
****
"Jadi Bagaimana?
Soal Apa?
Kamu masih marah padaku.
" Aku tidak bisa marah lagi Tob, aku sudah pada titik di mana aku seperti menyetir di jalan yang berkabut. Aku hanya sanggup menjalani apa yang di depan saja. "Aku menghembuskan nafas panjang
Srmua rencana hidup yang aku tata sepertinya runtuh tanpa bekas.
" Tapi sungguh mencintaimu" suara Toby sedikit tercekat. Seharusnya aku menyambut penuh cita. Tapi ternyata, aku malah tetluka. Karena aku sudah tidak peduli dengan kata cunta dari mulut siapapun saat ini.
"Dan kamu menyukaiku bukan?" Toby mengejar jawaban dari diriku yang madih terdiam.
"Tentu saja!" ahirnya aku mengeluarkan kata itu, kata yang sudah seharusnya di ungkapkan oleh istri pada suaminya. "tapi aku tak yakin bagian yang mana yang aku sukai"
Toby langsung menciumku, "jawaban itu sudah cukup"
__ADS_1
Aku berusaha tersenyum, tapi wajahku masih terasa kaku. Dan tak dapat menolak ketika Toby memelukku erat.
*****
Om Yoga dan team management.
"Apakah kamu sungguh ingin mengubah wajah agency kita" Tanya Laura sang wakil Direktur pada Om Yoga.
"Tidak ada pilihan, toby seperti bom waktu saat ini. Permusuhannya dengan Rizal bisa membuka banyak hal. Termasuk tentang ku. Jadi sebelum itu terjadi, lebih baik kita menghentikannya" jawab Om Yoga yang begiru sigap.
"Hal itu akam sangat merugikan kita, mengingat Album Toby secara pejualan terus mengalami kenaikan yang significant. Terutama single Nothing Wrong yang berduet dengan istrinya" Laura coba menjelaskan situasinya "Tidak bisa aku pungkiri, siasat Toby yang memilih menikahi wanita biasa ternyata menjadi marketing yang cukup ampuh".
"Bagaimana kalau kita mengalihkan fansnya dulu ke wajaj baru sehingga menghilangnya Toby tidak akan memancing perhatian karena sedang beralih pada sosok baru" Kali ini Michael selaku Public Relation juga ikut memberi saran.
"Caranya?"
"Kita lakukan duet lagu Toby Nothing Wrong dengan artist baru kita Rachel" Michael mulai mengutarakan rencannya "Mereka juga sempat di isukan dekat karena mereka pernah tumbuh bersama"
"Bujankah akan menibggalkan gossip?" tanya laura yang kurang setuju dengan usul Michael.
__ADS_1
"Benar.. Tapi bukan hanya itu. Di saat yang sama di panggung yang sama kita juga menampilkan Steven penyanyi Solo pria kita. Dengan mentanyikan lagu Toby yang di tuduh plagiat, serta mengkonfirmasikan bahwa itu sesungguhnya kira beli" lanjutnya.
"Toby tidak akan curiga, karena terasa terbantu. Tapi Sebenarnya kita menggunakannya untuk mengkatrol popularitas artis yang lain" Michael mulai menjelaskan lebih detail rencannya.
"Setelah itu pilih film yang cukup dia sukai. Dan kita umumkan bahwa dia hiatus. Saat dia masih sibuk syuting. Toby protest atau tidak... Dia pasti telat menyadari. Dan berita itu akan menyebar cepat" Tutupnya dengan senyum kepuasan.
Om Yoga mulai mengetuk - ngetukkan jemarinya di meja jati "Toby bisa mengamuk padaku" desisnya yang masih hawatir, akan kehilangan profit dari Toby.
"Resiko...!" Tanggap Michael cepat " kita bisa memiliki penawaran kepada ayah Toby untuk membantu dana kita apabila ingin pencabutan masa hiarus Toby"
"orang tua itu... Tidak akan tergoda, dia mungkin akan senang.."
"Maka kita beralih ke rencana B yaitu Toby sendiri agar merengek ke ayahnya. Dan bila ayahnya tidak setuju, dia pasti akan mengurung Toby dalam perusahaannya. Dipikir bagaimanapun kita akan untung"
Seisi ruangan terdiam sejenak.
"Tapi sebenarnya apakah kita tudak terlalu kejam?"Laura mulai membuka suaranya." Toby menyumbang profit paling besar ke agency kita srlama bertahun tahun. Dan ketika runyam, kita justru meninggalkannya"
"Kita tidak meninggalkannya, hanya menekam popularitasnya" Om Yoga mencoba menwmukan alasan untuk menyetujui rencana Michael. "Dengan begitu Rizal juga tidak bisa mengancam kita dengan situasi Toby. Karena toby sudah tidak seistimewa dulu"
__ADS_1
*****