TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Episode 2 Misi Mengajak Rio ke Bali


__ADS_3

Pagi hari Iren dan Bramantyo selaku Mamah dan Papah Rio mendatangi rumah Rio untuk mengajak nya pergi ke Bali sesuai rencana.


“Tok tok tok.” Suara ketukan pintu.


“Assalamualaikum.” Iren dan Bramantyo mengucapkan salam.


Bi Ani pembantu di rumah Rio yang sudah ikut keluarga Rio sejak Rio kecil langsung bergegas membuka pintu setelah mendengar ucapan salam dan menjawab nya. “waalaikumsalam.”


Setelah membuka pintu Bi Ani terkejut melihat orang tua Rio yang datang.


“Eh Ibu,Bapa,silahkan masuk Bu,Pa.” Bi Ani langsung menundukan kepalanya dan mempersilahkan orang tua Rio untuk masuk dan langsung mengantar nya ke ruang keluarga.


Sambil berjalan menuju ke ruang keluarga Iren langsung menanyakan Rio ke Bi Ani. “Bi Rio sudah pulang dari Singapur ?.”


”Sudah Bu,Mas Rio pulang semalam,tadi Bibik liat Mas Rio lagi siap-siap mau berangkat ke kantor,biasa nya sebentar lagi Mas Rio akan turun.” Jawab Bi Ani sambil sedikit memberikan penjelasan.


"Jam brapa semalam Rio pulang Bi ?." Tanya Iren.


"Sekitar jam 11 an Bu ." Jawab Bi Ani.


"Ooh." Ucap Iren tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Sesampainya di ruang keluarga Bi Ani langsung mempersilahkan orang tua Rio untuk duduk dan langsung meminta ijin untuk memanggilkan Rio sambil menundukan kepalanya. “Silahkan Bu Pa duduk,biar Bibik panggilkan Mas Rio dulu agar segera turun menemui Ibu dan Bapak.”


“Tidak usah Bi,biar saya dan Ibu tunggu sampai Rio turun saja.”Jawab Bramantyo,melarang Bi Ani untuk memanggilkan Rio.


”Oh baik Pa Bu,Bibik permisi ke dapur dulu untuk membuatkan Bapak dan Ibu minum.” Ucap Bi Ani sambil membalikan badannya dan melangkah ke arah dapur.


Namun seketika langkah Bi Ani terhenti mendengar perkataan dari Iren yang melarang Bi Ani membuatkannya minum. “Tidak usah Bi,saya dan Bapak tadi sudah minum dan kami di sini tidak lama.”


Bi Ani pun menganggukan kepalanya dan melanjutkan kembali langkahnya menuju dapur. “Baik Bu,kalo begitu Bibik permisi ke dapur dulu.”

__ADS_1


“Iah Bi,terimakasih.” Jawab Iren sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum.


Setelah Bi Ani pergi ke dapur,Iren menyampaikan rasa khawatir nya kepada Bramantyo.


"Haduuh Pah,Mamah deg-degan nih,kalo Rio ngga mau ikut gimana ? sedangkan kita kan ngasih tau nya dadakan,kalo dadakan kan Rio suka ngga mau ikut karena bentrok sama agenda nya." Tanya Iren dengan nada khawatir sambil menghadap kearah Bramantyo.


"Udah Mah ngga papa,ngga usah khawatir,semuanya pasti akan baik-baik ajah,akan berjalan sesuai rencana kita." Jawab Bramantyo tersenyum dengan tenang menatap mata Iren sambil memegang kedua tangan Iren untuk menenangkannya.


Di tengah perbincangan Iren dan Bramantyo mengenai rasa khawatirnya terhadap rencana pernikahan yang sudah mereka rancang,tidak lama kemudian Rio turun karena akan berangkat ke kantor.


Dan Setelah Rio turun, Rio terkejut melihat orang tua nya yang sedang duduk di kursi ruang keluarga,Rio langsung bergegas pergi mendekatinya.


Setelah Rio sampai di ruang kluarga dan dekat dengan orang tua nya Rio langsung mengajukan banyak pertanyaan. ”Pah Mah ko ada di sini ? dari kapan ? ko ngga panggil Rio ?.”


Mendengar beberapa pertanyaan dari Rio, Iren justru balik memberikan pertanyaan sambil memasang muka melas. ”Hmmmp Mamah sama Papah ngga boleh kesini nih?.”


”Engga Mah,ngga gitu,Rio cuma kaget pagi-pagi udah ada Mamah sama Papah kesini,biasa nya kan Rio yang ke rumah Mamah sama Papah.” Jawab Rio dengan muka tersenyum sambil bersalaman dan memeluk Mamah Papah nya bergantian.


”Papah sama Mamah dateng barusan,ada yang Papah sama Mamah mau bicarakan sama Rio mangkanya Papah sama Mamah ke sini,tadi Bi Ani mau panggilin Rio,tapi Papah larang,biar Papah sama Mamah tunggu sampai Rio turun ajah.” Papah menjawab pertanyaan Rio yang tadi belum sempat di jawab,karena Mamah terlebih dahulu mengajukan pertanyaan balik kepada Rio.


“Gimana mau kesanah Rio nya ajah sibuk terus,ini juga Rio baru pulang dari singapur kan ?.” Celetuk Mamah sambil megerutkan alis nya dan sambil mengajukan pertanyaan lagi.


“Iah Mah Rio emang baru pulang dari Singapur ada project baru di sanah,kan Papah juga tau kepergian Rio ke Singapur,akhir-akhir ini Rio lagi subuk banget Mah,mangkanya Rio belum sempet ke rumah Mamah sama Papah,tapi kalo Mamah sama Papah telpon dan ngasih tau kalo ada hal yang mau di bicarakan,semalam Rio pasti langsung pulang ke rumah Mamah sama Papah.” Jawab Rio sambil menjelaskan dengan memasang muka memelas agar orang tua nya percaya dan mengerti.


“Huuust udah-udah Mah kan kasian Rio.” Ucap Papah menatap mata Mamah dan langsung menatap mata Rio dengan senyuman sambil menepuk-nepuk bahu Rio untuk menenangkannya,dan di lanjutkan dengan menanyakan project nya untuk mengalihkan pembicaraan dan mencairkan suasana. “Udah ngga papa Yo sekali kali biar Mamah sama Papah yang dateng ke rumah Rio,oiah project baru di Singapur bagaimana ?.”


“Alhamdulillah kemarin berjalan dengan lancar Pah,minta do’a nya yah Pah Mah.” Jawab Rio tersenyum sambil memegang tangan orang tua nya.


“Iah Yo semangat,semoga lancar selalu,kamu pasti bisa Papah yakin itu.” Ucap Papah Rio tersenyum sambil menepukan tangan kanannya ke bahu Rio.


“Iah sayang do’a kami akan selalu menyertai kamu,semoga semakin lancar dan sukses.” Ucap Mamah Rio tersenyum.

__ADS_1


“Aamiin,terimakasih Pah Mah.” Ucap Rio sambil menatap kedua orang tuanya,dilanjutkan dengan pertanyaan Rio mengenai tujuan utama orang tuanya dateng kerumah nya yang kata nya karena akan ada yang di bicarakan. “Oh iah tadi kata Papah ada yang mau di bicarakan,mengenai apa Pah ?.”


“Oh iah,hmmmp jadi gini yo Papah sama Mamah rencana mau ajak Rio dateng ke acara pernikahan anak sahabat Mama sama Papah di Bali,acara pernikahannya sih 2 hari lagi,tapi Papah sama Mamah rencana mau ajak Rio pergi ke Bali sekarang,soalnya supaya kita bisa liburan dulu.” Jawab Papah sambil memaparkan pembicaraan intinya.


“Hah hari ini Pah ?.” Jawab Rio dengan nada terkejut mendengar pembicaraan Papahnya,namun seketika Rio langsung memasang muka memelas nya sambil berusaha memberikan penjelasan jika Rio tidak bisa mengikutinya. “Haduuuh maaf Pah kalo dadakan kaya nya Rio ngga bisa Pah Mah,soalnya kan Rio baru pulang,jadi banyak kerjaan yang Rio harus kerjain, kalo untuk liburan nanti ajah yah Pah Mah,Rio janji deh akhir tahun Rio ajak Papah sama Mamah liburan.”


Orang tua Rio terkejut sekaligus khawatir mendengar pernyataan Rio yang berisi penolakan untuk mengikuti ajakan nya pergi ke Bali,karena rencana yang sudah mereka susun bisa gagal jika Rio benar tidak mau mengikutinya,namun dibalik rasa khawatir nya, Mamah Rio terus berusaha membujuk Rio untuk ikut ke Bali dengan memasang muka kecewa dan memelas nya. “Yaaah,padahal pertama kali nya Mamah mau kenalin Rio ke semua Sahabat dan teman-teman Mamah sama Papah yang tinggal di luar,soalnya dalam acara kali ini semua sahabat dan teman-teman Mamah sama Papah yang tinggal di luar dateng juga,Mamah kan pengen kenalin anak Mamah sama Papah satu-satunya ini ke semua sahabat dan teman-teman Mamah sama Papah yang tinggal di luar juga,ayoo dong Yo mau ,sekalian kita liburan juga,kan jarang-jarang Rio ada waktu buat Mamah sama Papah,Mamah janji deh setelah ini Mamah ngga akan ganggu Rio kerja dan ga akan paksa-paksa Rio buat ikut Mamah sama Papah lagi,di acara kali ini semua sahabat dan teman-teman Mama sama Papah semuanya dateng dengan membawa anak dan keluarga nya loh,masa nanti cuma Mamah sama Papah yang dateng berdua,duuh sedih nya.”


Setelah melihat muka Mamah nya yang kecewa dan memelas, dan setelah mendengar penjelasan Mamah nya jika tujuan mereka mengajaknya untuk mengenalkannya dengan sahabat dan teman-temannya, Rio pun merenung berfikir merasa tidak enak dan kasian kepada Mamah dan Papah nya,apalagi Mamahnya berkata jika dalam acara kali ini semua sahabat dan teman-temannya akan hadir dengan membawa anak-anak dan keluarga nya,jadi semakin sulit Rio untuk menolaknya karena memang dari pernikahan Iren dan Bramantyo hanya di karuniakan satu orang anak saja yaitu Rio,dan setelah merenung dan berfikir Rio akhirnya memutuskan untuk ikut datang ke Bali,meski tidak bisa berangkat bersama karena Rio harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. “Hmmmp ok deh Rio mau ikut,setelah Rio ingat hari minggu malam Rio juga ada pertemuan dengan klayen dari Australia di Bali,tapi Rio ngga bisa ikut pagi ini Mah, soalnya Rio hari ini ada meeting dengan beberapa klayen, dan Rio harus menyelesaikan beberapa kerjaan Rio yang kemarin sempat tertunda dulu,kita langsung ketemu di Bali ajah yah,nanti malam Rio susul ke sanah,gimana Pah Mah ?.”


“Alhamdulillah,akhirnya mau ikut juga Pah anak kita.” Ucap Mamah dengan muka tersenyum Bahagia sambil menatap mata Papah. Dilanjutkan dengan ucapan Papah sambil membalas menatap mata Mamah dan langsung menatap mata Rio yang tak kalah Bahagia karena mendengar pernyataan Rio jika mau mengikutinya,sambil menepukan tangan kanan nya ke bahu Rio.


“Iah Mah,iah ngga papa Yo Rio nanti nyusul ajah,Rio selesaikan dulu ajah semua kerjaan Rio yang tertunda,semoga semuanya lancar.”


“Aamiin terimakasih Pah.” Ucap Rio sambil menatap mata Papah nya dan memegang tangan Papah nya yang berada di bahunya.


“Ya udah berarti Mamah sama Papah berangkat duluan yah tapi janji loh dateng,Mamah tunggu.” Ucap Mamah sambil menatap Rio.


“Hmmp iah mah Rio janji,Rio dateng.” Ucap Rio tersenyum sambil meyakinkan Mamah nya jika dia pasti akan datang.


“Ya udah Mamah sama Papah pergi dulu yah yo.” Mamah dan Papah Rio berdiri dari duduknya,dan melangkahkan kaki nya keluar rumah,dengan di ikuti Rio di belakang nya.


Setelah keluar dari dalam rumah,mobil orang tua Rio sudah terparkir tepat di depan pintu, langkah mereka pun terhenti ketika sudah berada di depan pintu yang dekat dengan mobil mereka,orang tua Rio berpamitan,Rio bersalaman dan berpelukan dengan kedua orang tuanya,setelah berpamitan orang tua Rio langsung melangkah kan kaki nya menuju pintu mobil yang sudah di bukakan oleh pak Amir supir pribadi Papah Rio dan segera memasuki nya,setelah memasuki mobilnya, orang tua Rio membuka kaca mobil nya dan mengucapkan salam sambil melambaikan tangannya. “Assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam hati-hati Pah Mah, sampai bertemu di Bali yah.” Jawab Rio tersenyum sambil membalas melambaikan tangannya juga.


Dan tidak lama setelah kepergian orang tua Rio,Rey selaku sekretaris dan orang kepercayaan Rio datang dengan membawakan mobil sport kesayangan Rio yang baru pulang dari tempat modifikasi,Rey langsung menghentikan mobil nya tepat di depan Rio,Rey membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil dan langsung mempersilahkan Rio untuk memasukinya.


"Silahkan Pak mobil sudah siap." Ucap Rey mempersilahkan sambil menundukan kepalanya.


"Terimakasih Rey." Jawab Rio tersenyum sambil melangkah kan kaki nya menuju pintu mobil yang sudah di bukakan Rey dan memasukinya.

__ADS_1


Setelah Rio masuk kedalam mobil dan duduk di belakang kemudi,Rio langsung menjalankan mobil nya berangkat ke kantor sendirian tanpa di supiri dan di temani Supir atau Rey selaku sekretaris dan orang kepercayaannya,Rey pergi ke kantor dengan mobil yang berbeda,karena memang meski Rio anak satu-satunya dari keluarga yang sangat terpandang dan kaya raya dan menjadi seorang CEO di perusahaan milik keluarga nya,dan meski Rio memiliki Cafe dan Restoran sendiri namun untuk urusan pribadi nya Rio selalu ingin melakukan nya sendiri, terkecuali jika Rio benar-benar sangat membutuhkan nya baru Rio akan meminta bantuan kepada semua para pekerja nya.


BERSAMBUNG NEXT EPISODE 😊


__ADS_2