
Ruang Tamu.
Suasana yang tegang sedang di rasakan Oleh Clara dan Kenan saat ini. Clara tampak menundukkan kepala nya *******-***** jari jari nya yang berkeringat dingin. Begitu pula dengan Kenan yang tampak duduk diam dengan wajah yang tidak senang, namun ia tetap bersikap tenang.
"Papa gak habis pikir sama kamu Kenan, Kamu sudah umur berapa tapi masih saja mabuk-mabukkan, sampai membawa anak gadis orang ke rumah."Ucap Pak Broto.
"Aku tak membawa nya, dia sendiri yang datang kesini." Jawab Kenan dengan suara macho nya, sembari menatap kesal Clara.
"Aku juga terpaksa menolong mu." jawab Clara yang tak ingin disalahkan.
"Aku tidak meminta pertolongan mu."
"Iya, tapi sahabat mu yang menghubungiku." balas Clara lagi.
Mendengar kata sahabat, Kenan pun sadar ini adalah Ulah Frank dan Fandi.
"Sudah-sudah, kenapa kalian jadi bertengkar. Kalian tidak diizinkan untuk banyak alasan." Pak Nanda menghentikan pertengkaran kedua nya. hingga Clara dan Kenan pun mengalihkan pandangan kesal satu sama lain.
__ADS_1
"Bagaimana pak Broto." Tanya Pak Nanda.
"Ya, kita nikahkan saja mereka." Jawab Pak Broto.
"Apa..." Pekik Clara terkejut.
"Pa, aku tidak setuju." ucap Kenan menolak.
"Papa tidak butuh persetujuan mu, kau yang membuat masalah ini sampai terjadi, jadi kau harus menikahi nya." Balas Pak Broto.
"Kamu juga tidak di perbolehkan menolak, Papa sudah katakan jangan keluar malam, nanti kamu salah pergaulan, kemarin kamu ke club', dan sekarang ke club' lagi dengan dia, lebih baik menikah saja, jangan bikin malu nama keluarga kita." tegas Pak Nanda.
"Tapi Pa...."
"Sudah, tidak usah tapi-tapi, nanti kita bicarakan lagi, sekarang kami pulang dulu Pak Broto." Ucap Pak Nanda, Pak Broto mengangguk dan bersalaman dengan Pak Nanda.
Setelah Pak Nanda dan keluarga nya pergi, Kenan pun membuka suara nya pada ayah nya yang dengan mudah menyetujui untuk menikahi dia dengan Clara.
__ADS_1
"Aku tidak mau menikah dengan wanita itu Pa, jangan memaksa ku, aku bukan anak kecil lagi."Ucap Kenan.
"Siapa yang bilang kamu anak kecil, Memang nya ada anak kecil yang mabuk mabukan dan membawa wanita ke rumah." Saut pak Broto.
"Aku sudah jelaskan, aku tak membawa nya pa." Balas Kenan dengan wajah kesal putus asa karena ucapan nya tidak di percaya.
"Iya, tapi kesalah pahaman ini bisa terjadi, jadi kamu harus mempertanggung jawab kan semua nya."
"Iya Kenan, Mama juga setuju dengan Papa, lagian kamu sudah cukup umur, apa salah nya menikah dengan Clara, dia wanita yang cantik, berpendidikan, dan tahu cara menghormati orang tua." Timpal Bu Yuni.
"Mama baru bertemu dengan dia sekali, kenapa Mama bisa menilai nya secepat itu." Balas Kenan.
"Kamu harus belajar yang nama nya pandangan pertama dan cinta pertama, dan kau akan mendapatkan nya." Ucap Bu Yuni tersenyum.
Kenan yang mendengar ucapan ibu nya hanya bisa menghela nafas tak mengerti, ia mengusap wajah nya dengan tangan nya sembari bersandar di kursi.
"Dia memang wanita pembawa masalah, karena dia jadi seperti ini." Gumam Kenan kesal di dalam hati nya.
__ADS_1