Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
105. Belum Pulang


__ADS_3

Author POV


"Alber kenapa ya, aku ngeliat kamu sekarang semakin keren." Ujar Ayleen tiba-tiba. Gadis itu tak dapat menyembunyikan, rasa kagum di hatinya sekarang.


"Maksud kamu?" Tanya Alber, menatap Ayleen bingung. Ia tak dapat menangkap maksud ucapan Ayleen.


"I mean, dari dulu kamu udah keren, tapi entah kenapa, aku ngerasa kamu semakin keren sekarang." Ujar Ayleen sedikit salah tingkah. Ia menatap Alber yang juga kebetulan sedang menatapnya.


"I miss you Ber." Ucap Ayleen memeluk Alber tiba-tiba. Alber yang tak menduga, berusaha melepaskan Ayleen dari tubuhnya, tapi gadis itu memeluknya sangat erat, hingga tak bisa dilepaskan dengan mudah.


Sejak kapan kamu sixpack begini. *Ayleen.


Ayleen benar-benar menghayati pelukan ini. Ia juga tak mengerti kenapa Alber terasa sangat berbeda sekarang. Sexy. Kata yang tepat, untuk menggambarkan apa yang ada dalam benak gadis itu. Bukan sexy dalam konteks minim berpakaian ataupun penampilan, melainkan sexy secara aura dan pemikiran.


Ditunjang lagi dengan fisik yang bikin kaum hawa ingin terus dipeluk, dan wajah tampan yang memikat mata. Rasanya, di Bali Alber tak semempesona ini, kenapa ia drastis berubah pikir Ayleen.


"Ayleen, tolong jaga sikap kamu." Ucap Alber menegur keras sikap Ayleen. Tapi gadis itu tak bergeser sedikitpun. Yang ada, ia memeluk Alber semakin erat. Menghirup aroma tubuh Alber yang sexy dalam-dalam.


"Ber, aku kangen banget sama kamu Ber. Semenjak kamu pindah dari Bali, aku bahkan sering mimpiin kamu.." Ucap Ayleen dengan intonasi, seolah memendam rindu yang menggunung.


"Mungkin terdengar sedikit aneh, tapi aku pengen kita dekat seperti dulu." Ujarnya lagi tak tahu malu. Dirinya tak ingat sikapnya yang cuek pada Alber. Dirinya bahkan mendongakkan kepala, bermaksud ingin mencium wajah tampan itu.


"Aku rasa, kamu gak ada keluhan tentang apart ini. Sebaiknya kita pulang sekarang. Soal ini, nanti aku infokan ke Babam." Alber mendorong kedua bahu Ayleen dengan sedikit keras, agar pelukan itu terlepas.

__ADS_1


Kemudian tanpa berpikir dua kali, ia berjalan keluar dari unit itu, meninggalkan Ayleen di belakang. Alber bahkan tak menoleh lagi ke belakang, untuk sekedar memastikan Ayleen mengikutinya.


Terlihat kekecewaan pada Ayleen, karena Alber menolak aksinya. Ia melihat kepergian Alber dengan pandangan tak percaya. Alber tak pernah meninggalkannya seperti ini sebelumnya. Alber yang dulu, selalu memastikan dirinya selalu dalam radar pengawasannya.


Ayleen berusaha menenangkan hati dan berjalan menyusul Alber. Alber mengantarnya pulang ke hotel, tempat Ayleen menginap. Ia menurunkan gadis itu di area depan hotel, kemudian langsung melajukan mobil ke rumah.


_____________ Z _____________


Author POV


Uta terbangun saat merasa ada sentuhan tangan, yang menepuk-nepuk tangannya dan menguyel-nguyel pipinya.


"Sayang?" Uta kaget saat membuka matanya, Putri sudah bangun dan duduk di dekatnya.


"Eh, ayok buruan kita ke toilet." Mendengar Putri yang sedang kebelet, Uta dengan sigap langsung bangkit dari tempat tidur, kemudian menggendong bocah kecil itu ke toilet, untuk buang air kecil.


Setelah Putri selesai buang air kecil, dua orang yang baru bangun dari tidur siang itu, lanjut mencuci muka dan menggosok gigi. Uta terlebih dulu membantu Putri, baru kemudian ia membersihkan wajahnya.


"Sudah lega? Dari kapan anak gemasnya Tuta ini kebangun?" Ucap Uta, menggendong bocah kecil itu keluar toilet dan menuju keluar kamar.


"Sudah dali tadi, tapi Tuta ga bangun." Jawab Putri, sambil beberapa kali menggelengkan kepala.


"He .. he .. he .. Duh Tuta ini, bener bener deh." Uta terkekeh mendengarnya, ia kemudian bicara seolah menegur dirinya sendiri.

__ADS_1


"Wkwkwkkw .. Benel benel deh." Mendengar itu, gantian Putri yang tertawa ngakak, bocah kecil itu kemudian menirukan apa yang Tutanya bilang. Mereka berdua sama-sama tertawa karena kelucuan itu.


Uta kemudian menggendong Putri ke arah taman belakang, tempat si Lele berada. Uta membiarkan Putri main dengan si Lele. Uta sedikit memberikan dirinya jarak dengan Putri dan Lele, alias mengawasinya dari jauh, namun masih di area taman belakang.


Sekitar 10 menit Putri bermain dengan lele, seorang staff dapur datang dan memberikan piring penuh, berisi berbagai buah-buahan yang sudah dipotong dan siap makan. Tak lupa juga lengkap dengan minuman. Rupanya hari ini, Putri belum ada makan buah buahan. Untung saja staff dapur mengingatkan.


"Sayang, Tuta mau duduk dekat Putri, tapi boleh gak Lele dimasukin ke kandangnya dulu? Boleh?" Ujar Uta dari jauh. Ia meminta izin terlebih dahulu, karena Putri baru saja bermain dengan Lele sekitar 10 menitan.


"Tuta boleh. Tuta tunggu oke Tuta." Jawab bocah baik hati itu. Ia sama sekali tidak marah, padahal sedang asik-asiknya bermain dengan si Lele. Di pindahkannya terlebih dahulu makanan Lele ke dalam kandang, baru kemudian mengangkat Lele dan memasukannya ke dalam kandang.


"Lele kamu makan disini, oke Lele. Lele makan yang banyak. Oke oke Lele." Ucap Putri sebelum menutup kandang Lele dan menguncinya.


"He .. he .. he .." Uta terkekeh pelan, melihat perilaku bocah gemasnya pada Lele. Ia berjalan mendekat ke meja taman membawa nampan berisi buah-buahan, setelah Putri mengunci kandang Lele.


"Lelenya lagi makan. Putri makan juga, biar makan sama-sama Lele." Ujar Uta duduk di samping Putri, ia mulai menyuapi bocah itu buah-buahan menggunakan garpu kecil. Putri menurut dan memakan buah yang Uta suapkan, sambil memperhatikan Lele yang sedang makan di dalam kandangnya.


"Tuta, kenapa Yabel belum pulang?" Tanya Putri tiba-tiba. Uta yang hendak menyuapkan buah naga manis, jadi terhenti.


Bersambung .............


_____________ Z _____________


__ADS_1


ZEROIND


__ADS_2