![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Gak ada yang pengen kamu tanya tentang aku?" Ujar Alber, membuat Uta beberapa saat terdiam.
"Emang aku mesti nanya apa?" Ucap Uta dengan polosnya. Alber di ujung telepon sana hening tak ada jawaban, membuat Uta lawan bicaranya jadi berpikir, sepertinya Alber menggunggu pertanyaannya. Jadi, ia mesti membuat pertanyaan.
"Hemh ... Kamu lagi sama Putri?" Pertanyaan pertama yang terlintas oleh Uta.
"Tuh kan Putri lagi." Protes Alber menanggapi.
"Tapi kan, aku tanya kamu." Ujar Uta mengelak. Alber kembali hening tak menjawab, padahal Uta merasa dirinya bertanya untuk Alber.
"Oke .. oke. Hemh .. Kamu udah belajar buat besok lusa?" Tanya Uta yang merasa ini topik yang tepat, karena lusa mereka semesteran.
"Skip please." Jawab Alber sedikit rada bete.
"He .. he .. he .. Lupa aku kalo kamu, Alber si jenius. Ujian semester mah kecil. Hemh .. aku mesti ganti pertanyaan kalo gitu ya??" Jawab Uta jujur sambil bercanda. Kemudian ia kembali hendak menanyakan pertanyaan selanjutnya.
"Alber ..."
"Hemh ..?" Jawab Alber penasaran.
"Kamu udah makan?" Uta coba melemparkan pertanyaan receh meski, ia tak yakin Alber menjawab atau tidak.
"Belum." Rupanya Alber menjawabnya.
"Kenapa belum? Udah jam 12 lebih loh." Ujar Uta sembari mengerutkan dahinya.
"Kamu khawatir sama aku, kalo aku belum makan?" Ujar Alber iseng menggoda Uta.
"Mulai ngaco ... Beneran ih jawabnya! Kenapa belum makan?" Ucap Uta merasa Alber mulai ON mode isengnya.
"Males, gak ada nafsu makan." Jawab Alber akhirnya, mengatakan kenapa ia belum makan.
__ADS_1
"Oh pantes, kamu jadi gampang bete." Ujar Uta berbalik iseng.
"Apa hubungannya makan sama bete?" Ujar Alber si jenius, mempertanyakan apa korelasinya. Sankin jeniusnya, ia merasa dua hal itu tak ada masuk akalnya.
"Perut kosong tuh, kadang kadang bisa bikin orang gampang emosi. Coba deh kamu pergi makan dulu." Jawab Uta, menjelaskan sekaligus memberi solusi.
"Memangnya kamu udah makan?" Bukannya pergi makan, Alber malah bertanya balik.
"Of course." Jawab Uta bersemangat.
"Makan apa?" Tanya Alber lagi.
"Aku tadi makan ikan goreng bumbu kuning, tumis kangkung balacan, sambal goreng kentang hati, sambal bawang sama peyek rebon crispy." Ucap Uta, mengabsen makanan yang sudah bertengger dalam perut.
"Duh ngiler aku dengernya." Ujar Alber, frustasi membayangkan makanan makanan lezat itu.
"Wkwkwkwk ... Perasaan aku, di rumah kamu terhidang makanan yang enak-enak setiap saat. Dimasak sama chef khusus lagi. Kenapa pula mesti ngiler segala, dengar menu simpel yang aku makan. Aneh tau gak?" Sontak Uta tertawa mendengar ucapan Alber yang menurutnya lawak sekali.
"Hemh .. Masuk akal." Jawab Uta mengakui logika Alber tanpa jaim.
"Coba ceritain, hari ini kamu emang ngapain aja?" Tanya Alber lagi, benar benar ingin tahu apa yang gadis itu lakukan hari ini.
"Hemh ... Pertama-tama aku tadi bangun jam 10." Jawab Uta mengingat-ingat aktivitasnya hari ini.
"Jam 10? Wah ... wah ... wah.." Respon Alber takjub. Ia berpikir Uta benar-benar menikmati hari ini dengan caranya.
"Mau dilanjutin gak?" Ucap Uta dengan berbau sedikit mengancam, dikarenakan mendengar respon Alber barusan yang takjub sekaligus mengejek.
"Mau." Jawabnya, menangkap ancaman yang tersirat dari ujung telepon.
"Yaudah kamu silent dulu." Instruksi Uta tanpa tawar.
"Oke." Jawab Alber langsung. Ia bahkan memberikan gerakan mengunci mulut, sayangnya Uta tentu tak bisa melihat apa yang ia lakukan.
__ADS_1
"Ehem .. Aku tadi bangun jam 10 pagi, terus aku ngulet-ngulet dulu di tempat tidur 10 menitan. Terus aku mandi biar seger. Abis itu aku turun makan. Makanan yang kamu bilang, bikin ngiler itu. Terus nunggu nasi dan kawan kawannya turun, aku bantuin Mamah packing-in pesenan bolu gulung, sekitar 1 jam lah. Terus aku balik ke kamar aku karena mau belajar. OH MY GOD ...!!" Urai Uta satu persatu aktivitasnya hari ini, hingga membawanya mengingat sesuatu hal, yang menjadi tujuannya tadi balik ke kamar.
"Kenapa?" Tanya Alber dengan nada khawatir, sebab ucapan Uta terpotong di tengah tengah.
"Aku lupa tadi mau belajar. Alber udah dulu ya. Aku harus belajar ini." Akhirnya Uta ingat, niat belajarnya yang sedari tadi ia lupakan.
"Eh tap .." Alber mencoba menahannya sebentar lagi. Ia masih ingin lebih lama mendengar suara gadis dasi.
"Alber bye, assalamualaikum." Namun bukan Uta namanya, kalau tak berbuat di luar prediksi Alber. Sambungan telepon mereka pun terputus sudah.
Bersambung ............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤
ZEROIND
__ADS_1