![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Alber?? Apaan sih? Aku bukan Putri si bocil." Uta bangkit dari posisinya lalu melayangkan protes, tak terima merasa diperlakukan seperti anak kecil oleh Alber yang membelai kepalanya.
"Husstt ... Aku lagi ngecek suhu otak kamu, panas atau enggak." Ucap Alber yang tetap tak melepas telapak tangannya, dari kepala Uta.
"Otak aku aman-aman aja. Lepasin tangan kamu!!" Ucap Uta lagi, karena Alber masih memegang kepalanya. Ia sedikit kesal, karena Alber malah tersenyum jahil.
"Masa sih? Bukannya ini tadi pasti di forsir ngerjain hitungan." Jawab Alber, membelai lembut surai hitam itu. Ia merasa bangga dengan murid kilatnya ini, sebab beberapa kali Alber melihat ke arah Uta, gadis itu tetap mencoba mengerjakan soal-soal matematika semampunya, tanpa sedikitpun mencontek kiri kanan.
"Iya tapi itu tadi pusingnya. sekarang udah enggak. Lepasin tangan kamu dari kepala aku. Ini jatuhnya bukan pusing tapi berat." Ucapnya dengan tatapan tak bisa ditawar lagi.
"Wkwkwkwk ... Jawabanmu itu loh, out of the box, as always. Wkwkwwk." Alber tertawa ngakak mendengar perkataan Uta. Diturunkannya tangan yang membelai surai hitam gadis chubby itu.
"Lagian aku lagi asik mejamkan mata, kamu tiba-tiba datang." Ujar Uta yang kaget Alber datang.
"Weiittssss ... Tunggu dulu, aku bawa harta karun ini." Alber membawa sebuah paper bag lumayan besar, berisi kotak makanan bertingkat tingkat, lengkap dengan minuman bermacam-macam.
Alber kemudian duduk di kursi kosong milik Seto, alias tepat disamping Uta. Ia kemudian mengeluarkan isi paper bag tersebut, dan menaruhnya di meja Uta dan Seto. Uta membantu menatanya, agar rapi dan muat di meja. Uta juga mengeluarkan cookies buatannya dari dalam tas, dan menaruhnya di atas meja untuk dimakan bareng-bareng.
"Seto sama Reta mana?" Tanya nya, sebab kemarin mereka makan berempat disini.
"Panjang umur, tuh orangnya." Ujar Uta menunjuk ke arah Reta datang, dengan dagunya.
__ADS_1
"Gabung Re." Ucap Alber, tak sungkan mengajak Reta bergabung bareng.
"Ya ampun Ber, kalau tau dari awal, aku gak akan ke kantin." Ucap Reta, melihat isi dari kotak-kotak makanan itu. Beraneka ragam menu, mulai dari buah-buahan, makanan berat sampai dengan cemilan dan snack ringan. Benar-benar menggiurkan.
"Tapi ini gak ada salad buah Re. Katanya kamu pengen itu." Ucap Uta mengingatkan apa yang memang Reta inginkan tadi.
"Iya juga sih." Jawabnya sambil nyengir, karena memang tak ada salad buah di seperangkat makanan yang Alber bawa.
"Dapet saladnya?" Tanya Uta penasaran.
"Jeng Jeng." Pamernya, sebuah paper bag berisi 2 botol minuman, 3 buah roti dan sekotak salad buah segar. Ia membelikan sahabatnya itu sebotol minuman jus jeruk dan beberapa roti, dengan isian varian rasa berbeda. Ia tak memberikan Uta salad buah, sebab memang Uta kurang menyukai jenis salad tersebut. Ia akan dengan senang hati membelikan Uta salad buah, kalau memang gadis itu request.
"Jeng Jeng .. Aku hadir." Suara yang membuat mood Reta drop. Seto datang hanya membawa diri. Ia tanpa ba bi bu langsung duduk di kursi samping Reta, sebab kursinya di duduki Alber. Tapi tentu itulah yang Seto harapkan. Ia bahkan memuji Alber setinggi langit di dalam hati.
"Bau baunya enak nih cookies. Punya siapa ni cookies? Boleh minta gak?" Dari sekian banyak makanan lezat, fokus Seto tertuju pada palm cheese cookies milik Uta.
"Punya Neng Uta toh, Aa Seto makan ya cooki ...es ... nya..." Baru saja Seto ingin mengambil sebuah cookies dari toples, Alber sudah keburu menarik toples tersebut dan memakan isinya dengan lahap. Seto sampai terdiam, karena toples cookies itu benar-benar sudah Alber amankan.
"Sorry bro gue laper, lo makan yang lain aja." Ucap Alber, sembari memancarkan sorot mata untuk jangan mengusik cookies ini.
"Cepet bener serobotannya Ber. Untung yang lain kayaknya enak." Ucap Seto yang menangkap makna sorot tajam itu. Seto memilih beralih ke menu lain. Ia menyerah telak pada Alber si idola Z1.
"WKWKWKKW ... Emang enak." Reta yang memperhatikan dua laki-laki di meja itu, tertawa ngakak melihat Seto mundur teratur pada Alber.
__ADS_1
"Muaaccchhh." Bukan Seto namanya jika tidak bisa membalikkan keadaan. Seto memberikan gesture cium jauh ke Reta.
"IYYUHH ... HOEEKKK ..." Reta berakting jijik mau muntah, melihat Seto memberinya cium jauh. Seto terkekeh melihat penolakan Reta.
"Ha .. ha .. ha .." Alber dan Uta tertawa bersama, melihat pertikaian Reta dan Seto.
"Ehemm ..." Suara yang seketika membuat Reta salah tingkah.
"Ed .. Edgar?" Panggilnya terbata. Dirinya khawatir Edgar melihat tingkah Seto ke dirinya, alamat makin menjauh lah Edgar untuk ia raih.
"Aku cuman mau bilang, Mama nitipin oleh oleh buat kamu sama Uta. Kalian berdua entar pulang ambil ke mobil aku." Ucap Edgar dengan suara bariton, penuh karisma seperti biasa. Terlalu mempesona untuk seorang Reta Natadipura. Pandangan Edgar sekilas bertemu dengan Seto, ada ketidak sukaan pada bola mata, masing-masing dua orang itu.
"Siap bos." Ucap Uta tenang, berbanding terbalik dengan sikap salting Reta.
"RE!" Sebut Edgar, sekali lagi dengan penekanan tegas.
"I .. Iya Gar." Jawab Reta terbata lagi.
Setelah itu semuanya bubar jalan, mereka lanjut ujian mata pelajaran kedua.
Bersambung .............
_____________ Z _____________
__ADS_1
❤
ZEROIND