Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
183. Boleh?


__ADS_3

Author POV


Resepsi berakhir hampir pukul 10:00 malam. Molor 1 jam dari waktu yang tertera di undangan mereka. Sebagian besar undangan sudah meninggalkan ballroom acara. Hanya ada beberapa kolega Babam yang baru tiba dari luar negeri, sedang mengobrol dengan Babam, Alber dan Tibar.


Tau istrinya pasti lelah, Alber menghampiri Uta yang sedang duduk bersama Syiba. Diciumnya pipi Uta, baru merangkul bahu gadis yang sedang duduk di kursi itu.


"Mamah sama Annem kemanaan?" Tanya Alber mencari kedua ibu-ibu kesayangannya.


"Tepar Ber. Udah balik ke kamar deluan dari tadi." Jawab Syiba yang masih setia menemani adik iparnya.


"Istri aku pasti udah capek juga. Ya kan?" Tanya Alber penuh cinta pada Uta.


"Kak Syiba lebih capek, dari tadi sibuk ngurusin ini itu." Ucap Uta menatap kakak iparnya yang sangat baik hati.


"Bukan lagi, emang adek aku yang care cuman Uta aja. Yang satunya resek doang deh kayaknya." Ucap Syiba sengaja.


"Wkwkwkw ... Abla thank you." Alber jadi tertawa karena kakaknya sebal.


"He ... he ... he ..." Uta jadi terkekeh saat Tom and Jerry mode ON.


"Tapi Abla, aku mau ngerepotin Abla sekali lagi. Aku minta tolong Abla anterin Uta ke kamar. Kayaknya Babam masih lama ngobrolnya. Kan gak enak kalau Alber naik, tapi big boss belum." Ucap Alber menatap Syiba. Dielusnya lembut bahu Uta yang masih ia rangkul.


"Iya udah Abla naik deluan sekalian anter Uta." Jawab Syiba mengangguk. Ia paham maksud adiknya itu.


"Gak papa kan Ta?" Tanya Alber melihat wajah Uta yang mendongak menatap suaminya.


"Iya gak apa-apa. Aku naik deluan ya Ber." Izin Uta kemudian berdiri. Alber mengangguk lalu mencium pipi Uta sekali lagi. Uta tersenyum dan sempat mengelus lembut rahang tegas Alber.


"Yok Ta." Ajak Syiba memegang tangan Uta. Kakak Alber ini juga peka membantu mengangkat gaun lebar Uta, agar adik iparnya mudah berjalan. Mereka lalu meninggalkan ruangan dan berjalan menuju ke kamar.

__ADS_1


..._____________ Z _____________...


Alber baru kembali ke kamarnya hampir jam 12:00 malam. Di bukanya pelan pintu kamarnya dengan Uta. Debaran jantungnya berdetak luar biasa. Ini pertama kalinya mereka sekamar.


Ia berjalan memasuki kamar presidential suite, tipe kamar termahal di hotel ini dengan fasilitas super mewah dan pemandangan terbaik. Ia tak menangkap keberadaan Uta di area depan. Alber lalu bergegas masuk ke kamar tidur, namun ternyata tempat tidur masih kosong.


Namum sebuah senyum langsung timbul saat melihat Uta tertidur disofa dengan piyama imutnya. Istrinya itu sudah mengganti gaunnya dan menghapus make up nya, dibantu Syiba. Uta juga sudah mandi dan membersihkan diri, dari badan yang lengket seharian. Uta bahkan menyiapkan baju ganti untuk Alber, yang ia taruh rapi di atas tempat tidur.


Sumpah demi apapun, Alber ingin sekali segera memeluk istrinya itu, tapi ia memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


20 Menit kemudian, Alber yang sudah mandi keluar dan langsung memakai baju yang Uta sudah siapkan di atas tempat tidur. Piyama sepasang yang diberikan Putri sebagai kado pernikahan. Bocah itu sengaja memberi kado seminggu sebelum Akad. Putri ingin jadi orang pertama yang kasih kado ke Tuta Yaber, katanya.


Selesai berpakaian, Alber lantas berjalan ke arah istrinya yang masih lelap tertidur di sofa. Terdengar dengkuran halus yang membuat Alber tersenyum. Mungkin karena sangking lelahnya, pikir Alber.


Dengan sangat hati-hati, Alber menggendong Uta menuju tempat tidur. Diletakkannya istri imutnya itu di tempat tidur perlahan, agar Uta tak terbangun.


Glekk ...


Alber memilih menahan gejolak perasaannya yang meronta-ronta, karena melihat rejeki nomplok itu. Ia tahu Uta sangat lelah dan butuh istirahat. Diselimutinya paha mulus itu.


Alber naik ke tempat tidur setelah memastikan lampu kamar temaran. Ia masuk ke dalam selimut dan merengkuh Uta agar tidur berbantalkan lengannya. Wangi tubuh Uta benar-benar menguasai penciumannya.


Diciumnya semua wajah Uta dengan cinta. Lalu tidur dengan mendekap gadis itu.


Namun diluar dugaan, Uta yang merasa ada sentuhan di wajahnya, membuka mata.


"Alber? Kamu udah balik? Maaf ya akunya ketiduran." Ucap Uta dengan suara orang baru bangun tidur. Suara agak serak yang terdengar sangat sexy di telinga Alber. Menjadikan Alber tak bisa berpikir jernih.


"Ta ..." Panggil Alber saat Uta masih mengumpulkan kesadarannya.

__ADS_1


"Hemh ...?" Tanya Uta masih dengan suara seraknya. Dilihatnya suaminya baik-baik sekarang.


"Boleh ...?" Tanya Alber dengan penuh harap. Uta yang melihat ekspresi wajah Alber, tau arah pertanyaan suaminya. Gadis itu diam sejenak, baru kemudian mengangguk membolehkan.


Tanpa menunggu lagi, Alber langsung menerjang istri cantiknya itu. Satu per satu helai baju mulai berserakan. Kamar yang tadi sunyi, kini terdengar suara-suara yang kita inginkan.


Bersambung .............


Ayok kita menyingkir pemirsah. Biarkan Uta dan Alber melakukan perbuatan yang kita harapkan.


Wkwkwkwkwkw😁😂


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.






Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.


...Novel+Cookies \= ...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...

__ADS_1


❤ ZEROIND


__ADS_2