
Tapi di hindari bagaimanapun garis penyiksaan sepertinya akrab denganku. Meski aku memilih kabur dari sesak silent treatment di rumah Mama demgan kembali ke rumah Toby. Namun situasi jadi seperti ini.
"Setidaknya kamu punya teman yang menemanimu selama Toby dalam Tour promosi Albumnya" Kami telah sampai di garasi rumah Toby.
'Jangan tawarkan dirimu Jorge... Aku takut menjawab iya' Batinku sendiri yang masih saja terpikat denga swnyum lembut dan teduh milik Jorge
"Rumah ini terlalu besar bukan? Andai kamu menghuninya sendiri" tanya Jorge seraya mengantarku sampai pintu utama.
Aku menyapu pandang sekitar, yang di ucapkan Jorge tisak salah. Bahkan ada bsberapa ruangan yang aku belum pernah masuki, seperti ruang gym Toby?.
"Bagaimana kalau Nora?" jorge menewarkan nama teman kerjaku di radio.
"Si tukang gossip itu?"
"well... Kadang kamu butuh sosok yang cerewet untuk membantumu, aku bisa membantumu untuk merayunya"
"Kalian dekat?"
"Mungkin.. Bukan hal yang mustahil, kami sama - sama single"
Benar Jorge dan nora sama - sama single dan akulah yang tidak. Justru malah triple.
Jadi Jorge sudah move on dariku, padahal beberapa saat lalu Toby masih bilang Jorge naksir aku. Dan sekarang dia sudah punya daftar yang baru.
Kenapa yang spesifikaai swperti Jorge cepat Move on, sedangkan spesifikasi seperti Rizal malah susah Move on.
"Semoga pendekatannya lancar" aku tersenyum semanis mungkin. "Semangat!!"
Jorge mengangkat alis dan bahunya bersamaan. "Who knows"
Jorge mengeluarkan handphonenya dan segera menelpon seseorang.
__ADS_1
"Bisa jemput aku di Rumah Toby?"
"Serius?" suara perempuan di seberang langsung memekik Happy. "Swkarang?"
Toby meringis ke arahku "Dia fans Toby" toby memberitahuku dengan suara yang nyaris tak terdengar.
Pantas.. Nora selalu kepo dengan pernikahanku. Aku pikir cuma Jody aja.
"Iya.. Sekarang, ini aku lagi sama Sandra"
Tuuut... Sambungan telah terputus sebelum Jorge menyelesaikan kalimatnya.
"Mau sekalian kamu diskusikan ketika Nora Tiba?"
Aku menggeleng cepat. Mungkin di luar rumah Toby banyak melakukan Fans Service. Tapi di dalam rumah dia milikku.
Bagaimanapun aku istrinya. Merasa memilikinya itu wajar.
******
Tubuhku hanya mampu bolak balik tanpa bisa tidur dengan nyaman.
Bayangan Rachel dan Toby yang berbincang dan menyentuh satu sama lain selalu muncul saat aku memejamkan mata.
Juga bayangan Nora yang sangat sumringah saat bertemu dengan Toby berdua saja di rumah ini.
Ckckck.... Toby itu setia bukan? Tapi kenapa aku mulai mepertanyakan kesetiaan Toby. Yang sebenarnya selama ini tak pernah ada masalah.
Toby selalu pulang ke rumah. Dan selalu menawarkan diri padaku dalam berbagai cara. Dari maksa, kasar dan... Atau...
Hmmm... Dia tidak pernah lembut. Hanya merespon dengan agresif saja.
__ADS_1
Aku melirik jam dinding kamarku yang sudah menunjukkan jam tiga pagi. Tapi Toby juha belum pulang. Atau mungkin dia tidak pulang?
Bukqnkah sepertinya dia baru bertemu Rachel hari ini setelah sekian lama? Apakah mungkin reuni?
Oooh.... Dasar Rizal Sialan. Kenapa dia juga datang, aku jadi harus pulang lebih cepat karena tal tahan dengan sikapnya yang selalu mengajak ribut denganku.
Apakah dia tidak punya kegiatan lain selain mengusik kehidupanku. Bukankah perusahaan adilokso sangat banyak dan besar.
******
BRAK...!!!
Suara gaduh terdengar dari ruang tengah.
Tidak mungkin ada maling pada jam empat pagi bukan? Apalagi area peeumahan kami sangat Elit. Bukan hanya cctv dan scurity di gerbang masuk dan keluar. Tapi juga ada scurity yang keliling setiap dua jam sekali.
Aku memberanikan diri untuk tirun dari tempat tidurku dan mengendap ke arah pintu kamar. Berharap bisa mengintip secara perhalan lewat lubang kunci.
Tapi....
"Brak...!!!"
Tubuh Toby segera terjatuh menimpaku dengan aroma alcohol yqng menyengat.
Dengan Albert yang mendekat dengan cekatan.
Tubuh Toby sudah setengah sadar kini berpindah kebtubuh Albert yang nampak tidak mudah membopongnya.
Aku mendengus marah dan juga lega. Setidaknya dia pulang dengan baju yang sama dan juga bau alcohol bukan parfume wanita lain.
"Bantu taruh tubuhnya di ranjang saja " Pintaku pada Albert yang mulai bisa membopong Toby dengan stabil.
__ADS_1