TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Bab 28


__ADS_3

Clara perlahan berjalan mendekati sang Ayah, melihat wajah tua dan lelah yang sudah melekat pada sanga ayah, membuat Clara sangat merasa durhaka atas apa yang ia lakukan pada kedua orang tua nya.


Pak Nanda perlahan membuka mata nya, tersenyum dan menangis saat melihat putri nya kembali.


"Papa. Maafin Clara Pa. Clara sudah jadi anak yang jahat." Ucap Clara sembari menangis terisak Isak.


"Sudah Lah, jangan bersedih lagi, Sekarang kamu sudah kembali, Papa sangat senang." Ucap Pak Nanda.


"Maaf kalau keinginan Papa menikahkan kamu dengan Kenan sangat menyakitkan kamu." Ucap Pak Nanda.


Kenan berdiri mendengar dan melihat percakapan mereka. ia pun tak tahu harus berkata apa dan hanya bisa berdiri diam Matung.


"Papa nyakin Kenan bisa menjadi suami yang baik untuk kamu. Apa yang terjadi diantara kalian Malam itu, Papa hanya tak ingin ada penyesalan suatu hari ini." Ucap Pak Nanda yang suara nya terdengar sangat sesak dan berat.


"Papa, setelah Papa sembuh, baru kita bicara kan lagi soal ini, Papa jangan banyak bicara, nanti Papa capek." Clara menghentikan ayah nya yang terus berkata.


"Iya iya, tapi jangan pergi lagi dari Rumah Nak, kembali lah, kamu itu Anak satu-satunya Papa dan Mama." Ucap Pak Nanda.


Clara tanpa berpikir apa pun lagi, ia menyetujui permintaan Ayah nya, ia pun sebagai Seorang anak, tak mungkin meninggalkan Orang tua nya yang dalam keadaan sakit saat ini, terlebih Clara sangat menyayangi mereka.


Kenan yang mendengar ucapan Clara agak sedikit kecewa, namun ia juga tak bisa egois, untuk menyembunyikan kan rasa kesal nya, ia berjalan keluar dari kamar itu dan duduk di kursi di lorong rumah sakit.


Di tempat lain.

__ADS_1


Siska yang tengah mengambil sesuatu di kampus di hampiri Abian yang sangat mengagetkan nya.


"Sis."


"Eh Bi."


"Kau dari mana?." Tanya Abian.


"Dari kelas."


"Clara tak bersama mu, bukan nya kalian magang bareng?." Tanya Siska.


"Clara ada masalah keluarga, dan gak magang sudah seminggu lebih ini." Ucap Siska.


"Dia akan di nikahkan." Ucap Siska.


"Eh." Siska telepas mengatakan hal itu.


"Apa?, Menikah?, dengan siapa?." Bak di sambar petir siang bolong, Abian mendapatkan kabar kalau Clara akan menikah.


"Ga tahu, kamu tanya sendiri saja sama Clara ya. aku duluan ya." Ucap Siska dan berjalan pergi dengan segera.


"Sis."

__ADS_1


"Sis." panggil Abian yang masih membutuhkan penjelasan yang akurat dari Siska. namun Siska tak menggubris nya dan terus berjalan.


"Clara akan menikah?." Batin Abian.


Tak ingin membuang waktu, Abian lekas menuju ke rumah Clara, mencari wanita itu dan meminta penjelasan.


wanita yang sudah ia cintai sejak dulu, bahkan masih menunggu kesiapan untuk menerima nya, kini terdengar kalau akan segera di nikahkan.


Saat sampai di rumah Clara, Abian memencet bel rumah dan tampak Bibi keluar dari rumah itu.


"Eh Den Bian."


"Bi, Clara ada?." Tanya Abian.


"Non, Clara gak Ada Den, sudah seminggu lebih pergi dari rumah, Bibi khawatir sekali sama Non Claa." Ucap Bibi.


"Apa?, pergi dari rumah?." Semakin tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


"Iya Den, Non Clara pergi, kalau Den Abian lihat, tolong bawa dia pulang den, Kasian Bapak masuk rumah sakit karena Non Clara pergi." Ucap Bibi lagi.


Abian bersandar di motor, memikirkan Clara, sudah seminggu lebih dan ia baru tahu kabar ini.


"Ada Apa ini Clara, apa yang terjadi padamu?." Batin Abian.

__ADS_1


__ADS_2