Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
164. Tolong Pertimbangkan Aku


__ADS_3

Author POV


"Untuk apa dia cemburu? Kalian bahkan berciuman hari itu." Ucap Uta spontan. Sadar dirinya kelepasan, Uta lantas menutup mulutnya.


"Uhuk ... uhuk... " Alber yang kembali meminum kopinya, sekali lagi tersedak parah.


"Ci ... ciuman?" Mata Alber terbelalak.


"Ciuman apa maksudnya?" Cecar Alber pada Uta. Kini Uta yang berbalik panik.


"Jawab Ta." Alber menatapnya menyelidik, membuat gadis itu jadi salah tingkah.


"Heahhhhhhh ... Oke aku jelasin. Tapi kamu harus janji, jangan potong aku bicara!" Ucap Uta memberi syarat.


"Ya, aku janji. Sekarang tolong jelaskan maksud kamu apa!" Ucap Alber mulai memasang pendengarannya setajam mungkin.


"Hari dimana aku pergi meninggalkan Jakarta enam tahun lalu, aku datang Ber. Aku datang ke kamu untuk pamit." Ucap Uta mengenang kembali hari itu. Tampak Alber sedikit kaget mendengar fakta yang terkuak.

__ADS_1


"Aku memberanikan diri minta izin ke Mamah, untuk pamitan ke kamu sekeluarga. Kamu dan keluarga terlalu baik dan banyak berjasa untuk aku. Aku gak sampai hati, pergi begitu aja. Jadi aku putuskan untuk ke rumahmu, 3 jam sebelum tiket keberangkatan." Lanjut Uta lagi. Seperti janjinya, Alber diam menyimak perkataan Uta.


"Tapi waktu gerbang rumah kamu udah dekat, aku ngeliat kalian berdua berdiri berhadap-hadapan begitu dekat. Posisi kamu kebetulan membelakangi pagar. Itu sebabnya kamu gak tahu aku datang."


"Waktu itu aku dilema, tetap masuk untuk pamitan atau enggak usah aja. Aku takut ngeganggu kalian berdua."


"Sampe akhirnya aku ngeliat kamu sama Ayleen berciuman. Lebih tepatnya Ayleen mendekat dan mencium kamu." Ucap Uta getir saat mengingat adegan itu. Alber yang masih menyimak, menatap Uta sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Akhirnya, aku memutuskan untuk pulang aja. Aku enggak mau mengganggu kemesraan kalian. Itulah sebabnya, kamu taunya aku pergi tanpa pamit."


"Walaupun sampe hari ini aku belum siap cerita, alasan kenapa aku sekeluarga pindah dari Jakarta. Tapi intinya, hari itu aku datang ke rumahmu Ber. Aku datang untuk pamit." Ucap Uta mengakhiri penjelasannya. Hal yang selama ini ia pendam bertahun lamanya, kini bisa ia luruskan dengan Alber langsung. Minimal Alber tak lagi salah paham, mengira dirinya pergi begitu saja. Tampak kelegaan di wajah gadis itu, namun tidak dengan lawan bicaranya.


"Aku dan Ayleen gak pernah berciuman." Ucap Alber yakin.


"Aku gak pernah mencium wanita manapun, apalagi seorang Ayleen. Karena perasaan aku bukan di dia, tapi di kamu."


"Aku jatuh cinta sama Uta Arabella Lavanya. Aku sukanya sama teman sebangku pertamaku di Z1. Aku sayangnya sama kamu Ta. Alber sayangnya cuman sama kamu." Ucap Alber pasti. Hanya ada keseriusan dalam sorot mata Alber. Terucap sudah perasaan yang selama ini ia simpan untuk Uta.

__ADS_1


DEG ..........


"A ... Alber..." Uta yang tak menyangka, tak bisa berkata apa-apa.


Ba ... Bagaimana mungkin? *Uta


"Bolehkah aku meminta satu hal?" Tanya Alber pada gadis didepannya. Uta yang tercekat, hanya diam menatap Alber.


"Aku gak akan memaksa kamu menerima perasaanku. Akan aku hargai apapun keputusan kamu. Aku cuman minta satu hal. Tolong pertimbangkan aku."


"Tolong pertimbangkan aku sekali ini."


Bersambung .............


_____________ Z _____________


__ADS_1


ZEROIND


__ADS_2