TERJEBAK Pernikahan

TERJEBAK Pernikahan
I Love U


__ADS_3

Erik telah berangkat bersama sekretaris Jim, hari ini jadwal di kantor mungkin akan sangat padat. Beberapa agenda yang seharusnya dilakukan kemaren harus dialihkan hari ini.


"Zzz zzz" HP sekretaris Jim bergetar, tertera di layar Nona El


"Halo Nona"


"Sekretaris Jim, apa kau masih bersama suamiku?"


"Iya Nona"


"Sedang apa dia sekarang?"


"Tuan Muda sedang meeting Nona"


"Sekretaris Jim, apa dia benar-benar mengumumkan tentang Tato karya saya itu?" El bertanya dengan nada cemas


"Sepertinya begitu Nona" Sekretaris Jim berusaha menahan tawa. Nona El mengapa anda begitu polos, mana mungkin Tuan akan melakukan hal itu pikirnya.


"Sekretaris Jim, tolong hentikan kegilaan suami saya. Apa dia tidak malu dengan hal itu?" Gerutu El.


"Baiklah Nona akan saya usahakan" Sekretaris Jim terkekeh


"Awas ya, kalau kamu tidak berhasil nanti aku kirim kamu ke kebun binatang untuk memberi makan buaya" Ancam El


"Baik Nona" sekretaris Jim tersenyum tipis. Dia kembali ke ruangan memperhatikan Erik yang sedang melakukan presentasi.


"Mana mungkin Tuan muda yang sangat beribawa ini melakukan hal itu. Bahkan Tuan sangat disegani oleh semua orang. Berbeda sekali dengan sikap dia di rumah yang begitu supel" Bisik hati sekretaris Jim.


Setelah selesai presentasi mereka memutuskan makan siang bersama.


"Tuan, tadi Nona El menelpon saya"


"Oh ya , Apa yang dia katakan?"


"Dia masih mengkhawatirkan Tuan akan mengumumkan Tato karyanya itu"


"Hahaha" Erik tertawa


"Kenapa dia begitu polos sekali, apa dia menganggap aku segila itu" Erik tidak habis pikir


"Iya Tuan, bahkan dia mengancam saya akan mengirim saya ke kebun binatang untuk memberi makan buaya Tuan" Ucap sekretaris Jim


"Hahaha, ada-ada saja tingkahnya" Sekretaris Jim melirik bekas merah yang telah ditutupi plester itu.


"Sepertinya rencana saya berhasil Tuan?" sekretaris Jim penasaran


"Iya sekretaris Jim, kamu tahu dia menjadi sangat agresif dan nakal" Erik terkekeh


"Wanita memang seperti itu Tuan, terkadang kita tidak mengerti apa yang ada dipikirannya" Ucap sekretaris Jim


"Wah, sepertinya Anda sudah berpengalaman sekretaris Jim" Erik menatap menyelidik


"Ah tidak juga Tuan" Sekretaris Jim tersenyum tipis.


"Sudahlah sekretaris Jim, hentikan petualanganmu. Sudah berapa gadis yang kau pacari sepuluh atau seratus?" Erik menatap sekretaris Jim dengan senyum tipis

__ADS_1


"Entahlah Tuan, saya masih ingin berpetualangan" Ucap sekretaris Jim tersenyum tipis


"Kamu tahu El selalu bertanya apakah kamu sudah punya pasangan. Sepertinya dia salah menilaimu sekretaris Jim"


"Tidak apa Tuan, Nona kan melihat saya hanya seperti patung katanya seperti manekin. Dia sering kali kesal dengan kekakuan saya hehehe"


"Dia memang seperti itu, terkadang dia menilai dari apa yang terlihat saja. Dia juga sering menganggap lelucon sebagai suatu hal serius juga. Tapi dengan sifatnya aku semakin cinta sama dia" Erik tersenyum


"Nona orang yang baik Tuan"


"Iya, tapi terkadang dia sedikit nakal juga" Erik kembali tersenyum membayangkan wajah istrinya.


"Oh ya, Tuan nanti malam kita akan lembur karena agenda yang tertunda kemaren.


"Ok"


***


El sedang sibuk di dapur, dia memasak sambil memperhatikan video di yuotube.


"Semoga saja berhasil" El tersenyum penuh semangat.


"Nona, biar saya bantu Nona. Pasti Nona sangat kerepotan" Ucap Bik Minah kepala pelayan bagian dapur.


"Tidak usah Bik, aku ingin memasak sendiri makanan untuk suamiku" El tersenyum


"Baiklah Nona, Berhati-hatilah jangan sampai Nona terluka". Bik Minah cemas akan El akan terluka


" Tenang saja Bik" El melanjutkan kegiatan memasaknya. Rencananya malam ini El akan memberikan kejutan makan malam untuk suaminya. Semua akan ditata dengan seromantis mungkin.Tak seperti biasanya malam ini mereka akan makan malam di tepi kolam renang. Ditengah kolam ada bunga berbentuk hati dan lilin yang mengapung. Sangat indah sekali, ditambah sorot lampu kemerahan yang romantis.El melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul tujuh malam


"Bik, Aku ke kamar dulu mau siap-siap terimakasih telah membantu menata makanan".


"Harus siap-siap, untung saja gaun yang aku pesan sudah datang" El mengenakan gaun putih yang cantik, dia mulai berdandan secantik mungkin.


***


Di Axena Inc


Erik masih sibuk dengan beberapa agenda yang harus dia selesaikan. Meski sekarang sudah waktunya dia pulang. Dia mencoba menelpon El tapi tidak ada jawaban.


"Sekretaris Jim, apa masih ada agenda setelah ini?" Erik melirik jam tangannya, sepertinya dia akan terlambat pulang malam ini.


"Ini yang terakhir Tuan".


" Baiklah kalau begitu" Erik melanjutkan lemburnya, meski malam sudah semakin larut. "Akhirnya selesai juga, terimakasih bantuannya sekretaris Jim" Erik kembali melirik jam ditangannya yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"El sedang apa ya? Apa dia sudah tidur?" Bisik hati Erik.


Dia memejamkan mata sejenak pada sandaran kursi. Badannya terasa capek bergelut dengan segala pekerjaannya di kantor. Kini dia paham betul kenapa selama ini Papanya selalu memintanya untuk mengambil ahli perusahaan mungkin Papanya sudah mulai lelah.


Tak lama mobil sudah memasuki perkarangan rumah. Tidak ada El yang seperti biasa menyambutnya di teras.


"Apa El sudah tidur" Pikir Erik


Erik keluar dari mobil disambut para pelayan yang berbaris rapi.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu Saya permisi dulu Tuan"


"Ok, berhati-hatilah sekretaris Jim" Ucap Erik sambil tersenyum


"Baik, terimakasih Tuan Muda" Ucap Erik membungkukkan diri.


Erik segera masuk ke kamar tapi dia tidak menemukan El. Dia pun bertanya kepada seorang pelayan.


"Nona sedang di taman belakang Tuan" Begitu keterangannya.


"Di taman belakang? Ada apa malam-malam begini El masih di taman belakang?" Pikir Erik segera pergi ke taman belakang.


Erik membuka pintu menuju taman belakang, tampak lilin lilin yang masih menyala.


Erik melangkah perlahan, menyusuri taman yang dihiasi bunga-bunga. Langkahnya terhenti saat melihat sosok perempuan yang berbaju putih telah tertidur dimeja. Erik menelan ludah,


"El Sayang" Erik menatap makanan yang tertata rapi, di sisi meja terdapat lilin yang telah habis meleleh menandakan lamanya lilin itu menunggu sama seperti El. Di atas meja juga ada sebuah brownies cokelat bertuliskan "I'm So Sorry Honey, I Love U". Mata Erik berkaca-kaca dia begitu


tersentuh dengan apa yang dilakukan El.


" El Sayang" Erik berjongkok dan membelai rambut El yang tertidur. Dipandangi wajah istrinya itu, masih tampak sisa-sisa air mata yang menggenang di sudut matanya.


"El, apakah kamu habis nangis Sayang" Erik kembali membelai-belai rambut El. Dari dulu dia memang tidak tega membangunkan El yang sedang tertidur.


Lama dia berjongkok di sana memandangi wajah istrinya yang terlelap. Betapa wajah itu begitu cantik, bibir mungil dan bulu matanya yang lentik begitu sempurna.


El lalu menggeliat dan mengucek-ngucek matanya.


"Sayang, kamu udah pulang? Maaf aku ketiduran" El tersenyum dan merapikan rambutnya


"Tak Apa Sayang, maafkan aku terlambat pulang ya Sayang, tadi banyak kerjaan di kantor". Erik mencium kening dan memeluk El.


" Tak apa sayang, Aku ngerti kamu sibuk"


"Kenapa tadi tidak telpon sayang?" Erik menggenggam tangan El.


"Yah, nanti nggak sureprise lagi deh" Ucap El tersenyum


"Makasih ya Sayang" Erik mencium jemari El.


"Hm kayaknya Enak, Ayo kita makan" Ujar Erik bersemangat


El menyendokkan beef steak buatannya ke mulut Erik.


"Enak nggak Sayang?"


"Enak" Erik mengunyah makanannya


"Ini Aku yang masak lo" Ucap El


"Oh ya, Kamu pintar masak ya Sayang" Puji Erik


"Hehehe Aku lihat Youtube kok" Ucap El tersenyum dengan wajah merona


"Nggak apa kok sayang, Kamu tahu El Aku merasa sangat beruntung memiliki istri seperti kamu. Maafin Aku ya, Aku mungkin agak posesif itu semua karena Aku takut kamu kenapa-kenapa Sayang. Sejak peristiwa kecelakaan itu, Aku merasa diberi kesempatan kedua untuk melihat matamu lagi El"

__ADS_1


"Aku yang seharusnya minta maaf Sayang, sampai saat ini Aku masih nakal dan sering membuat kamu kerepotan" El menggenggam tangan Erik erat. Mereka pun menghabiskan malam dengan penuh kebahagiaan dan kehangatan.


bersambung


__ADS_2