
Ternyata takdir memang tak bisa di hindari.
Apakah pepatah bahwa tuhan akan mengubah takdirmu jika kamu berusaha tidak berlaku padaku.
Mungkin.... Aku memang tidak pernah berusaha, tapi aku hanya selalu mencoba menghindari saja.
****
"Apakah kamu mulai menghindari ku?" Entah angin apa Nora berahir di kantor studio Jorge.
Jorge yang maaih sibuk mengamati pemotretan di studionya segera menoleh ketika mendapati kekasihnya itu datang menghampirinya.
"Kamu lihat sendiri aku sedang sibuk" Jorge segera melempar pandang padaa pemotreran yang sedang berlangsung.
"Bukankah yang bekerja karyawanmu, namun Kenapa justru kamu yang susah aku hubungi?"
Jorge mendengus kesal "Bisakah kamu menunggu di ruanganku saja, dan kita bahas usai aku bekerja"
"Aku tidak ingin tertipu dua kali" Nora menjawab ketus "Apakah kamu lupa janjimu sebelumnya?"
Jorge sekali lagi menatap kekasihnya itu dan memasang muka sebal. Langkahnya kini berubah menuju photographer junior uang sedang sibuk menangkap pose para model.
Beberapa bisikan dia lontarkan, diikuti anggukan yang kemudian keduanya menatap Nora yang berdiri angkuh tanpa beekedip membalas tatapan mereka.
Ok.. Terdengar samar persetujuan di antara Jorge dan rekannya. Sebelum ahirnya dia menyeret jemari Nora dan membawa gadis itu ke dalam kantornya.
__ADS_1
"Kamu tahu sendiri inj menjelang ahir tahun, pekerjaanku pasti padat pada masa persiapan promosi para Client" Keluh Jorge yang segera menhempaskan tubuhnya pada kursi kerjanya.
"Apakah daro awal, kamu hanya memprioritaskan pekerjaanmu dari pada pasanganmu?"
"Ayolah Nor... Jangan banyak drama, aku tidak punya waktu"
Nora melempar sebuah testpack ke meja kerja Albert.
"Terserah kamu percaya atau tidak, tapi ini memang hasil dari peebuatanmu malam itu"
Jorge memungut dengan wajah heran dan mengamati dua garis yang terlukis jelas di sana.
"Seharusnya aku belajar dari Sandra, untuk mengabaikanmu dan memilih pria lain yang jelas langsung melamarnya, bukan malah kabur ke south africa untuk mengejar mimpi"
Nora yang memang tidak dalam mood yang bagus segera meraih kembali testpack di tangan Jorge dan m3masukkannya ke dalam tasnya.
"Ck.. Huhf...!" Nora mengamati Jorge yang masih termangu "Anggap saja, aku tidak suci di matamu. Tapi kamu perlu tahu bahwa aku tidak bodoh untuk melakukannya secara tiba - tiba dan tanpa persiapan"
Nora menahan nafasnya dan mulai menata emosi yang nyaris keluar " Bukankah kamu tidak pakai pengaman hari itu? Dan aku tidak menyangka penampakan kamu yang lembut ini ternyata cukup serakah malam itu pada tubuhku yang kamu anggap tidak suci ini"
Jorge menelan salivanya kasar dan segera berdiri berencana mengeluarkan beberapa kata. Tapi.
Nora dengan segera memberi isyarat untuk memghentikannya "Aku butuh tunjangan hidup, hanya aku ingatkan bahwa aku punya cctv di ruang tamu. Aku tidak segan memebrukan rekamannya pada orang tuamu dan meminta mereka memelihara cucunya, jadi pikirkanlah jalan terbaik untukmu" Nora segeera memutar tubuhnya untuk meninggalkan ruangan Jorge.
Jorge menfusap wajahnya dengan kasar, hingga sesaat kemudian dia segera meraih gagang pintu untuk mencegah kepergian Nora.
__ADS_1
"Aku belum bilang apapun, tapi kamu sudah mengambil keputusan"
"Aku tidak buta Jorge!" Pekik Nora yang sudah tak kuat membendung emosi. "Dari awal alu cuma pelarian kan? Kamu mengatakan naksir padaku saat bersama Sandra, hanya karena kamu tidak ingin Sandra menjauhimu bukan?"
Jorge tercengang mendapati tebakan Nora yang tepat sasaran. "Mana mungkin?" Jorge mencoba menyangkal.
"Benar... Mana mungkin! Itu yang sempat tersirat dalam hatiku untuk mencoba menepis kenyataan. Tapi Jody tak mungkin bohong padaku soal apa yang kamu diskusikan pada Sandra saat konser Toby?"
Jorge segera mengerutkan matanya "Damn!!!" Umpatnya dalam hati.
"Berhenti jadi pengecut Jorge, jangan biasakan lari dari masalah yang kamu hadapi" Desis Nora yang mulai perlahan menata emosi.
"Aku tahu orang tuamu tidak menyukai Sandra karena orang tua Sandra yang mantan Alkoholism kan? Sedangkan orang tuamu adalah pengelola banyak badan amal dan sosial. Karena itu kamu menghindarinya saat kamu sadar bahwa Sandra menjawab sinyal cintamu"
Jorge hanya terdiam mendapati Nora yang mengorek isi hatinya.
"Kamu juga tidak menyangka bahwa ada wanita yang bisa meninggalkanmu seperti Sandra, pria tampan memang sering di puja... Tapi, kami wanita juga punya batas kesabaran" Nora segera memaksa menarik gagang pintu yang mulai terlepas dari jemari Jorge.
"Aku akan memberitahumu lokasi kantor pengacara mana yang harus kamu datangi untuk perjanjian tanggung jawab material anak kita. Aku sanggup mengurus anakku sendiri"
Brak..!!! Pintupun segera tertutup rapat.
Dan meninggalkan Jorge yang masih bingung apakah dia harus mengejar Nora, atau membiarkan wanita itu pergi dan mendatanginya saat emosinya reda.
Damn !!! Umpatnya.
__ADS_1