TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Episode 6 Pernikahan Rio dan Ameera


__ADS_3

Malam hari setelah selesai makan malam bersama, di meja makan dan di depan semua keluarga besar nya, Papah menyampaikan kabar kepada Rio mengenai Ameera yang sudah mau menerima rencana pernikahan perjodohan nya.


"Yo ?." Panggil Papah menatap kearah Rio.


"Iah Pah." Jawab Rio menatap kearah Papah sambil mengernyitkan dahinya.


Semua keluarga ikut menatap kearah Papah.


"Hmmp Papah mau kasih tau kamu, kalo Om Bagas sudah memberi kabar mengenai jawaban Ameera." Ucap Papah dengan muka serius.


"Oh terus Pah ?." Tanya Rio penasaran.


"Hmmmp Alhamdulillah jawaban nya Ameera mau menyetujui rencana pernikahan nya." Jawab Papah tersenyum .


Mendengar perkataan Papah nya jika Ameera sudah mau menyetujui rencana pernikahan nya,Rio hanya bisa pasrah dan sudah tidak ada alasan lagi untuk menolak nya.


"Ooh,iah Pah Alhamdulillah kalo gituh ." Ucap Rio tersenyum ringan.


"Iah Yo,setelah ini kita ke kamar kamu yah,biar Papah ajarin kamu ijab kobul nya." Ucap Papah.


Rio hanya membalas nya dengan senyuman dan menganggukan kepalanya.


Papah bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamar Rio.


Sekilas Rio menatap kearah semua keluarga nya,semua keluarganya tersenyum dan menganggukan kepalanya pertanda memberikan semangat kepada Rio,sedangkan Adrian sepupu Rio ketika Rio akan bangun dari duduknya menepuk nepuk kan tangan nya ke bahu Rio dan membisikan kata semangat ke telinga Rio,yang membuat Rio tersenyum dan semakin bersemangat.


Kemudian setelah itu Rio dengan cepat bangun dari duduknya dan langsung melangkah kan kaki nya mengikuti Papah nya dari belakang.


Sesampai nya di dalam kamar,Papah langsung mengajari Rio ijab kobul berulang ulang kali,sampai Rio benar-benar bisa,karena memang tidak banyak lagi waktu yang tersisa untuk Rio belajar ijab kobul,Rio hanya mempunyai kesempatan untuk belajar ijab kobul dalam waktu semalaman.


Dan setelah beberapa jam belajar ijab kobul, akhirnya Rio benar-benar sudah bisa menghapalkan ijab kobul nya,Papah Rio merasa sangat bahagia karena Rio sudah benar-benar bisa menghapalkan ijab kobulnya.


Waktu semakin larut malam, Papah memutuskan untuk kembali ke kamar nya untuk beristirahat dan Papah menyuruh Rio untuk tidur beristirahat juga,agar besok Rio fresh di hari pernikahan nya.


Papah dan semua keluarga tidur beristirahat,sedangkan Rio masih belum bisa tidur juga.


Waktu sudah menujukan pukul 02.30,di tempat yang berbeda Rio dan Ameera belum juga tidur, mereka masih memikirkan acara pernikahan nya besok, meski bagi mereka acara pernikahan nya ini diadakan nya dadakan, namun mereka tetap merasa gelisah dan deg-degan, mereka merasakan ada sesuatu yang berbeda yang belum pernah mereka alami, terutama bagi Rio yang akan mengucapkan ijab kobul, sampai pada akhirnya Rio dan Ameera benar-benar tidak tidur semalaman karena terus memikirkan acara pernikahannya.


***


Tak terasa waktu sudah menujukan waktu subuh,setelah mendengar suara adzan subuh semua keluarga besar Rio dan keluarga besar Ameera bangun dari tidurnya,mereka semua merasa sangat bahagia,karena hari yang mereka tunggu-tunggu selama ini akhirnya tiba juga,berbeda dengan Rio dan Ameera yang justru semakin merasa tidak percaya jika hari ini adalah hari pernikahan nya, ditambah dengan rasa gelisah dan deg-degan yang terus menghantui nya.


Rio,Ameera dan semua keluarga nya sholat subuh, setelah selesai sholat subuh semua keluarga besar Rio dan Ameera langsung sibuk bersiap-siap, sedangkan Rio dan Ameera setelah selesai sholat subuh memutus kan untuk mengaji dan terus berdoa' terlebih dahulu untuk Pernikahan nya,dalam doa' nya Rio dan Ameera berharap keputusan yang di ambil nya adalah memang benar-benar yang terbaik.


Setelah selesai sholat,mengaji dan berdoa', Ameera memutuskan untuk mengompres matanya yang sembab dengan batu es, namun di tengah-tengah Ameera yang sedang mengompres matanya dengan batu ea,tiba-tiba Ameera kedatangan Bunda dan tukang rias pernikahannya yang membawa baju pengantin dan banyak perlengkapan dan peralatan make up nya,sedangkan Rio setelah selesai sholat,mengaji dan berdoa' memutuskan untuk pergi ke pinggir pantai dekat villa nya sejenak, untuk menghirup udara segar dan menenangkan hatinya.


Pukul 08.00 Rio,Ameera dan semua keluarga nya sudah selesai bersiap, semua keluarga besar memakai baju seragam berwarna coklat muda, orang tua Rio dan orang tua Ameera memakai baju coklat tua, sedangkan Rio dan Ameera sudah sangat cantik dan tampan dengan baju pengantinnya yang berwarna putih, pernikahan Rio dan Ameera menggunakan adat sunda Bandung, jadi kebayang kan bagaimana Riasan dan baju Rio dan Ameera jika memakai adat sunda.


Setelah semuanya sudah siap,keluarga Rio dan keluarga Ameera langsung bergegas pergi ke Resort tempat acara pernikahan Rio dan Ameera akan di gelar.


Ameera dan keluarga nya tiba di Resort terlebih dahulu, setibanya Ameera di resort Ameera tidak langsung di bawa ke ruangan ijab kabul oleh keluarga nya akan tetapi Ameera langsung dibawa ke dalam suatu ruangan lain yang ada di resort tersebut untuk menunggu proses ijab kobul berlangsung sampai selesai, tidak lama kemudian Rio dan keluarga nya tiba di resort juga, orang tua Ameera dan semua keluarga besar Ameera menyambut kedatangan Rio dan semua keluarga nya layaknya seperti pernikahan pada umumnya, terkecuali Selly dan Putri yang bertugas menemani dan menjaga Ameera di ruang tunggu,kemudian setelah Rio dan keluarga nya sudah memasuki resort, keluarga Ameera langsung mengajak Rio dan keluarga nya untuk langsung memasuki ruangan tempat ijab kobul nya yang akan segera di langsungkan tepat pada pukul 09.00 nanti.


Sebentar lagi waktu menunjukan pukul 09.00,acara ijab kobul pun akan segera di mulai, semua keluarga besar Rio dan keluarga besar Ameera sudah duduk berkumpul untuk menyaksikan proses ijab kobul, Rio sudah duduk di kursi ijab kobul nya, dan pihak KUA pun sudah datang, Rio duduk diantara orang-orang KUA dan para saksi pernikahan nya, dengan posisi duduk berhadapan dengan Ayah Ameera langsung dan di dampingi oleh Papah nya,yang membuat Rio semakin grogi dan deg-degan.


* Meski Rio sudah biasa berbicara di depan banyak orang,dan sudah biasa menghadapi banjak orang, namun Rio merasa kali ini sangat jauh berbeda, Rio merasakan kegerogian dan deg-degan yang sangat luar biasa.


Ketika ijab kobul akan segera dimulai tiba-tiba Rio menoleh ke samping kearah Papah nya duduk sambil berbisik mengatakan jika dia sangat grogi dan deg-degan.


“Duuuh Pah Rio deg-degan,Rio merasa panas dingin seperti orang sakit.” Ucap Rio.


Mendengar perkataan Rio Papah tersenyum dan memberikan semangat kepada Rio. “Semangattt Yo,Rio pasti bisa,itu sudah biasa terjadi kepada semua orang yang akan melakukan ijab kobul,Papah juga dulu seperti itu ”Ucap Papah tersenyum berbisik ke Rio sambil menepuk bahu Rio pertanda memberikan semangat kepada Rio.


Acara ijab kobul akan di mulai,naib menanyakan kesiapan Rio. " Apakah Pak Rio sudah siap untuk ijab kobul ?."


"Insya Allah saya siap ." Jawab Rio lantang sambil memancarkan aura kegerogiannya.


"Baik lah kita mulai sekarang yah acara ijab kobul nya dengan di wali kan langsung oleh Ayah kandung saudari Ameera nya sendiri." Ucap naib / pihak dari KUA.


Rio hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman ringan nya.


Ijab kobul di mulai,Rio berjabatan tangan dengan Ayah Ameera, kemudian Rio melafalkan ijab kobulnya, Rio melafalkan ijab kobul nya hanya dengan 1x tarikan nafas saja sudah langsung SAH,Rio dan semua orang yang menyaksikan nya merasa sangat lega, bersyukur dan bahagia, akhirnya Rio dan Ameera sekarang sudah benar-benar resmi menyandang status sebagai pasangan suami dan istri,Rio masih belum benar-benar percaya jika sekarang dia adalah seorang suami orang,begitu juga dengan Ameera ketika adik nya memberi tahu jika acara ijab kobul sudah selesai dan berjalan dengan lancar,Ameera merasa terharu tidak percaya seperti mimpi ternyata dia sekarang sudah menjadi seorang istri dari seseorang.


Kini waktunya Ameera keluar dari dalam ruang tunggu nya, untuk di pertemukan dengan Rio yang sekarang sudah sah menjadi suami nya, dengan diaping oleh 2 orang dayang-dayang yang tak lain adalah adik dan sepupu nya sendiri.


Rio dan semuanya di minta untuk berdiri, untuk menyambut kedatangan Ameera, Rio dan Ameera semakin merasa deg-degan karena sebentar lagi akan dipertemukan.


Di pintu masuk ruangan ijab kobul,terlihat jelas ada seseorang yang sedang melangkah kan kakinya memasuki ruangan ijab kobul dengan di aping oleh 2 orang, semua pandangan orang yang berada di dalam ruangan ijab kobul tertuju padanya, semuanya merasa kagum dan pangling melihat kecantikan nya, yang akhirnya untuk pertama kalinya Rio dan Ameera saling bertemu dan saling melihat satu sama lain, sampai Rio dan Ameera tanpa menyadari jika sebenarnya dalam hatinya bergumam saling memuji dan mengaguminya satu sama lain, ketika melangkah kan kaki nya mendekati Rio sekilas sesekali Ameera menatap ke arah Rio sampai Rio dan Ameera benar-benar saling tatap satu sama lain yang membuat Ameera dan Rio merasa malu dan langsung mengalihkan tatapan nya ke yang lain.


* Pernikahan Rio dan Ameera hanya di hadiri oleh keluarga besar inti Rio dan keluarga inti Ameera saja,karena orang tua Rio dan orang tua Ameera tidak mengundang siapapun,karena pernikahan Rio dan Ameera hanya menggelar acara pernikahan secara sederhana saja.


Ameera terus melangkah mendekati Rio, sampai pada akhirnya Ameera benar-benar sudah berada di depan Rio, keluarga mengarahkan Rio untuk memakaikan cincin kepada Ameera, dengan gugup Rio menggapai tangan Ameera dan memakai kan cincin nya, setelah Rio memakai kan cincin nya dengan refleks Ameera meraih tangan Rio untuk bersalaman, ketika memakai kan cincin dan bersalaman untuk pertama kalinya Rio dan Ameera saling bersentuhan, setelah bersalaman Rio memegang ubun-ubun Ameera untuk membaca kan nya doa' kemudian setelah itu untuk pertama kalinya juga Rio dengan refleks mencium kening Ameera, yang sontak membuat Rio dan Ameera tiba-tiba salah tingkah dan malu-malu dengan muka memerah nya.


Untuk menutupi rasa malu nya,segera Rio memundurkan kursi tempat duduk Ameera dan langsung mempersilahkan Ameera untuk duduk, Ameera duduk di samping Rio untuk menandatangani buku nikah dan semua berkas-berkas dari KUA, semakin dekat Rio dan Ameera maka Rio dan Ameera merasa semakin deg-degan dan semakin salah tingkah.


Setelah semua proses acara ijab kobul selesai, semua keluarga besar Rio dan Ameera mendekati Rio dan Ameera untuk memberikan ucapan selamat dan doa' kepada Rio dan Ameera, kemudian setelah itu acara selanjutnya di lanjutkan dengan acara foto bersama,sungkeman,dan acara adat sunda lainnya,kemudian setelah semua acara selesai acara di tutup dengan acara makan bersama.


Waktu sudah menunjukan pukul 16.00, semua acara sudah selesai,sekarang waktunya Rio Ameera dan semua keluarga besar nya makan bersama, sebagai tanda penutupan dan perayaan puncak keberhasilan semua rencana nya, Rio Ameera dan semua keluarga besarnya pergi ke ruang makan bersama yang sudah di siapkan oleh orang-orang suruhan keluarga Rio, namun ketika melangkah kan kaki nya pergi ke ruang makan Rio mengaktifkan hp nya karena khawatir ada telpon penting karena mengingat malam nanti dia akan ada pertemuan dengan klayennya, dan ternyata betul saja setelah hp nya di aktifkan banyak pemberitahuan masuk yang berisi Rey telah mencoba menghubunginya beberapa kali, Rio terkejut, Rio langsung menghentikan langkah nya dan langsung menelpon balik Rey, karena Rio tau jika Rey menelpon pasti ada hal penting atau urgent, setelah telpon terhubung dengan Rey, Rio langsung menanyakan ada apa kepada Rey karena telah menghubunginya beberapa kali, Rey menjawab jika dia sudah sampai di villa tempat Rio biasa nya menginap, Rey menanyakan keberadaan Rio sekarang, karena ada file urgent yang harus segera di tanda tangani oleh Rio dan harus segera di kirim kan kepada klayen, seketika Rio langsung meminta Rey untuk menunggu nya, Rio langsung melanjutkan langkah nya memasuki ruang makan, dari pintu masuk terlihat semua makanan sudah tersaji di atas meja dan semua keluarga nya sudah duduk rapih di kursinya masing-masing hanya tinggal menunggu kedatangan Rio saja untuk memulai makan bersama nya, kemudian dengan cepat Rio mendekati semua keluarga nya, Rio meminta maaf dan memberitahu kan kepada semua keluarga nya jika dia tidak bisa mengikuti acara makan bersamanya karena Rey sudah menunggunya di villa ada hal urgent jadi Rio harus segera pulang ke villa, seketika semua keluarga nya terkejut mendengar perkataan Rio, namun setelah melihat raut muka Rio yang panik Papah Mamah dan semua keluarga besar Rio dan Ameera mengerti dan mengiyakannya, Papah melihat kearah Ameera dan setelah melihat kearah Ameera, Papah menatap Rio dan melirik menatap kearah Ameera, Rio mengerti maksud dari Papah nya, Rio melangkah kan kaki nya mendekati Ameera untuk meminta ijin kepada Ameera untuk pergi duluan.


"Hmmmp Ameera maaf aku pergi duluan yah,maaf aku ngga bisa mengikuti acara makan malam bersama." Ucap Rio kepada Ameera berdiri di belakang Ameera.


Mendengar suara Rio, Ameera berdiri dari duduknya dan membalikkan badannya menghadap kearah Rio.


"Oh iah ngga papa." Ucap Ameera tersenyum.


"Oh iyah nanti aku pulang ke tempat kamu tapi kemungkinan aku pulang malam setelah bertemu klayen." Ucap Rio.


"Iyah ngga papa,semoga lancar semua urusannya." Ucap Ameera tersenyum sambil meraih tangan Rio kemudian mencium tangan Rio.


Ketika Ameera meraih tangannya dan mencium tangannya Rio merasa sangat terkejut,seketika Rio bengong menatap Ameera lama, namun tidak lama kemudian Rio tersadar dan langsung mengerjapkan wajah nya, Rio langsung mengalihkan pandangannya ke semua keluarga nya dan berpamitan.


"Semua nya sekali lagi Rio minta maaf,Rio pergi duluan yah,selamat menikmati makan bersama nya, Assalamualaikum." Ucap Rio tersenyum menatap kearah semua keluarga nya dengan posisi kedua telapak tangannya di tempelkan dan di letakan di dadanya.


Semua keluarga menjawab salam Rio sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Kemudian dengan cepat Rio melangkah kan kaki nya pergi keluar meninggalkan semuanya menuju Pak Salman meminta nya untuk mengatarnya pulang ke villa.


Pak Salman mengantar Rio pulang ke villa,dan setelah 30 menit perjalanan akhirnya Rio sampai di villa, melihat kedatangan mobil di villa, Rey langsung bangun dari duduk nya dan melangkah kan kaki nya mendekati mobil tersebut,karena Rey tau jika yang datang pasti bosnya yaitu Rio,ketika mobil berhenti Pak Salman segera turun dan langsung membukakan pintu Rio,ketika pintu sudah dibukakan, Rio langsung turun dari dalam mobil nya,sekilas Rio menatap kearah Rey namun dengan cepat Rio langsung melanjutkan langkah nya memasuki villa, setelah Rio melangkah kan kaki nya memasuki villa Pak Salman langsung kembali ke Resort lagi untuk menjemput orang tua Rio, disisi lain ketika Rio keluar dari mobil nya,Rey terkejut merasa heran dan bingung melihat penampilan bosnya hari ini,namun karena Rio langsung melangkah kan kaki nya memasuki villa dengan cepat, dengan terpaksa Rey menahan rasa penasaran nya untuk bertanya kepada Rio dan memilih untuk langsung mengikuti langkah Rio dari belakangnya.


Sesampainya di dalam villa,tanpa mengganti baju nya terlebih dahulu Rio langsung duduk di kursi ruang tamu, dan Rio langsung menanyakan file penting yang harus di tanda tangani nya kepada Rey.


"Rey mana file saya yang harus segera saya tanda tangani ?."


"Oh i..ini Pak." Jawab Rey dengan gugup sambil menyerahkan file nya kepada Rio.


Rey meminta Rey untuk duduk sambil menunggu nya memeriksa dan menandatangani file nya.


"Silahkan duduk Rey,biar saya periksa file nya terlebih dahulu sebelum saya tanda tangani." Ucap Rio kepada Rey sambil tetap fokus menatap dan memeriksa filenya."


"I.. iyah Pak terimakasih." Ucap Rey masih dengan nada gugup nya dan masih dengan tatapan penuh tanda tanya nya kepada Rio.


Namun sepertinya Rio merasakan Rey yang sedri tadi terus menatap nya dengan penuh keheranan, kemudian Rio menanyakan nya kepada Rey.


"Kenapa kamu Rey,sedari tadi menatap saya seperti itu ?."


"Hmmp mohon maaf Pak tidak ada apa-apa." Jawab Rey gelagapan.


"Hahah jangan bohong kamu Rey,saya tau apa yang sedang kamu fikiran."


"Hmmp mohon maaf Pak saya tidak ada maksud apa-apa,saya hanya heran dengan penampilan Bapak hari ini."


"Hahahh memangnya kenapa sama penampilan saya hari ini ?."


"Penampilan Bapak berbeda hari ini,saya baru pertama kalinya melihat Bapak berpakaian seperti ini,apakah hari ini Bapak habis menghadiri acara pestival adat budaya Indonesia ?."


"Hahahha menurut kamu ? apakah di jadwal agenda saya ada jadwal saya menghadiri acara pestival hari ini ?."


"Tidak ada Pak,justru itu saya merasa heran, sedangkan setahu saya di agenda Bapak hari ini hanya ada liburan keluarga, menghadiri acara pernikahan anak sahabat Tuan dan Nyonya dan jadwal yang terakhir nanti malam yaitu pertemuan dengan mr jack."


"Nah itu kamu tahu kan kalo saya tidak ada jadwal menghadiri pestival."


"Iah Pak,tapi saya masih bingung dan heran kenapa Bapak berpakaian seperti ini ? masa iyah ini dress code acara pernikahan anak sahabat Tuan dan Nyonya,kan rasa nya ngga mungkin,kalo pengantin nya yang memakai pakaian seperti ini baru mungkin,tapi kan ngga mungkin Bapak yang menjadi pengantin nya."


Seketika Rio menoleh menatap kearah Rio. "Kalo mungkin bagaimana ?."


Rey tidak mengerti maksud bos nya, kemudian Rey bertanya maksud dari kata-kata bos nya. " Maksudnya Pak ?."


"Iah kalo saya beneran yang menjadi pengantin nya bagaimana ?."


"Ya ngga papa Pak,tapi rasa nya ngga mungkin,soalnya kan di agenda ngga ada tulisan pernikahan Bapak hari ini."


"Hahah bagaimana ada tulisan nya di agenda saya jika rencana pernikahannya saja baru saya ketahui ketika saya sampai di sini."


"Hah maksudnya Pak ? jadi benar baju ini baju pengantin pernikahan Bapak ?."


"Hmmmp ya begitulah, seperti apa yang kamu lihat dan apa yang saya katakan."


"Tapi maaf Pak bukankah seharusnya yang menikah itu anak sahabat Tuan dan Nyonya,dan bukankah Bapak hanya menghadiri nya saja ?."


"Ya pada awalnya saya juga berfikir seperti itu,namun kenyataannya justru ternyata saya yang menjadi pengantin laki-laki nya yang menikah dengan anak sahabat Papah sama Mamah."


"Hah ? jadi benar adanya pernikahan anak sahabat Tuan dan Nyonya itu,namun pengantin laki-laki nya Bapak ?."


"Iah, ternyata mereka semua sudah merencanakan rencana pernikahan ini sudah lama, ternyata mereka sudah menjodohkan saya dengan istri saya sejak kami masih kecil,dan ketika kami sudah dewasa dan ketika semua persiapan nya sudah hampir rampung 100% baru mereka menjebak kami untuk datang ke sini dengan berbagai macam alasan nya ya seperti mengajak liburan lah, menghadiri acara pernikahan anak sahabat nya lah dan alasan-alasan lainnya."


"Ya tuhan cerita Bapak sangat mengerikan sekali sama seperti drama-drama yang pernah saya dengar Pak."


"Hhahah mengerikan bukan ? tapi ya bagaimana lagi,kamu kan tahu kelemahan saya kalo sudah berurusan dengan keluarga saya,jadi saya ikuti saja semua kemauan mereka,yang penting mereka bahagia,karena saya yakin mereka pasti selalu menginginkan yang terbaik buat saya."


"Bapak sangat luar biasa sekali,saya merasa terharu, ini salah satu hal yang saya suka dari Bapak, padahal sebenarnya tanpa Bapak di jodohkan pun perempuan sudah banyak yang mengatri menginginkan Bapak, mulai dari karyawan di kantor, anak-anak sahabat Tuan dan Nyonya sampai mungkin sahabat atau teman Bapak sendiri, Bapak hanya tinggal memilih nya saja, yang seperti apapun modelnya ada."

__ADS_1


"Hahahha kamu bisa saja,namun kenyataannya saya tidak pernah tertarik sama mereka semua, dan saya tidak pernah ada waktu untuk melayani keterarikan mereka kepada saya, setiap hari saya selalu sibuk bekerja dan di sibukan dengan aktivitas-aktivitas saya lainnya."


"Hah tidak pernah tertarik ? lalu bagaimana dengan perempuan yang sekarang sudah menjadi istri Bapak ? bukankah beliau anak sahabat Tuan dan Nyonya juga ?."


"Iah betul,tapi yang ini saya dan kamu belum pernah bertemu sebelumnya,saya saja baru di pertemukan dan melihat nya setelah saya benar-benar sudah sah menjadi suami nya."


"Hah serius Pak ? ko bisa ? lalu Pak setelah Bapak bertemu dan melihat nya mengecewakan tidak ? apakah Bapak menyesali nya,karena mungkin lebih cantikan perempuan-perempuan yang menginginkan Bapak di luar sanah ?."


"Hahahah ya serius,dan ya bisa kan dari awal saya sudah mengatakan nya jika saya menikah karena saya di jebak dan di jodohkan,saya mengetahui nya setelah saya datang ke sini, jadi mana sempat saya bertemu dengannya sebelumnya sedangkan dia saja baru sampai kemarin,datang kesini lebih lambat dari saya,jadi ya ketika saya menyetujui semua rencana keluarga saya,disitu saya benar-benar ikhlas dan pasrah saja apapun yang akan terjadi dan bagaimana pun bentuk rupa istri saya nanti,dan untuk pertanyaan kamu jika dia cantik atau tidak,dan cantikan mana saya tidak bisa menhawab nya,nanti biar kamu sendiri saja yang menilai nya ketika nanti kamu bertemu dengannya,tapi yang jelas saya tidak pernah merasa menyesali apapun yang sudah terjadu kepada saya,dan yang saya tahu sekarang dia sudah menjadi istri saya.


"Hmmmp ckck benar-benar cerita Bapak sangat luar biasa,justru malah melebihi cerita drama yang pernah saya dengar Pak,rasanya baru kali ini saya mendengar kejadian seperti Bapak,saya jadi tidak sabar ingin sekali bertemu istri Bapak."


"Hahaha kamu nih korban drama Rey,eh tapi Rey karena kamu sudah terlanjur mengetahui nya,saya minta sama kamu untuk merahasiakan pernikahan saya ini dari semuanya untuk sementara waktu, mulai dari karyawan, kolegan sampai teman dan sahabat saya."


"Hah mana mungkin Pak ? sedangkan jika istri Bapak sudah pulang kerumah Bapak pasti para pekerja di rumah Bapak mengetahui nya juga jika dia istri Bapak,dan begitu juga dengan semua sahabat dan teman-teman Bapak,mereka kan sering main ke rumah Bapak,jadi pasti mereka akan mengetahui nya juga."


"Hahah kamu tenang saja, semuanya sudah saya fikiran nanti biar saya yang mengatur nya, karena istri saya juga tidak mungkin setiap hari ada di rumah saya,dan tidak mungkin juga dalam waktu dekat ini akan kerumah saya,jadi kamu ikuti saja apa perintah saya."


"Hah maksud Bapak nanti Bapak dan istri Bapak akan tinggal berpisah ? nanti istri Bapak akan tetap tinggal bersama orang tuanya ?."


"Hahah Rey Rey siapa yang bilang seperti itu ?."


"Itu tadi Bapak ?."


"Hahahah saya memang pasti akan tinggal berpisah Rey dengan istri saya,dan kemungkinan memang saya tidak akan bisa bertemu dengan nya setiap hari, kan kamu juga tau gimana pekerjaan saya dan aktivitas-aktivitas saya, tapi itu semua bukan karena dia akan tinggal di rumah orang tuanya, melainkan karena aktivitas kami masing-masing, dia bekerja di Bandung dan tinggal di rumah nya sendiri di sanah, sedangkan saya sendiri pun bekerja di Jakarta dan saya tinggal di rumah saya sendiri di Jakarta,dan mengenai untuk kenapa dalam waktu dekat ini dia tidak mungkin kerumah saya, karena besok saja dia sudah harus berangkat ke Landen selama 2 minggu,belum lagi setelah dia pulang ganti an saya dan kamu yang harus pergi ke Amsterdam ya kan,jadi aga sulit untuk kami bertemu."


"Loh kalo begitu kenapa Bapak tidak menyuruh nya untuk berhenti bekerja saja Pak ? Bapak suruh dia untuk tinggal di rumah Bapak saja, jadi kan Bapak bisa dengan mudah untuk bertemu dengannya, saya rasa kalo untuk masalah materi Bapak sangat mampu dan sangat bisa menafkahi dia walaupun dia tidak bekerja."


"Hahaah tidak bisa Rey,tidak semudah itu,tidak mungkin dia mau, karena dia sudah terbiasa dengan banyak aktivitas nya sama seperti saya, mangkanya orang tua kami menjodohkan kami karena kata mereka kami mempunyai kesamaan yang sama yaitu sama-sama penggila kerja,lagi pula saya sangat menyukai perempuan seperti itu, perempuan yang tidak manja, perempuan mandiri, dan perempuan pekerja keras,jadi tidak akan pernah menggangu semua pekerjaan dan aktivitas saya,dan satu lagi Rey dia tidak akan mungkin menginginkan saya hanya karena harta dan kedudukan saya."


"Hah memang dia juga sibuk seperti Bapak ?dan memang nya dia juga kaya Pak ? dia bekerja apa Pak ?"


"Hahahah nanti kamu akan mengetahui sendiri apa pekerjaan dia,yang jelas sekarang saya hanya minta sama kamu untuk mengikuti saja apa yang saya perintahkan."


"Oh iyah Pak saya janji saya akan menjaga amanah Bapak,saya tidak akan membocorkan pernikahan Bapak sampai Bapak sendiri yang benar-benar membongkar nya."


"Ok bagus, terimakasih Rey."


"Iah Pak sama-sama,saya hanya tidak bisa membayangkan nya Pak jika semua para karyawan-karyawan dan semua para perempuan-perempuan peminat Bapak mengetahui ini semua pasti akan menjadi haru galau sedunia bagi mereka."


"Hahahha bisa saja kamu Rey,kamu terlalu berlebihan,ya sudah cepat kamu kirim file ini,klayen pasti sudah menunggunya,saya akan mandi dulu dan beristirahat sebentar sebelum magrib,karena saya tidak tidur semalaman,karena saya di tuntut harus bekajar dan harus bisa mengucapkan ijab kobul hanya dalam waktu semalam."


"Hahahha ok baik lah Pak,saya permisi dulu nanti setelah magrib saya datang ke sini lagi, selamat beristirahat, kumpulkan tenaga sebanyak banyaknya untuk bertempur nanti malam sebelum di tinggal pergi Pak."


"Hahahha kamu ini,sudah cepat pergi sanah, sebelum saya mengeluarkan taring saya."


"Hahahh iah iah baik pak, pokoknya saya ucapkan selamat yah Pak,semoga kehidupan pernikahan Bapak bahagia selalu,ya sudah kalo begitu saya permisi dulu Pak, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, iyah terimakasih Rey."


***


Malam hari pukul 09.00 Rio pulang ke villa tempat Ameera dan keluarga nya menginap,Rio mengetahui tempat Ameera dan keluarga nya menginap dari orang tuanya.


Kemudian setelah Rio sudah sampai dan ada di depan pintu,Rio mengetuk pintu dan mengucapkan salam, berharap ada seseorang yang belum tidur yang akan menjawab salam dan membuka kannya pintu masuk,dan betul saja setelah tidak lama Rio mengetuk pintu dan mengucapkan salam,dari dalam terdengar ada seseorang yang menjawab salam nya dan segera membuka kannya pintu,yang tak lain seseorang itu adalah Ayah Ameera atau yang sekarang sudah menjadi Ayah mertua nya.


Setelah Ayah membuka kan pintu masuk Rio langsung bersalaman dengan Ayah dan menanyakan keberadaan yang lain pada Ayah.


"Ayah ko belum tidur ? yang lain sudah pada tidur Yah ?."


"Iah yang lain sudah tidur semua,Ayah belum tidur, karena Ayah menunggu kamu,mau ada yang Ayah bicarakan sama kamu."


"Ayah mau membicarakan apa Yah ? seperti nya serius sekali sampai Ayah menunggu Rio pulang sampai jam segini."


"Iah ini memang serius mengenai Ameera."


"Mengenai Ameera ? Ameera kenapa Yah ?."


"Ameera ngga kenapa-kenapa,hanya saja ini mengenai pekerjaan Ameera dan keberangkatan Ameera ke Landen besok,Ayah Bunda dan semua keluarga minta maaf yah sama kamu,karena di hari pertama setelah pernikahan kamu,kamu sudah harus di tinggal pergi sama Ameera dalam waktu yang lumayan lama,Ayah Bunda dan semua keluarga sebenarnya merasa tidak enak sama kamu, tapi jujur ini di luar kendali kami,karena mungkin Rio juga sudah mengetahui nya dari Papah Rio jika Ameera sangat keras dalam hal bekerja,lagi pula kami tidak bisa menyalahkan Ameera karena sama seperti Rio juga jika Ameera juga tidak mengetahui rencana pernikahan ini sebelumnya,jadi kami mewajarkan Ameera tetap pada aktivitas nya meski sehari setelah pernikahan nya dia harus pergi meninggalkan Rio, sekali lagi kami mohon maaf, kami harap Rio mau memaafkan kami, Rio memahami keberangkatan Ameera besok,Rio mau mengerti dan mau menerima kekerasan atau kegilaan Ameera dalam hal bekerja."


"Oh mengenai itu, iyah Ayah, Rio sudah tau mengenai keberangkatan Ameera besok dan Rio sudah mengetahui mengenai pekerjaan Ameera dan Ameera kepada pekerjaannya dari Papah sebelum Rio menikahi Ameera, dan Rio sudah menyetujui untuk menikahi Ameera yang berartikan secara tidak langsung Rio sudah mengerti,sudah menerima dan sudah memahami pekerjaan Ameera dan Ameera kepada pekerjaan nya termasuk keberangkatan Ameera besok, Rio saja padahal acara belum selesai semua Rio sudah langsung pergi meninggalkan Ameera dan semua keluarga untuk urusan pekerjaan,jadi nya Rio tidak bisa mengikuti acara makan bersama keluarga besar untuk yang pertama kali nya iya kan hehe, dan untuk Ayah dan semuanya ketahui ketika Rio sudah mengucapkan ijab kobul berarti kan secara tidak langsung Rio juga sudah menerima semuanya mengenai Ameera baik dalam hal kelebihan maupun sampai dalam hal kekurangan nya, jadi Ayah Bunda dan semua keluarga yang lain nya tidak usah khawatir dan merasa bersalah yah,lagi pula kan Ayah dan semua nya tau bagaimana pernikahan Rio dan Ameera terjadi,jadi pasti butuh waktu bagi kami untuk bisa benar-benar menerima semuanya satu sama lain,jadi untuk sementara waktu biar kan saja Rio dan Ameera menjalankan aktivitas kami seperti biasa nya,biarkan kami saling mengenal dengan cara kami,anggap saja pacaran halal setelah menikah ya kan Yah hehe,meski kami tetap menjalankan aktivitas kami masing-masing sama seperti biasa nya yang penting kan kami bisa saling tau diri dengan status kami dan bisa saling menjaga komitmen satu sama lain, pokoknya yang ter penting yang Rio sama Ameera minta dari Ayah Bunda dan semua nya adalah doa', tolong selalu doakan Rio dan Ameera Yah Ayah." Ucap Rio kepada Ayah sambil menjelaskan dan berusaha meyakinkan yang di akhir dengan pelukan Rio kepada Ayah.


"Iyah Yo, terimakasih banyak Yo,kamu memang anak yang baik, Ayah sangat bangga memiliki menantu seperti kamu." Ucap Ayah tersenyum bahagia dalam pelukan Rio.


Kemudian Ayah melepaskan pelukan Rio dan Ayah menyuruh Rio untuk beristirahat.


"Ya sudah Yo kamu istirahat dulu,kamu pasti cape sudah beraktivitas seharian,Ayah juga mau istirahat,sudah malam,itu kamar yang paling pojok kamar Ameera,nanti kamu ketuk saja khawatir Ameera sudah tidur dan Ameera mengunci pintunya." Ucap Ayah tersenyum sambil menunjukkan letak kamar Ameera yang berarti sekarang menjadi kamar Rio juga.


"Oh iya sudah Yah,selamat beristirahat, Rio ke kamar dulu yah Yah." Ucap Rio sambil bangun dari duduknya.


Ayah hanya membalas nya dengan senyuman dan anggukan kepala nya.


Rio pun bergegas pergi melangkah kan kaki nya meninggalkan Ayah menuju kamar nya.


Sesampainya di depan pintu kamar sesuai petunjuk dari Ayah, Rio tidak langsung mengetuk atau membuka nya,akan tetapi Rio diam dulu sejenak karena Rio merasa deg-degan karena Rio akan memasuki kamar perempuan selain Mamah nya dan keluarga nya untuk pertama kali nya,bahkan sampai Rio harus tidur bersama nya,Rio benar-benar merasa gugup dan grogi.


Namun setelah tidak berapa lama kemudian,Rio memutuskan untuk memberanikan diri untuk memasuki kamar nya, Rio berharap Ameera sudah tidur dan pintunya tidak di kunci,kemudian Rio mencoba membuka nya dengan pelan tanpa mengetuk nya terlebih dahulu, dan ternyata benar saja, pintu tidak di kunci,Ameera tidak mengunci pintu kamar nya,Rio merasa sangat senang dan bahagia, Rio merasa rasa deg-degan,grogi dan gugup nya aga berkurang, kemudian dengan cepat Rio memasuki kamar nya dan ketika Rio sudah memasuki kamar nya seketika Rio terkejut karena ternyata Ameera masih belum tidur juga, Ameera masih sibuk dengan laptopnya,rasa deg-degan,grogi dan gugup itu pun semakin menjadi jadi,bahkan rasa itu bukan hanya hinggap kepada Rio melainkan hinggap kepada Ameera juga,Ameera merasa terkejut setelah Rio memasuki kamar nya,seketika Ameera terhenti memainkan laptopnya dan langsung mengubah posisi memainkan laptopnya dari yang tadi nya memainkan laptopnya dengan posisi tengkurap sekarang bangun dengan posisi duduk sambil menyender di senderan tempat tidurnya.


Rio menarik nafas nya panjang kemudian membuang nya dengan kasar lalu menyapa Ameera dengan bertanya "Hmmp ko belum tidur ?." Tanya Rio kepada Ameera sambil melangkahkan kaki nya mendekati Ameera.


"Iah belum,masih ada pekerjaan yang belum selesai.” Jawab Ameera tersenyum ringan.


"Ooh."


"Oiah tadi gimana pertemuan sama klayen nya ? lancar ?."


"Lancar Alhamdulillah."


"Alhamdulillah."


"Oiah aku mau ganti baju,baju aku dimana yah ? soalnya tadi kata Mamah Pak Salman sudah mengantarkan nya ke sini ? ."


"Oh iyah, baju nya ada di lemari,sebentar biar aku ambilkan."


"Nih baju nya."


"Terimakasih."


"Iyah sama-sama."


Rio memasuki kamar mandi dan mengganti baju nya.


Setelah selesai mengganti baju nya,Rio keluar dari kamar mandinya dan duduk di atas tempat tidurnya bersebelahan dengan Ameera sambil menyender dan memainkan hp nya.


Ketika Rio sedang duduk dan asik memainkan hp nya tiba-tiba Ameera mengajak nya berbicara.


"Hmmmp boleh aku berbicara."


Rio menyudahi memainkan hp nya kemudian menoleh kearah Ameera dan bertanya. "Silahkan,mau bicara mengenai apah ?."


"Hmmp pertama tama aku mau tanya aku harus panggil apah ?."


"Hmmp terserah kamu,aku ok ok saja."


"Hmmp apa yah ?." Ucap Ameera bingung.


"Hmmmp panggil sajah aku dengan sebutan mas kalo kamu mau."


"Oh iyah baik biar aku panggil mas saja heheh."


"Hmmmp maaf mas aku mau kasih tau kalo besok aku harus pergi ke Landen,aku ada pelatihan di sana selama 2 minggu,aku minta maaf karena sehari setelah pernikahan kita aku sudah harus pergi meninggalkan mas dalam waktu yang aga lama,."


"Hmmp iyah ngga papa,aku mengerti dan aku tidak mempermasalahkan nya,aku doa' kan semoga lancar pelatihan nya."


"Terimakasih mas,hmmmp tapi masih ada lagi mas yang masih jadi ganjelan di hati dan fikiran aku,yang bikin aku masih belum tenang."


"Apah ?."


"Hmmp yang masih jadi ganjelan di hati dan fikiran aku,dan yang masih bikin aku ngrasa masih belum tenang yaitu mengenai kehidupan kita mas setelah pernikahan ini, dan setelah kepulangan aku dari Landen, soalnya maaf mas kemungkinan nanti sepulangnya aku dari Landen aku bakalan sering tinggalin mas keluar kota dan keluar negara untuk urusan pekerjaan, dan selain itu juga aku minta maaf kemungkinan aku ngga bisa pindah tinggal di rumah mas soalnya selain aku udah punya rumah sendiri, tapi karena kerjaan aku di sanah juga,kira-kira mas keberatan ngga,kalo aku tetap tinggal di Bandung ?."


"Insya Allah aku ngga keberatan, kamu tenang saja karena aku pun seperti itu,aku sangat mencintai pekerjaan aku,aku juga jarang ada waktu di rumah,setiap hari nya aku selalu sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas-aktivitas aku, aku juga pasti bakalan sering keluar kota atau keluar negara, dan untuk masalah tempat tinggal, karena kita sudah sama-sama mempunyai rumah sendiri dan karena kita juga sama-sama sibuk sama-sama mempunyai kesibukan masing-masing setiap hari nya,jadi aku ngga masalah kalo kita tetap tinggal terpisah sama seperti biasa nya seperti kita sama-sama belum menikah, aku tinggal di Jakarta dan kamu tinggal di Bandung, nanti untuk masalah pertemuan menyesuaikan waktu kita saja, kalo aku lagi di Jakarta dan aku ngga terlalu sibuk aku ada waktu luang,biar aku yang pulang ke rumah kamu,dan begitu juga sebalik nya,kalo kamu lagi ada di Bandung kamu lagi ngga terlalu sibuk kamu yang pulang ke Jakarta gimana ?."


"Ok mas,aku setuju, Alhamdulillah kalo seperti itu,aku merasa lega dan senang mendengar nya, karena mas mau mengerti dan tidak mempermasalahkan nya,semoga sampai seterusnya begitu,karena jujur mas aku sangat suka bekerja, setiap hari aku selalu sibuk dengan pekerjaan aku, aku tidak bisa kalo sampai di suruh berhenti bekerja, mangkanya aku sangat takut menikah,karena aku takut kalo sampai terjadi perbedaan prinsip, aku takut kalo suami aku tidak memahami pekerjaan aku, aku takut kalo suami aku terlalu banyak menuntut sampai-sampai meminta aku berhenti bekerja."


"Hahah selagi suami kamu adalah saya,kamu tenang saja,kamu ga usah khawatir, saya tidak akan meminta kamu untuk berhenti bekerja,saya tidak akan mengganggu apapun aktivitas kamu, saya akan mengijinkan apapun aktivitas kamu selagi itu dalam hal kebaikan, dan kamu tetap boleh bermain bersama teman-teman kamu, asalkan kamu tetap menyadari setatus baru kamu sekarang, meskipun pernikahan kita untuk sementara waktu akan kita rahasiakan,dan meskipun kita tidak selalu bersama dan kita selalu sibuk dengan urusan kita, aku yakin kamu pasti mengerti maksud aku, tolong jaga amanah aku dan nama baik aku sebagai suami kamu,meskipun kita belum saling mengenal satu sama lain,kita menikah hanya karena perjodohan, dan dadakan, tapi karena ini semua sudah terjadi, jadi pernikahan tetap lah pernikahan, kamu sudah menjadi tanggung jawab aku,semua dosa-dosa mu sudah mulai aku yang akan menanggung sebagai suamimu."


"Iah mas aku mengerti, kamu ngga usah khawatir aku faham semua itu,aku tau dan akan selalu ingat setatus baru aku sebagai istri kamu,aku akan menjaga amanah dari kamu dan aku akan menjaga nama baik kamu dimana pun aku berada dan kemana pun aku pergi, terimakasih mas, terimakasih untuk semuanya, ternyata benar apa kata Ayah sama Bunda jika salah satu alasan mereka menjodohkan kita adalah karena kita sama-sama penggila bekerja heheh,aku janji mas nanti sepulangnya aku dari Landen aku akan langsung pulang ke rumah mas."


"Hmmmp tapi maaf seperti nya nanti setelah kamu pulang dari Landen aku yang gantian harus pergi ke Amsterdam selama 2 minggu,jadi seperti nya untuk sementara waktu kita ngga bisa ketemu dulu setelah ini."


"Hmmp ya udah ngga papa mas,sesempat nya ajah baru kita ketemu."


Rio tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Ya udah aku istirahat dulu mas,sudah malam."


"Iah aku pun mau istirahat sudah malam,setelah beraktivitas seharian.”


Rio dan Ameera tidur.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul 05.30 pagi, setelah selesai sholat subuh Rio dan Ameera langsung pulang ke Jakarta terlebih dahulu, mendahului keluarga nya, karena pagi ini Ameera akan berangkat ke Landen sedangkan Rio akan ada meeting bulanan bersama para pemegang saham,Rio dan Ameera pulang ke Jakarta bersama sama, pergi ke Bandara dengan di antarkan oleh Pak Salman.


Dan sesampainya Rio dan Ameera di Bandara Soekarno Hatta, Ameera langsung berpamitan kepada Rio, karena Ameera sudah harus langsung memasuki pesawat dan pergi ke Landen.


"Mas maaf kita harus pisah di sini, aku harus pergi sekarang.”


"Oh iya udah ngga papa, hati-hati dan semoga pelatihan nya lancar."

__ADS_1


"Terimakasih mas,ya udah aku pergi dulu yah mas."


Seperti biasa Rio hanya menjawab nya dengan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Ameera meraih tangan Rio bersalaman kemudian mengucapkan salam. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Ameera pergi meninggalkan Rio,sekilas Rio terus menatap kearah Ameera melangkah sampai Ameera benar-benar sudah tidak terlihat lagi,dan setelah Ameera pergi Rey baru datang untuk menjemput Rio,Rey celingak clinguk an melihat kearah keadaan sekitar, berharap ada istri Rio,karena sampai saat ini Rey masih belum bertemu dengan istri Rio.


"Kamu cari apa Rey ?."


"Cari istri Bapak, Bapak pasti pulang bersama istri Bapak kan ?."


"Hahahha kamu terlambat,dia sudah pergi ganti pesawat ke Landen."


"Ah sial gara-gara macet,jadi kehilangan kesempatan untuk bertemu Bos perempuan."


"Ckck berarti kamu belum beruntung Rey,kamu harus coba lagi."


"Ah Pak Rio nih,bikin saya penasaran ajah,harus nya tadi di tahan dulu sebelum saya dateng."


"Hahahha kamu nih,ya sudah cepat kita ke kantor,hari ini kan akan ada meeting."


"Hmmmp Pak Rio, seperti nya hari ini bersemangat sekali, seperti habis terjadi sesuatu saja semalam."


"Hahahha memang nya biasa nya saya ngga semangat gitu ?."


"Ya semangat Pak tapi hari ini aura nya beda."


"Hahahah kamu nih semakin ngaco saja,sudah lah hayoo cepat kita pergi ke kantor."


Rio dan Rey pergi ke kantor.


Sesampai nya Rio dan Rey di kantor langsung ke ruang meeting, karena semuanya sudah menunggu, Rio memulai meeting nya,dan setelah meeting nya selesai Rio kembali melanjutkan pekerjaannya seperti biasa nya,dan di tengah-tengah Rio sedang bekerja tiba-tiba salah satu sahabat nya datang menemui Rio karena ada masalah.


”Permisi,Rio ada ?.” Tanya Arik kepada Winda sekertaris Rio .


”Oh iah ada Pak, Pak Rio baru selesai meeting tadi,silahkan masuk.”


”Ok terimakasih”


Arik memasuki ruangan Rio.


Sesampainya di dalam Arik mengejutkan Rio yang sedang fokus bekerja dengan cara menggebrag meja Rio.


”Darr."


”Eh bro,lu ngagetin ajah."


"Kemana ajah lu,ngilang ajah,di telpon susah banget,udah tau penting, gue lagi butuh lu nih.”


"Iah bro sorry,gue baru pulang nih dari Bali,gue baru nyampe pagi ini,dan hp gua baru gua aktifin."


"Hah ngapain lu ke Bali ?."


"Hmmp biasa lah ada urusan,kemaren gue habis ngadirin acara di sanah sama Papah Mamah."


"Ooh."


"Tumben lu kesini ada apah ? dan lu tadi bilang katanya ada hal penting, hal penting apah ?."


”Nanti gue cerita, tapi sekarang kita keluar dulu yu,nanti gue cerita in di sanah."


"Hmmp mendingan lu cerita di sini ajah deh bro, soalnya gue lagi banyak kerjaan nih bro."


"Yah lu nih,sebentar doang, sahabat lu lagi urgen nih,lagi butuh lu."


"Hmmp ok ok,ya udah gue turutin kemauan lu."


"Nah gitu dong,ya udah hayuuu."


Rio bangun dari duduk nya,Rio dan Arik keluar dari ruangan Rio,sebelum pergi Rio menitipkan pesan kepada Winda sekertaris nya.


"Win,kalo nanti ada yang tanya saya dan cari saya,tolong sampaikan kalo saya keluar.”


”Ok baik Pak.”


"Terimakasih Winda.”


"Iyah sama-sama pak.”


Setelah menitipkan pesan Rio dan Arik pun bergegas pergi keluar kantor Rio,menuju café tempat biasa mereka nongkrong,dan sesampainya di café Rio menanyakan ke Rudi jika sebenarnya ada apah


Rio :”Rud ada apa sebenernya”


Rudi :”gua bingung bro,lu kan tau kalo gua sama Astri pacarana udah lama,dan sekarang Astri dan keluarga nya udah mulai mendesak gua buat nikah bro”


Rio :”hah hahhah ya bagus dong bro”


Rudi :”tapi masalah nya gua belum siap bro”


Rio :”waah parah luh bro,anak orang lu pacarin udah lama,dan sekarang lo baru bilang ngga siap buat nikahin,kasian lah bro,udah nikah ajah bro,nikah enak bro”


Rudi :”aaah lu kaya lu udah nikah ajah pake acara nikah enak,sok tau loh bro”


Rio tersedak,karena dia merasa dia memang sudah menikah


Rio :”hmmm oho oho,duuh maaf gua tersedak bro,ya kan kata orang-orang bro,yang udah berpengalaman,udah lah bro lu nikah ajah kasian bro,lu bayangin deh kalo dia ade lu,terus di gantung-gantung begitu”


Rudi :”iah sih bro tapi masalah nya lagi bro orang tua gua ngga setuju bro gua sama Astri, mereka kurang suka sama Astri karena gaya berpakaiannya”


Rio :”ya lo bilang ke Astri dong suruh ngerubah gaya berpakaiannya”


Rudi :”susah bro gua udah sering bilang,tapi kan lo juga tau Astri gimana”


Rio :”aaah ribet urusan lo bro,udah mangkanya mendingan kaya gua ngga pacarana-pacaran,ngga ribet jadi nya”


Rudi :”hahaha antara ngga laku atau ngga mau pacarana beda tipis bro”


Rio :”diih enak ajah,gua banyak kali bro yang mau,kalo gua mau tanggepin lo kalah deh”


Rudi :”iah deh iah,percaya siapa yang ngga mau ya kan sama bos ganteng gini hahah,lo sih terlalu muna bro,lo ngga manfaatin keadaan yang ada sekarang,padahal kapan lagi bro kita bisa kaya gini,lo duit banyak tajir bro”


Rio :”ya justru karena itu bro,karena duit gua banyak karena gua tajir gua takut bro,gua takut kalo mereka semua deketin gua karena pengen uang gua ajah,sedangkan lo tau sendiri gua gimana penggila kerja banget jarang diem di satu tempat,nanti kalo mereka main belakang gimana”


Rudi :”hmmp ya udah bro gimana lo ajah,gua gam au urusin hidup lo yang gila kerja itu,sekarang yang terpenting gua pusing nih bro”


Rio :”hahahah nikmatin tuh efek pacarana yang katanya nikmat dan harus di manfaatin”


Rudi :”aaah lu bro gua lagi gini malah gua di bully”


Rio :”hahaha sorry-sorry bro,ya udah lah kita ngopi-ngopi ajah bro lupain dulu deh permasalahan lo”


Rudi :”ok bro”


Rio dan Rudi pun asik mengobrol sambil mengopi di tempat biasa mereka menongkrong


Rio mendapat telpon dari kantor dan Rio segera kembali ke kantor,Rio dan Rudi pun berpisah,Rio kembali ke kantor.


Setiap hari Rio melakukan aktivitas nya bekerja,meeting-meeting dan menongkrong Bersama teman-teman club nya di basecamp seperti biasa nya, 2 minggu telah berlalu,besok Ameera akan pulang dari landen sedangkan Rio justru akan pergi ke Australia selama 1 bulan,sebelum berangkat ke Australia Rio berkumpul Bersama teman-temannya di rumah nya.


Rendi :”bro rumah lo gini-gini ajah”


Rio :”haha iah nih bro gua belum renov-renov rumah gua lagi”


Rendi :”bukan itu maksud gua”


Rio :”terus”


Rendi :”ya maksud gua rumah lo gini-gini ajah rumah gede tapi sepi,coba lo punya istri pasti rame bro”


Rudi :”hahahh gimana mau punya istri pacarana ajah kaga”


Rio :”yeee punya istri kan ngga harus pacarana dulu bro,kalo udah waktunya juga punya”


Arif :”hahaha lagian nih yah bro,siapa juga yang mau jadi istri penggila kerja kaya gitu,bisa-bisa nanti istrinya nangis mulu bro karena di tinggal-tinggal mulu”


Semua teman-teman Rio tertawa


Rio :”waaah parah loh bro,doainnya ga baik,mangkanya gua punya istrinya yang sama kaya gua lah biar ga nangis mulu kalo gua tinggal-tinggal bro”


Arif :”hahaha sorry-sorry bro,gua ga bermaksd doain”


Rudi :”eh lo mendingan sama tyas ajah yo,tyas kan ngga kerja tuh nah nanti kan bisa lo ajak dia kemana mana deh bro”


Rendi :”nah betul tuh yo”


Rio :”iiikh ga mau gua,gila ajah loh,tyas kan posesif banget,ga mau gua kalo gua kemana mana di ikutin apa lagi sama cewe posesif,nanti yang ada malu-maluin lagi bro”


Arif :”hahahha ia betul bro,ga kebayang gua kalo Rio lagi meeting tiba-tiba si tyas muncul manja-manja gitu,iiikh geli gua”


Rio :”nah itu Arif ajah bisa bayangin,apalagi gua”


Rudi :”hahah iah bro sorry deh ini kan sebagai referensi buat lu ajah”


Rio :”referensi sih referensi bro tapi kan ngga gitu juga “


Semuanya tertawa,Rio dan teman-teman main play tesyen sampai larut malam,teman-teman Rio malam ini menginap di rumah Rio,waktu menunjukan jam 1 malam,dan sekarang Rio dan teman-teman mulai tidur.

__ADS_1


Dan kini waktupun sudah menunjukan pagi hari,Rio pun segera bersiap-siap dan bergegas pergi menuju airpot untuk pergi ke Australia,sedangkan ketika Rio pergi teman-teman Rio masih tertidur,dan di saat mereka terbangun ternyata Rio sudah pergi,dan setelah mereka sarapan mereka pun pulang kerumah masing-masing.


__ADS_2