanya Dion.
"Tentu."
"Terima kasih Clara."
__ADS_1
Setelah memberi kan nomor telefon nya pada Dion, Clara pun pamit dan buru - buru melangkah pergi dengan cepat agar tidak membuat Kenan marah.
Kenan pun tampak biasa saja saat melihat Clara berbicara dengan Laki-laki yang tidak ia kenal itu. karena memang tidak ada perasaan yang spesial antara dia dan Clara. Kedua nya pergi kembali ke kantor bersama, tidak ada obrolan di antara mereka, di dalam mobil sangat sunyi.