TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Bab 27


__ADS_3

Keesokan hari nya.


Kenan memutuskan datang pada Clarisa, meski sebenarnya ia enggan untuk bertemu dengan wanita itu. Mobil Kenan memasuki halaman rumah itu dan tampak terlihat Clarisa tengah menyiram tanaman.


Kenan yang melihat wajah nya begitu segar dan tak terlihat ada beban pun merasa kasihan kalau ia harus membawa Clarisa kembali yang sudah memastikan pernikahan nya dengan Wanita itu pasti akan terjadi. tapi Clarisa perlu tahu kondisi ayah nya, Apa pun keputusan nya semua kembali pada nya lagi.


"Selamat pagi Pak." Sapa Clarisa.


"Hm." Balas Kenan cuek.


"Ayo ikut aku." Ucap Kenan.


"Kemana?."


"Ikut saja, tidak perlu banyak tanya."


"Aku ambil tas dulu." Ujar Clarisa. Kenan tak menjawab nya, Tapi Clarisa menilai sendiri kalau ia setuju.


Setelah keluar dengan tas nya, Clarisa pun masuk ke dalam mobil, dimana Kenan telah menunggu nya.


"Kita mau kemana Pak?." Tanya Clarisa lagi penasaran. Bagaimana ia tidak penasaran, Raut wajah Kenan yang tak biasa membuat nya bertanya-tanya.

__ADS_1


Namun pertanyaan yang keluar dari mulut Clarisa terbuang percuma, karena Kenan tak menjawab nya sama sekali. Clarisa hanya bisa kembali duduk diam dan membiarkan pria itu membawa nya kemana saja.


Namun di tengah perjalanan, Entah kenapa Tiba-tiba Clarisa kembali bertanya dengan tebakan yang tiba-tiba muncul.


"Pak, kau ingin membawa ku pulang?." Tanya Clarisa.


Mendengar pertanyaan Clarisa, ia menoleh sejenak. "Iya." Jawab Kenan sembari kembali menyetir.


"Tidak, Aku tidak mau Pak, Jangan membawa ku pulang, bukan kah kita sudah sepakat." Tolak Clarisa dengan sangat kecewa menatap pria di depan nya itu.


"Kau tidak boleh melakukan ini pada ku, apa kau dengar, hentikan mobil nya." Ucap Clarisa. namun Kenan tak menghiraukan nya.


Namun saat Mobil Kenan memasuki sebuah halaman Gedung rumah sakit, Clarisa menjadi semakin bingung, menatap Kenan dengan penuh tanya, berharap laki-laki itu menjelaskan semua nya.


"Tapi, bukan kah kau bilang akan mengantar ku pulang?." tanya Clarisa yang masih tak mengerti. memang nya siapa yang sakit, kenapa ia di bawa kesini. pikir nya.


"Kau akan tahu saat kau masuk nanti." Kata Kenan.


Clarisa tak ingin lagi banyak bertanya, ia pun mengikuti langkah laki - laki itu masuk ke dalam rumah sakit. menyusuri lorong rumah sakit, Clarisa semakin Khawatir dalam kebinggungan nya.


Hingga mereka tiba di sebuah kamar, Kenan dengan segera membukakan pintu untuk Clarisa masuk lebih dulu.

__ADS_1


Melangkah masuk, orang pertama yang Clarisa lihat adalah ibu nya yang tampak tertidur membuat Clarisa lekas menoleh ke arah dimana Pasien terbaring.


Seketika Clarisa mematung, melihat sang Ayah berbaring lemah di tempat tidur pasien. Air mata pun tanpa sadar jatuh menetes membasahi pipi.


"Papa." Ucap Clarisa. seketika membangunkan Bu Joya.


"Calrisa, Kamu pulang nak." Bu Joya mebghpiri putri nya dan kedua nya saling berpelukan.


"Maafin Clarisa ma." Ucap Clarisa dengan seidh.


"Mama sudah memaafkan mu." Ucap Bu Joya yang tak sedikit pun membenci putri nya. ia sangat bahagia dapat bertemu dengan putri nya kembali.


"Papa kenapa Ma?." Tanya Clarosa


"Papa kena serangan jantung nak saat kamu pergi dari rumah, kini Kondisi Papa melemah." Ujar Bu Joya.


Clarisa perlahan berjalan mendekati sang Ayah, melihat wajah tua dan lelah yang sudah melekat pada sanga ayah, membuat Clarisa sangat merasa durhaka atas apa yang ia lakukan pada kedua orang tua nya.


Pak Nanda perlahan membuka mata nya, tersenyum dan menangis saat melihat putri nya kembali.


"Papa. Maafin Clarisa Pa. Clarisa sudah jadi anak yang jahat." Ucap Clarisa sembari menangis terisak Isak.

__ADS_1


"Sudah Lah, jangan bersedih lagi, Sekarang kamu sudah kembali, Papa sangat senang." Ucap Pak Nanda.


__ADS_2