
Senyum cantik segera melengkung pada wajah wanita itu " namaku Annya... Mungkin ayahmu lupa untuk memberitahukannya"
Alis Toby terangkat tinggi.. "Papa.... Ikut campur dalam urusan pekerjaanku ?"
"Mungkin bukan pertemuan yang baik untuk sebuah perjodohan"
Toby menjatuhkan cutlery di tangannya.. Buatnya ini hal yang paling tidak bisa dia bayangkan. Jika sang Papa juga mulai turut campur.
"Bila pernikahanmu sebelumnya sangat menguntungkan dalam karirmu, aku juga tidak keberatan menjadi yang berikutnya untuk kebaikan yang lebih luas" lanjut Annya dengan anggunnya.
"Luas....?" Toby mendesis pelan "Mulailah dengan memperluas kesabaranmu untuk penolakan ku.." Toby tanda permisi segera berdiri dan Pergi.
*****
"Apakah Papa menghubungimu?" tanyanya pada Albert yang sudah menunggu di lobby.
"Tidak.." Albert menjawab cepat tanpa berhenti memeriksa jadwal Toby du tabletnya.
"Apa alasan mereka minta meeting private denganku?"
Langkah Toby semakin cepat menuju luar Lobby.
"Mereka ingin berdiskusi langsung denganmu soal filmnya, mereka yakin pasti kamu akan menyetujuinya karena mereka punya tawaran yang special" Lanjut Albert yang selalu mencatatat semua hasil diskusinya.
Langkah Albert segera menyamakan dengan ritme Toby yang nampak tergesa - gesa.
"Mereka tidak menyebut pernikahan?"
"Hah..??!!" Albert rupanya juga sedikit terkejut seirung tangannya yang segera menyerahkan kunci pada petugas Valley.
"Kamu sungguh tidak tahu?"
__ADS_1
Albert menggeleng cepat "Dengan siapa?"
"Siapapun perempuan yang masuk dalam ruang meetingku"
Albert memeriksa lagi catatannya "Nona Annya?"
Toby hanya menatap tanpa Albert tanpa gerakan berarti.
Artinya, Toby sedang dalam amarah yang tertahan "An... nya..!!" Albert mengulur waktu dengan mulai mengetik nama wanuta itu. "Kamu tahu nama belakangnya?"
Albert segera mengambil alih mobil yang sudah Tiba dan segera membukakan pintu mobil untuk Toby.
Toby tetap tidak bergeming
"Ah iya.. Aku lupa kalau aku sudah mencatatnya" Albert segera memasukkan nama lengkap Annya pada kolom pencarian.
"Hmmm..." Toby segera memasang kaca mata sunproof warna caramel sebelum dia segera memasuki mobilnya.
Jelas Albert membaca highlight tentang Annya yang terpampang di layar tabletnya sebelum mulai melajukan mobil mereka.
"Jadi mereka mengincar perusahaan Papa" gumam Toby, "Cara yang sangat cepat dan murah dari pada menawarkan akusisi perusahaan... Cih."
"Aku tidak faham maksudmu.."
"Percayalah...mengurusi dunia Show biz lebih mudah dari pada berurusan dengan orang - orang ini"
****
Toby segera mengeluarkan ponsel pribadinya. Tanpa salam....
"Sejak kapan Papa menjadi kuno, dan mulai mengatur urusan pribadiku"
__ADS_1
"Tentu saja sejak semua kekacauan yang sudah terjadi di sekitarmu" Jawqb Tuan Reynald cepat dan lugas.
"Bukankah Papa sudah berjanji tidak akan ikut campur asal aku menepati janjiku?" Toby sudah tidak sabar untuk mulai protesnya
"Apakah papa tidak sibuk dengan mainan politic Papa? Seperti menentukan calon yang Papa dukung serta hal lainnya. Papa sudah tidak muda lagi.. Jangan memepersulit hidup papa dengan urusanku" protest Toby selanjutnya.
"Justru karena itu, papa ingin mempercepat semuanya untuk berahir"
"Bagaimana bisa cepat berahir..? Dengan perjodohan konyol?"
"Dia bukan wanita konyol, dia putri dari orang penting, Memiliki pendidikan yang bagus dan image yang sangat baik, active dalam banyak kegiatan social dunia... "
Toby hanya mematung mendengarkan presentasi Papanya tentang calon yang di ajukan.
"Perusahaan ayahnya juga berkontribusi dalam banyak kepentingan social. Seperti beasiswa gratis, pembangunan rumah sakit gratis, dan banyak hal.."
Toby masih menyimak dengan raut muka yang semakin memerah.
"Kebersamaanmu dengannya akan segera mengkatrol nama baikmu dan tentu Papa juga." Tuan Reynald menhela nafas panjang "Dan Papa sudah berkonsultasi dengan Consultant brandung Image untukmu"
"Tapi aku sudah menikah dan akan menjadibseorang ayah" Toby menjawab denga nada lelah.
" Semua orang pernah mengalami legagalan sepeeti bercerai, papa sudah mendengar kisah utuhnya dari Om Yoga "
Susana hening untuk beberapa saat, pikiran Toby berlabyh pada sosok Om Yoga terahir kali yang masih membujuknya untuk menceraikan Sandra demi suntikan investasi dari Rizal.
" Kamu melakukan pernikahanmu hanya untuk menyelesaikan efek negative dari kasusmu dan Billie Wang bukan?"
"Pa...." Toby mencoba memotong pembicaraan yang sudah malas untuk dilanjutkannya. "Sekali lagi.. Itu bukan urusan Papa..."
"Itu dulu.. Tob.! Semua harus memiliki ahirnya Tob... Kamu satu satunya anak Papa, papa wajib menyelamatkanmu sesegera mungkin sebelum semua terlambat"
__ADS_1
" Apakah ada hal yang Rizal tahu tentang papa hinhga tiba tiba papa ingin aku mengikuti keinginan bedebah itu?"