Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
1. Insecure


__ADS_3

Author POV


Dertt… dertt… deertt… alarm mode getar Uta menunjukkan jam 05.30 pagi.


“Hoaamm… masih ngantuk” ucapnya dengan mata tertutup seolah-olah mata itu ada lemnya. Perlahan ia berdiri setelah mengumpulkan nyawa, lalu berjalan ke depan cermin.


Uta … kamu mesti bahagia, gak usah insecure. Kamu bisa Uta… semangat… *Uta


Menatap dirinya dipantulan cermin, wanita berparas imut ini memiliki warna cerah kulit kuning langsat, khas perempuan Indonesia. Sepasang mata indah bewarna coklat gelap, dengan bulu mata lentik serta alis mata yang ideal, tak tipis namun juga tak terlalu tebal, cukup untuk tetap terlihat bagus walau tanpa dipertebal memakai pensil alis seperti gadis kebanyakan.


Terdapat hidung yang mungil sedikit mancung, bibir tipis bewarna pink serta dua sisi pipi yang chubby menghiasi wajahnya. Selain itu rambut hitam lebat panjang melewati bahu, namun tak sampai pinggang senantiasa tergerai indah.


Satu hal yang membuatnya selalu dipandang kurang oleh sekitarnya, yaitu karena bertubuh lumayan gemuk. Satu momok yang selalu menghantui kebanyakan perempuan.


Puas mengumpulkan kesadaran penuh, barulah Ia bergegas pergi mandi dan siap-siap setelah melakukan ritual paginya. Sarapan pagi bersama sang Mamah dan adik semata wayangnya.


Di meja makan sudah ada 4 - 5 menu yang terhidang dan menggugah selera. Sang Ibunda yang memang jago memasak, ditambah beliau punya usaha catering kecil-kecilan, membuat rumah ini tak pernah kekurangan makanan lezat.


Hal ini juga yang membuat Uta susah sekali untuk menurunkan berat badan. Beberapa kali gadis itu mencoba diet dengan mengurangi porsi makan pembatasan kalori, tapi selalu gagal total.


Sekitar 10 menit piring masing-masing sudah bersih. Uta harus segera berangkat ke sekolah, jika ia tak ingin terlambat upacara dan mendapat hukuman.


“Mah Uta berangkat sekarang ya Mah.” Secepat kilat disambarnya tangan paling berkah di dunia untuk cium tangan. Tak lupa satu kecupan di pipi Ibunya yang sudah nampak sedikit kerutan.


“Gak ada yang tinggal kan Ta? Terus kamu berangkat naik apa? Kan motor Mamah masih dibengkel Ta.” Panjang kali lebar petuah Mamah Celine alias ‘Ibu Ratu’ mengingatkan anak pertamanya itu.

__ADS_1


“Aman mah. Udah yah mah, itu abang ojol udah depan rumah. Buruan berangkat Tam.” Ucap Uta, ke ibu dan Tama sang adik.


“Bye mah. Love you to the moon, muachhh...!!!” Buru-buru berjalan kearah motor abang ojol.


“Neng helm nya neng.” Kata bang ojol menyerahkan helm ke Uta.


“Eh iya bang, makasi bang.” Langsung memakai pengaman kepala itu. Salah satu hal yang wajib dipakai siapa saja, apabila berkendara dengan sepeda motor. Bukan demi siapa siapa, melainkan demi keselamatan diri sendiri.


"Kakak kamu tuh kebiasaan deh, gak mepet gak berangkat." Oceh Ibu ratu pada si bungsu Tama.


"Kalau gak gitu, bukan kak Uta Mah." Jawab Tama santai.


"Berangkat mah, assalamuaikum". Ujarnya lagi sembari mencium tangan wanita yang melahirkannya itu.


Tama memang tak seburu buru kakaknya, sebab sekolahnya tak jauh dari rumah. Cukup 15 menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai disana, itupun ada fasilitas bus sekolah yang akan mengangkut Tama dan anak anak yang lain ke area sekolah.


...___________ Z ___________...


Motor om ojol melaju menuju SMA ZERO-01 atau yang biasa disingkat Z1, tempat Uta bersekolah. Z1 adalah salah satu sekolah bonafit di kota metropolitan ini. Siswa siswi lulusan SMP berbondong bondong untuk bisa masuk kesana.


Bukan hanya karena fasilitas yang sangat lengkap dan canggih, melainkan juga karena kualitas guru yang tak kaleng kaleng, membuat Z1 menjadi primadona bagi siapapun untuk mengenyam pendidikan tingkat SMA.


Selain itu Z1 juga banyak diincar oleh siswa cerdas yang kurang mampu, sebab menyediakan kuota 10 persen dari total penerimaan siswa bagi siswa yang kurang mampu, dengan syarat harus memenuhi nilai standart yang Z1 tentukan.


Uta adalah salah satunya, ia salah satu penerima beasiswa tidak mampu di sekolah itu, yang secara nilai memenuhi persyaratan ambang batas standart Z1. Dengan kata lain, Z1 hanya menerima bibit-bibit unggul agar mampu bersaing, dengan siswa siswi lainnya yang masuk lewat jalur biasa.

__ADS_1


Hari senin seperti biasa semua siswa mengikuti upacara bendera. Mau tidak mau Uta harus berangkat lebih pagi, sebab setiap hari senin diadakan upacara bendera, ditambah lagi Ibu Ratu tak bisa mengantarnya karena motor mereka masih dibengkel, membuat Uta harus buru-buru berangkat, bila tak mau terlambat karena gerbang ditutup. Tak terasa dari jauh gerbang sekolah sudah mulai terlihat.


“Bang stop depan aja bang, makasi ya bang.” Pintanya pada bang ojol. Abang ojol dengan sigap menepikan motornya dengan hati hati.


Uta turun digedung serbaguna Z1 yang ada tepat di depan sekolahnya, kerena gedung bisa dipergunakan oleh umum untuk berbagai event, sehingga memang tak disatukan dengan gedung sekolah.


Setelah mengembalikan helm milik bang ojol dan membayar ongkosnya, Uta pun berjalan menuju toilet samping gedung serbaguna disitu. Memastikan tampilannya rapi, sebab di gerbang sekolah pak Akbar akan memeriksa kerapian dan kelengkapan atribut sekolah.


“OH MY GOD, Utaa your dasiiii. Mati gue, Pak Akbar mana udah stand by lagi digerbang. Duh Uta kebiasaan deh, pake lupa segala.” Komat kamit gerutunya depan kaca toilet. Muka panik itu mulai pucat perlahan, bagaimana tidak, pak Akbar terkenal tak segan menghukum murid yang tak disiplin waktu maupun atribut tak lengkap. Gak peduli cewek cowok, muda tua, kulit cerah atau kusam, disikat semua oleh beliau.


Dengan langkah gontai ia keluar toilet hendak menuju gedung sekolah. Buyar sudah fikiran tentang upacara pagi ini. Baru akan keluar gerbang gedung serbaguna, terlihat disebarang gerbang pak Akbar sedang menghukum beberapa siswi dengan squat jump, sedang siswa laki laki lainnya push up dan lari lapangan beberapa putaran.


“Tamat riwayat gue!! Lo emang pinter Ta, dasi pake lo tinggal… Wow good job … Wonderful.” Ucapnya saat bersembunyi di sela sela gerbang gedung serbaguna sambil mengintip yang terjadi di gerbang sekolah.


“Lo lagi ngumpet?” Terdengar sebuah tanya dari seseorang.


Bersambung .........


...___________ Z ___________...



Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Karya pertama dari ZEROIND hadir untuk kalian. Semoga terhibur dan enjoy membaca karya ini.


Salam kenal.

__ADS_1


😀


__ADS_2