TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Peluang


__ADS_3

Bola Golf terpelanting jauh dan mendarat tepat langsung ke lubangnya tanpa halangan.


"Wah ini Hoki namanya" Puji Toby pada ayahnya yang sudah tidak muda lagi.


"Benar... Semakin aku sering memukul, kesslempatan mendapatkan keberuntungan semakin banyak" Ayah Toby perlahan mendekati putranya "Mungkin karena itu aku sering menang darimu"


"Papa sedang mengejekku?"


"Tentu tidak, papa hanya ingin kamu meluangkan lebih banyak waktu untuk orang tua ini"


Tawa renyah berderai di antara keduanya.


"Sebenarnya Papa cukup menyukai istrimu itu" Ayah Toby berjalan memutar menuju buggy car yang menunggu mereka.


"Aku pikir justru Papa yang akan keberatan dengan Sandra, mengingat luasnya relasi Papa dan juga usaha Papa untuk menarik ku di dunia bisnis"


"Seharusnya iya"


Buggy car pun segera berjalan katika Toby ikut bergabung.


"Tapi Papa mulai menyadari, bahwa mungkin Sandra bisa menjadi peluang yang tjdak bisa Papa dapat darimu"


"Bukankah itu sedikit curang? Dia itu istriku"


"Dia juga menantuku, meski dia tidak sadar sedang menikahi putra siapa"

__ADS_1


Wajah Toby sedikit terkejut "Papa tahu itu"


"Apa aku sudah terlihat sangat tua hingga dia tidak mengenaliku? "


"Hanya rambut Papa yang semakin memutih, selain itu aku rasa tidak banyak perbedaan"


"Sandra tidak pernah menyinggung namaku"


"Tidak sekalipun, dia tidak pernah tertarik tentang orang lain yang tidak berhubungan dengannya"


"Jadi.... Dia hanya tertarik padamu"


Toby memberi senyim. Penuh arti , karena kenyataannya gadis itu juga tidak begitu tertarik dengan dirinya.


******


Bisa terlihat jelas bahwa setiap dari mereka adalah perempuan dari kelas atas. Mereka memggunakan beberapa asing, termasuk bahasa Inggris tentunya.


Beberapa brand nama Terkenal juga mencuat dari obrolan mereka.


"Sandra??" Suara mama segera menyapaku.


Dan aku segera menyambutnya dengan senyuman ramah meski potongan chicken gordon blue masih bersarang di pangkal mulutku.


"Apa yang kamu lakukan di dapur"

__ADS_1


"Aku mengisi waktuku dengan pengetahuan baru, Cheff piere ternyata adalah cheff yang cukup bagus. Dia tidak keberatan, kalau aku meneriksa rasa dari menu makan siang" aku rupanya mulai pintar berimprovisasi.


"Oh.. Iya?" Mama mendekatiku dan mulai memeriksa persiapan memasak cheff Piere yang tersaji di dapur. "Benar seperti itu Piere?"


Aku memandang ke arah Cheff piere dan memberikan kode berupa anggukan.


"Ah.. Benar, nona Sandra sedang mulai belajar..."


"Banyak.. Bahan makanan yang aku baru mengenalinya" Potongku,


Memang aku terkesan merendahkan diri, kareba Sebenarnya aku cukup fahan akan senuanya. Tapi bukankah yang terpenting adalah mendapatkan yang aku inginkan. Tidak semua peperangan kita harus menang.


"Hmmm.... Benar juga, mungkin karena kamu sedikit berbeda kelas dengan kami" Gumam Mama Toby. "Jadi apa menu makan siang kita hari ini" Sepasang maniknya memandangku tajam.


"Seared Salmon and Lemon Risotto" Jawabku cepat "Mengandung omega tiga dan tentunya vitamin C tanpa meluoakan karbohidrat sebagai tenaga"


"Apa kamu tidak takut gemuk sandra?"


Aku menggeleng, "Percayalah saya tidak akan seberani ini untuk menikah dengan Toby kalau saya tidak pandai merawat tubuh"


"Angaap saja aku percaya, kamu boleh memvantu Cheff piere. Tapi jangan sampai Toby berfikir aku yang meminta"


"Seperti yang mama tahu, aku lebih pandai berurusan dengan fakta dari pada mengarang cerita atau drama "


Mama Toby termenung sejenak sebelum kemudian "Bisa kau buatkan 6 gelas Mocktail untuk tamuku, Cheff Piere"

__ADS_1


"Sure Mam"


"Kamu juga bisa mengajari Sandra" Lanjut Mama sebelum melangkah kembali menuju kerumunan temannya.


__ADS_2