TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Bab 20


__ADS_3

Clara mengangkat wajah nya dan menatap lansung ke Kenan.


"Iya, Aku masih ingin kuliah, tapi Papa ku...." Jawab Clara dengan suara pelan tak bersemangat.


"Kalau begitu, kau pergi saja dari rumah, dengan mengancam seperti itu, bukan kah mungkin Ayah mu akan membatalkan nya. Aku akan membantu mu, menyediakan tempat tinggal dan kebutuhan mu selama kau meninggalkan rumah." Kenan menatap Clara dengan Serius, begitu pun Clara yang mendengar begitu serius.


Clara merasa sedikit lega karena Kenan juga setuju untuk tidak menikah, dan saran dari laki-laki di depan nya juga tidak begitu buruk.


Setelah pertemuan nya dengan Kenan, Clara duduk di kamar dan memantap kan hati nya untuk melarikan diri dari rumah. ia pun mengambil sebuah buku dan mulai menulis surat yang akan ia tinggalkan untuk orang tua nya.


Meski di hati ada ketekatan. namun tak di bisa di pungkiri kalau Clara juga takut, karena ini pertama kali nya ia melakukan ini pada orang tua nya, selama ini, tak pernah sekali pun ia berani melawan kata-kata orang tua nya sampai kini ia sudah dewasa.


"Maaf kan aku Pa, Ma, Aku harus melakukan ini demi masa depan Clara." Batin Clara.


Dering Telefon Clara berbunyi. Clara pun mengambil dan melihat telefon dari Abian. Ia tak menghiraukan nya dan mengabaikan nya, bukan saat nya ia meladeni Abian yang memang suka mengoda nya.


Setelah menulis surat, Clara pun memasukan beberapa pakaian kesukaan nya ke dalam ransel milik nya, ia mengendap-endap keluar dari kamar nya setelah ia memastikan tidak ada orang di rumah.

__ADS_1


Namun saat ia sudah akan sampai di pintu utama, tiba-tiba Bibi datang menghampiri Clara, membuat Clara sangat terkejut.


"Non, Non Clara mau kemana?." Tanya Bibi.


"Em, Mau ke rumah teman bi." Jawab Clara terbata-bata.


"Kok Bawa tas besar Non?." Tanya Bibi lagi.


Clara yang semakin gugup pun tak menjawab pertanyaan bibi lagi. "Panjang cerita nya bi, Clarisa pergi Bi." Ucap Clara dan berjalan dengan pergi dengan cepat.


Bibi yang merasa ada yang tidak beres dengan anak majikan nya itu pun lekas menghubungi Pak Nanda Dan Bu Joya yang memang kebetulan sedang berada di luar.


"Bu, Non Clara pergi bawa tas besar."Ucap Bibi.


Bu Joya yang mendengar ucapan asistin rumah tangan lekas menatap suami nya. "Ada apa Ma?." Tanya Pak Nanda.


"Bibi gak tanya Clara mau kemana?." Tanya Bu Joya lagi. yang kini hatinya merasa tidak tenang.

__ADS_1


"Sudah Bu, tapi Non Clara gak mau jawab dan buru-buru pergi, Bibi juga nemuin surat non Clara tinggalkan Bu Ibu sama Bapak." Ujar Bibi.


"Pa, Clara kabur."


Pak Nanda memukul stir dengan kesal saat Mendengar Clara kabur dari rumah hanya karena tak mau di nikahi.


"Dasar anak itu, Melakukan sesuatu selalu tidak di pikir dulu." Gerutu Pak Nanda.


"Papa sih terlalu memaksa Anak kita menikah, jadi nya seperti ini kan, Clara jadi pergi, bagaimana kalau sesuatu terjadi pada dia diluar sana." Bu Joya sangat Khawatir mengingat putri nya melarikan diri dari rumah.


Pak Nanda memegangi Dada nya yang terasa sesak. Namun ia masih mampu menahan nya dan terus mengendarai mobil sampai di rumah.


Saat akan turun dari mobil, Pak Nanda merasa dada nya terasa semakin sesak. "Papa gak apa-apw?." Tanya Bu Joya yang melihat gelagat beda suami nya.


"Gak apa-apa Ma."


"Papa istirahat aja ya, Mama akan coba cari Clara melalui teman-teman nya

__ADS_1


" Ucap Bu Joya. Pak Nanda pun menganggukan kepala menyetujui nya.


__ADS_2