TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Pertimbangan


__ADS_3

"Sesuatu yang aku mulai seharusnya aku juga yang mengahiri bukan orang lain" Celetuk Toby yang mulai berdiri.


Kalimat Toby sedikit membuatku berfikiran ganda.. Apakah dia memiliki kemungkinan untuk melepaskanku?


"Tob....apakah kamu sebenarnya tidak tahu alasan dasarnya? Dari semua ini?"


Toby hanya terdiam menatapku sesaat "Kita pergi Albert" ajak Toby "Siapkan janji dengan pencipta lagunya dan juga bukti transaksi kita tentang penggunaan music dan kewenanganku mengganti lyricnya"


"Ah..!" Albert juga ikut berdiri dengan cepat, wajahnya nampak bingung menatap kami berdua.


Tapi itu sedikit membuatku lega, karena dia sepertinya sedikit simpaty padaku.


*****


Sikap Toby membuatku resah dan emosi,


Lantas kenapa dia mennanyakan apakah aku sudah tahu? Bukankah itu maksudnya dia sudah tahu motif Rizal sebenarnya? Dan itu bukan aku?


Kalau di gabungkan dengan percakapan Toby beberapa waktu lalu di kantor Papa itu seharusnya itu benar. Tapi sepertinya pengetahuan yang kami bahas sepertinya hal yqng berbeda.


"Apakah aku mulai takut kehilangan Toby atau Sebenarnya aku hanya takut kehilangan ayah dari anakku?" huh... Keduanya sama bukan.


Aku membanting Album Toby yang ditanganku. Bagaimanapun aku harus membuktikan apa yang aku dengar kemarin malam adalah nyata.

__ADS_1


Tut.. Tut...


" Apakah kamu sudah dapat? " Tanyaku pada Nora yang langsung menjawab telphoneku dari seberang.


*****


Toby...


"Jadi kita langsung ke studio?" Tanya Toby usai keluar dari rumah sakit.


"Benar, sutradara merubah jadwal lebih awal" Albert segera menanggapi ketika keduanya sudah memasuki mobil.


"Apa..??" Toby mencoba memastikan apa yang baru saja di dengarnya. "Aku bahkan belum selesai membaca naskah"


"Hmmmm..." Albert membenarkan sejenak sabuk pengamannya sebelum segera bergabung dengan keramaian jalanan di bawah sinar matahari terik.


"Bukankah, mereka yang memintaku untuk membintangi karya mereka?"


"Benar!"


"Apakah mereka masih berniat untuk merekrut bintang lain?" Toby mendengus sesaat "Aku sungguh tidak ada tenaga untuk bersaing saat ini. Kamu tahu bukan?" Toby menunjukkan Amplop yang diterimanya beberapa saat lalu dari rumah sakit.


Albert nampak sedih. "Bagaimana berahir hingga separah ini? Aku selalu berusaha membuatmu sehat dengan sebisa mungkin"

__ADS_1


"Aku tidak bisa menyalahkanmu, kesalahan terbesar justru ada pada diriku"


Toby menatap ke arah Albert sejenak. "Andai aku hiatus bagaimana denganmu?*


Albert terdiam seakan sulit memberikan gambaran.


" Kondisiku tidak akan sama beberapa waktu kedepan. Mungkin lebih buruk, menjadi managerku selalu mungkin juga bukan karir yang bagus saat itu "


" Kamu akan memecatku?"


"Tentu tidak.. Meski kamu sering menentangku atau membuat kesalahan, tapi kamu selalu bisa m3ngatasinya atau setidaknya sangat bisa kompromi dengan keadaan. Lihatlah... Kamu selalu berhasil membuat para wartawan sulit menemuiku"


Keduanya saling melempar senyum.


"Hanya saja kamu juga butuh kehidupan yang baik. Untuk Mempersiapkan masa tuamu, mungkin dengan berkeluarga?"


"Aku belum memikirkan sejauh itu, Aku merasa tidak ada wanita yang memandangku karena tertutup oleh ketampananmu" Albert terkekeh ringan.


"Jadi kamu menyalahkanku atas status single mu itu?"


" Tentu saja tidak" Albert tertawa kecil "hanya saja aku takut mengingat karirku berikutnya sudah tidak mungkin sebagus ini"


"Seharusnya kamu memberi tahuku lebih awal soql kondisimu, hingga aku bisa membantumu untuk meminimalis resikomu"

__ADS_1


"Bagaimana bisa mengantisipasi apabila semua kontrak sudah kita setujui?" Perlahan Toby menurun kaca jendelanya saat mereka melintas di jalan Tol "Semua jadwal harus terus berjalan, pekerjaanku bukan hanya soal aku, tapi juga yang lainnya"


"Jadi bagaimana keputusanmu?"


__ADS_2