TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
Bab 36


__ADS_3

Malam Itu.


Semua keluar berkumpul di rumah milik Clara, Malam ini adalah malam pertunangan Clara dengan Kenan. Abian meski tidak ingin melihat, Namun ia tetap hadir dan tak melarikan diri seperti pecundang.


Menyaksikan Wanita yang ia cintai bertukar cincin dengan sang kakak, Abian menelan membuang nafas nya agar ia tetap fokus dan tak pergi apa pun yang terjadi.


Clara yang di masukan cincin di jari manis nya oleh Kenan melihat Abian yang menatap nya dengan sedih.


"Selamat Ya Clar." Siska mengucapkan selamat untuk pertunangan Clara dengan Kenan.


"Makasih Sis." Balas Clara tersenyum pada sahabat nya.


Clara pun berdiri di samping Kenan berbicara dengan tamu-tamu yang datang, Hati wanita itu sunyi meski pun di tengah-tengah keramaian.


"Dia tidak bahagia." Ucap Abian yang di temani Siska duduk menikmati minuman.


"Iya, tapi ini sudah menjadi pilihan nya, coba lah untuk menghargai keputusan nya Bi, aku tahu kau kecewa dengan keadaan ini." Ujar Siska.


"Iya, aku tahu. Aku sedang berusaha." Ucap Abian lalu berjalan pergi keluar untuk menghirup udara segar.


•••


Keesokan hari nya.

__ADS_1


Kenan baru keluar dari kamar dan ke meja makan untuk sarapan. Abian yang melihat Kenan datang pun lekas berdiri sebelum menyelesaikan sarapan nya.


"Bi, mau kemana?, sarapan nya belum habis?." Tanya Bu Yuni.


"Aku sudah kenyang ma, berangkat dulu semua." Ucap Abian dengan datar, lalu ia berjalan pergi dari sana.


"Ada apa dengan nya, akhir-akhir ini mama merasa Abian sangat aneh, dia lebih pendiam Mama lihat." Ucap Bu Yuni.


"Mungkin dia pusing dengan Skripsi nya, biar kan aja anak muda itu hal biasa." Kata Pak Broto. Sementara Kenan tak begitu memikirkan nya, bagi nya itu hal biasa kalau mood anak muda berubah sesekali.


"Iya."


"Oh iya Kenan, jangan lupa bawa Clara untuk fitting gaun pengantin hari ini." Ucap Bu Yuni mengingat kan jadwal Kenan.


"Jangan begitu Kenan, kamu kan calon suaminya, masa mama yang temani dia, jangan aneh-aneh." Kata Bu Yuni.


"Tapi Ma..."


"Mama gak mau dengar apa apa, jangan lupa." kata Bu Yuni lagi.


"Baiklah."


•••

__ADS_1


Clara yang kembali magang di kantor Kenan pun tengah sibuk mengerjakan kerjaan nya, Kenan yang baru saja datang melewatkan Clara begitu saja.


Clarisa melihat kenan, Sejak Ia dan Kenan sepakat untuk menikah, Kenan sudah jarang mau berbicara dengan nya, ia pun sama, tak tahu apa yang harus ia bicara kan dengan kenan, saat berhadapan dengan laki-laki itu, Clara merasa bingung dan gugup.


"Clar, kau sudah sarapan?." Tanya Siska yang datang mengagetkan nya.


"Sis, kamu mengagetkan ku." Balas Clara membuang nafas lega.


"Kamu terlalu melamun, kenapa?, mikirin pak Kenan ya?, orang nya baru aja lewat kan." Tanya Siska tertawa.


Clara mengelengkan kepala nya. "Jangan mengejek ku, aku sedang tak ingin di goda." Ucap Clara.


"Iya-iya, aku tahu Nona manis, jadi kau sudah sarapan atau belum?." Tanya Siska. Clara mengelengkan kepala nya.


"Kalau begitu, Ayo sarapan." Ajak Siska. Clara melihat jam di pergelangan tangan nya dan menyetujui nya.


Clara lalu masuk ke ruangan Kenan untuk meminta izin pergi ke kantin sebentar.


"Pak, saya mau izin ke kantin sebentar." Ucap Clara.


"Hm." Balas Kenan cuek.


Clara membuang nafas perlahan, lalu kembali ke luar.

__ADS_1


__ADS_2