
"Apa ini....???" sepasang manik Yoga seakan ingin segera mencuat melihat laporan Divisi keuangan.
"Bagaimana Bisa?" Pekiknya pada direktur keuangan yang tertunduk beku di hadapannya.
"Pe... Perilisan soal pemalsuan asset dari tim Audit sudah ke.. Keluar.."
"Mereka menulis apa?"
Dengan sedikit gemetar direktur keuangan k3mbali meraih laptopnya dan segere mengetik sederet nama file yang segera muncul.
"Ini.. Pak"
"Sial...!!!" Umpatnya usai membaca setengah rilisan dari hasil audit "Apakah kamuntidak berusaha untuk membuat mereka membuat hasil yang lebih baik?"
"Saya susah menawarkan jumlah seperri biasanya, dan mereka tidak mengatakan apa - apa selain semua akan lancar"
"Apa para anjing itu tidak meminta lebih? Dan hanya langsung menusuk kita dari belakang?"
"Ta... Ta.. Pi.. Saya sudah membayarkan suap seperti biasa, jadi saya pikir tidak perlu ada yang di antisipasi"
Yoga segera berdiri sambil menggebrak meja.. "Panggil divisi public Relation.. sekarang!!!!" Suara Yoga menggema hingga ke seluruh lorong.
Tanpa menjawab direktur keuangan star Entertainment segera bergegas keluar ruangan.
"Saham Star Entertainment, tidak boleh merosot.." gumamnya.. Dengar gertakan amarah yang tertahan.
__ADS_1
To... Tok.. Tok..
"Masuk..!!" pekiknya langsung.
"Pagi Pak..!!"
Direktur Public Relation segera memasuki ruangan denga wajah penuh keheranan.
"Apa saja yang kamu lakukan dengan para talent kita, hingga mereka masih biasa saja" Suara Yoga terdengar ketus.
"Pak... Kita bukan orang baru di dunia ini. Rachel baru pindah ke agency kita. Tentu saja dia belum bisa fokus 100%, ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan dr kontrak sebelumnya.. Sedang yang lain.."
"Cukup...!! Apakah ada satu saja Celebrity di management kita yang bisa menyaingi Toby?"
"hah... Apa yang bapak bicarakan?" Direktur public relations mulai mengerutkan dahinya dan menghembuskan nafas kasar.
"Singkat saja..." Yoga memotong lagi.."Jadi.. Tidak ada bukan yanh mampu menggeser Toby dari untuk membantu membuat rumor positive" Yoga mulai menunjukkan tabletnya soal grafic star Entertainment di pasar modal.
"Apa yang terjadi...?" tanya Direktur PR penih keheranan.
"Bagian keuangan gagal menangangi public audit kali ini?"
"Maksudnya..."
"Ini bisa di perbaiki.. Hanya saja aku butuh rumor positive agar kita tidak kehilangan uang lebih banyak lagi... Setelah itu kita baik - baik saja"
__ADS_1
"Yoga... Kita ini teman bukan..? Apa Sebenarnya yang kamu lakukan dari hasil keringat kami membangun Star management?"
"Aku bilang semua baik - baik saja.. Cukup barikan rumor positive dan semua akan selesai sebelum rumor itu turun"
"Dan kamu tidak mau orang itu Toby?"
"Tentu saja... Bagaimana aku berkenan bila ayahnya yang tua bangka itu berusaha merebut perusahaanku?"
" Dia mau berinvestasi.."
Yoga menggeleng cepat "Dia ingin membeli termasuk hak managementnya.." Yoga memijit pelipisnya "Tapi aku sudaj memiliki solusinya. Kamu hanya perlu..."
"Membuat berita besar...? Tanpa Toby..? Sekaranh?"
Yoga mengangguk samb mengapit kukut di antara kedua alisnya.
"Yang paling besar saat ini adalah pembenaran bahwa Toby bukan plagiat.. Itu pasti melambung.. Apalagi single terahir Toby sedang menuju puncak tangga lagu.. Dan konfirmasi drama Toby dengan production house Jepang menggaungkan nama Toby lebih besar"
Yoga merebahkan tubuhnya pada Sofa karya Vittorio di sudut ruangan.
"Sesekali kita mengalah untuk menang... Lagi pula kamu bermusuhan dengan Toby, hanya karena dia bertahan dengan penyiar berita itu kan?"
Yoga terdiam..
"Well.. Jadi kalau kamu sudah punya solusi, manfaatkan saja popularitasnya untuk nilai saham perusahaan kita? Benar kan?"
__ADS_1
Ruangan hening seketika. Kedua lelaki dewasa itu saling memaku dan berrukar pandang..