TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Seorang gay?


__ADS_3

El dan Erik telah sampai ditempat reunian.


Disebuah cafe yang dengan suasana hangat dengan derai tawa orang-orang diruangan itu. Semua orang tampak bagi El tapi sebaliknya dengan Erik. Semua orang disini begitu dikenalnya. Semua orang di sana tersenyum menyambut Erik serta takjub memandangi El yang begitu cantik., termasuk seorang gadis cantik yang berlari mendekat.


"Hai Rik, datang juga ya" Dia tersenyum sambil sambil melirik El.


"Bukannya ini Elzia?" Carissa menatap kaget


"Iya, ini Elzia" erik tersenyum


"Tunggu-tunggu ada hubungan apa kalian?" Carissa mulai merasa tidak nyaman


"Oh itu" Erik ingin mengatakan mereka sebatas teman,


"Kenalkan gue pacarnya Erik" Erik mengulurkan tangan dengan senyumannya yang manis


"Apa? Pacar?" Carissa kaget dan berteriak membuat semua orang memandang kearah mereka


"Oh kenalkan ini" Erik hendak mengatakan El temannya


"Saya Pacarnya Erik" El mengulurkan tangan sambil tersenyum dengan anggun


"Carissa" Carissa menyambut salam El dengan hati kecewa namun dia berusaha menyembunyikannya


"Prok prok prok, Hebat juga lu Rik, pantesan aja nggak pernah pacaran selama ini. Ternyata lu nungguin bidadari ini jatuh ke bumi" Andre mencondongkan wajahnya ke El.


"Jangan dekat-dekat" Erik menarik tubuh El.


"Santai aja bro, jangan cemburuan gitu donk" Andre terkekeh sementara Carissa merasa makin panas.


"Yuk gabung dulu, lagian lu sih siapa suruh bawa cewe" Andre berbisik


"Kenapa? Iri bilang Bos" Erik berbisik pada Andre membuat Andre terkekeh, dia ikut bahagia Erik telah menepis isu gay selama ini.


Mereka telah bergabung dalam satu meja makan, mereka sibuk bercerita tentang kehidupan mereka saat ini sesekali mereka juga mengenang kehidupan mereka selama di kampus.


Carissa menatap El sambil memikirkan apa yang bisa dia lakukan. Erik tampak nyaman disamping El


"Apa mereka benar-benar pacaran?" Bisik hati Carissa


"El, sini dulu ada yang mau aku omongin" Carissa menarik tangan El


"Eh mau kemana?" Erik menatap Carissa.


"Pinjam bentar doang, ada yang mau di omongin sesama cewe"


"Omongin apa?" Erik penasaran


"Masalah cewe, kepo amat sih" Carissa menarik El


"Udalah Rik, biarin aja mereka paling pergi menggosip Yuk makan lagi" Andre tersenyum sambil menepuk pundak Erik.


"El, lu beneran pacarnya Erik?"


"Beneran, emang kenapa?"

__ADS_1


"Oh ya, sejauh mana hubungan kalian? Apa kalian pernah?" Carissa menyatukan tangannya seperti isyarat orang berciuman.


"nggak sih kalau itu" El merasa dirinya dan Erik benar belum pernah berciuman secara sadar.


"Tuh kan benar, El lu tau nggak sih kalau Erik itu seorang gay?" Bisik Carissa.


"Apa Gay?" El kaget


"Sstt" Carissa menutup mulut El dengan tangannya


"Ih jangan kencang-kencang dong"


"Tapi apa Lu serius?"


"Iya masa gue boong, teman teman disini juga pada tau lo kalau Erik itu nggak pernah tertarik sama cewe"


"Pantesan aja selama ini Erik nggak minta dilayani sebagai istri. Apa mungkin dia benar seoarang gay"


"Kok lo bengong El.jangan bilang kalau lu hanya sebagai topeng doang buat hilangin image gay nya dia" Carissa berkata ceplas ceplos


"Nggak kok, kami beneran pacaran"


"Oh ya" Carissa merasa sakit di dadanya.


💛💛💛


Reunian telah usai, Erik dan El telah kembali ke rumah. El masih kepikiran dengan perkataan Carissa. Selama ini Erik memang tidak menunjukkan ketertarikan kepadanya.


"Gue harus buktikan sendiri Erik gay atau tidak" Guman hati El. El mengganti bajunya dengan baju tidur yang **** memperlihatkan lekuk tuhunya. El juga berdandan dengan cantik dan mencoba gaya centil di depan cermin.


"Rik, tok tok tok" El mengetuk kamar Erik.


"Iya bentar" Erik segera membuka pintu. El langsung mendorong tubuh Erik ke kasur dengan gayanya yang menggoda. El berpose seperti seorang model majalah dewasa membuat Erik heran.


"El lu kenapa?" El tidak mempedulikan Erik, dia masih bergaya sambil menempelkan tubuhnya di dinding. Erik tidak tahan lagi melihat El seperti itu, dia langsung mengambil air


"Byyuuurr" Erik menyemburkan air itu ke wajah El.


"Erik, apaan sih gua jadi basah" teriak El kesal sambil membersihkan wajahnya.


"Syukurlah El, kami sudah sadar dari kerasukan"


"Apa? kamu bilang aku kerasukan?" El kaget dengan. pemikiran Erik.


"Gue nggak kerasukan, gue masih sadar-sesadar sadarnya" teriak El


"Trus, ngapain kamu kayak tadi?"


"Buat godain kami, apa beneran kamu nggak tertarik sama aku?" El semakin kesal, membuat Erik semakin ingin mengerjainya


"Maaf saya nggak tertarik" Erik memalingkan wajah dan pergi menuju kamar mandi


"Oh, jadi benar yang di bilang Carissa kalau kamu seorang gay"


Sontak langkah kaki Erik terhenti, selama ini dia tidak masalah di bilang gay oleh siapapun. Tapi anehnya dia merasa sakit kalau yang mengatakan itu adalah El

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Saya gay?" Erik membalikkan badannya dan menatap El tajam.


"Iya kenapa emangnya, memang iya kan?"


Erik tak tahan lagi dengan kata-kata yang diucapkan El.


Dia menarik tubuh El dan menindihnya di kasur. El kaget dengan reaksi Erik. Erik seketika berubah menjadi ganas dengan sorot matanya yang tajam menghujam mata El.


"Cup" Bibir Erik menempel pada bibir El dan menciuminya lembut.


El masih terkaget dengan reaksi Erik, dia ingin lari tapi tubuh Erik menahannya.


"Rik"


"Cup" Erik menciumnya lagi dengan liar


"Rik cu" El terengah, namun Erik masih melanjutkan aksinya.


Tangannya dengan liar sudah menarik baju Ek sampai robek bagian depannya.


El teringat dengan kelakuan diego waktu itu, tanpa sadar dia oun menangis lalu memohon pengampunan Erik yang sudah terlanjur marah.


"Rik, ampun aku nggak akan bilang lagi kamu gay lagi hiks hiks hiks" El menangis


Erik kaget dan menghentikan aksinya


"Aku tidak mau meniduri wanita secara paksa" dia berdiri dan menghela nafas lalu membuangnya kasar


"Kenapa kamu menangis, bukannya kamu mau membuktikan akau gay atau tidak?" Erik masih kesal. El berdiri dan memeluk Erik.


"Maafin aku Rik, aku yang salah hiks hiks" El masih terisak.


"Ya sudah, jangan menangis lagi" Erik membalas pelukan El yang kelihatan Shock. Lagi-lagi Erik luluh dengan air mata El.


"Erik maafin aku".


"Iya saya maafin, tapi jangan nangis lagi ya"


El mengangguk dan menyeka air matanya


"Ya sudah pergi tidur sana"


"Aku mau tidur disini"


"Apa kamu tidak takut sama saya?"


"Aku tau kok kamu nggak akan memaksa aku,lagian kamu kan nggak tertarik sama aku" Ucap El sambil tertunduk


"Sudah malam ayo kita tidur"


El berlari menidurkan diri di kasur dan memasukkan tubuhnya ke dalam selimut.


El yang tertidur tanpa sadar memeluk tubuh Erik. Erik menelan ludah menahan semua rasa dalam dadanya. Dia membelai bibir merah El.


"El maafkan saya membuat kamu takut, tapi jujur saja baru kali ini saya mencium seorang seorang wanita. Kenapa kelakuan kamu membuat saya jadi geregetan, hampir aja saya nggak bisa nahan diri tadi" Gumam hati Erik.

__ADS_1


bersambung❤️❤️❤️


__ADS_2