![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Sudah aku dengar baik-baik kata demi kata yang kamu sampaikan. Dan di kesempatan kali ini, aku akan menjawab lamaran dari kamu. Aku sudah berpikir matang-matang untuk memutuskan."
"Alber maaf, tapi aku gak bisa." Ucap Uta menjawab pertanyaan Alber.
DEG ..............
Semua yang hadir disana tampak tegang mendengar jawaban Uta. Wajah mereka yang tadi bahagia meski sedikit tegang, kini berubah sedih putus asa. Terdengar sedikit suara-suara riuh ungkapan rasa kaget, lamaran itu ternyata tak diterima.
Annem Babam tampak menarik nafas panjang. Mamah Celine dan Tama juga sama. Putri yang masih kecil dan belum terlalu mengerti, ikut sedih Yabernya ditolak. Bahkan Seto si raja usil, tak berani berucap satu kata pun sekarang. Ia juga merasa kaget mendengar jawaban Uta barusan.
Alber jangan ditanya. Laki-laki tampan itu lemas mendengar jawaban Uta. Gadis kesayangannya, baru saja menolak lamarannya. Andai sedang tak banyak orang, mungkin ia sudah jatuh terduduk sangking syoknya.
Meski Alber sudah mempersiapkan hatinya, kalau-kalau Uta menolak niat baiknya ini. Tapi tetap saja, hatinya tak mampu menahan kesedihan yang ada. Ditatapnya Uta. Gadis itu tampak diam menatapnya. Tak ada gerak-gerik bercanda seperti yang Alber harapkan.
"Aku gak bisa Ber. Aku gak bisa menolak lamaran kamu." Ucap Uta tiba-tiba melengkapi kalimatnya. Senyum manisnya timbul kemudian.
DEG .................
Tegang diwajah Alber, luruh seketika. Rongga paru-parunya kembali berjalan normal semestinya. Ia sampe memegang kedua lututnya sangking lemasnya.
"Alhamdulillah...." Ucap semua yang hadir. Mereka ikut senang dan lega, lamaran Alber ternyata diterima.
"Hufttttt ...." Alber menarik nafas lega. Matanya berkaca-kaca melihat Uta. Ia tak bisa menutupi rasa bahagia yang memenuhi hatinya, meski tadi sempat dikerjai calon istrinya itu. Senyum bahagia terpancar di wajah tampannya.
Tampak Annem dan Mamah Celine menyeka air matanya. Mereka ikut bahagia Uta menerima lamaran Alber. Tama juga berkaca-kaca, melihat kakaknya bahagia. Syiba dan Reta jangan ditanya, tisu mereka sudah basah sangking terharunya. Baris juga ikut bersorak dalam hati untuk kebahagiaan bosnya.
"Heahhhhhh ... Semua yang hadir bisa tarik nafas dulu, biar lega." Ucap Syiba memecah suasana haru disitu.
"Oh iya, tadi saya denger dari teman-teman, Uta disini seringnya dipanggil Uni Uta yah?" Tanyanya mencairkan suasana.
"Iya ..." Jawab beberapa karyawan dan tetangga Uta yang hadir disana.
"Uni Uta nya tadi cuman canda sedikit. Untungnya tadi cuman prank sesaat saudara-saudara. Bukan begitu Uni?" Goda Syiba ke Uta.
"Iya Kak." Ucap Uta tersenyum manis.
"Alhamdulillah, hampir aja Kak Syiba trauma jadi MC." Canda Syiba menanggapi.
__ADS_1
"Wkwkwkwk..." Semua pada tertawa disana mendengar ucapan Syiba.
"Mungkin kita langsung ke acara tukar cincin aja ya." Ucap Syiba yang langsung diberikan tepuk tangan meriah.
Tanpa Uta sangka, Putrilah yang berdiri dan membawakan sebuah kotak merah berisi sepasang cincin. Gadis kecil itu sudah tumbuh menjadi anak kelas 5 SD yang cantik. Tinggi badannya bahkan sudah hampir setinggi bahu Tutanya. Meski begitu Putri tetap menggemaskan, gemoy nya tak hilang.
Ketika sampai di depan Uta dan Alber, Putri lalu membuka kotak merah yang ia bawa. Senyum mengembang selalu menghiasi wajah gemoy nya. Anak cantik itu senang Yaber dan Tutanya bersatu. Uta yang gemas sempat mencium pipi geyal-geyol bocah itu.
Alber kemudian mengambil cincin yang ukurannya lebih kecil. Cincin simple bertahtakan berlian dengan design elegan, dipasangkan Alber di jari manis Uta. Gadis itu tersipu malu sekaligus gugup, takut cincin itu tak pas ditangannya. Mengingat ini adalah acara lamaran yang ia juga baru tau tadi. Semua disiapkan oleh Alber dan keluarga Farabaks.
Rasa lega langsung menghampiri, saat cincin itu terpasang pas dijari manisnya. Ia melihat Alber tersenyum tampan usai berhasil menyematkan cincin di jarinya.
Kini sebaliknya, Uta gantian mengambil cincin dari kotak, lalu meraih tangan Alber. Di pasangkannya cincin untuk Alber. Uta berusaha setenang mungkin meski hatinya gugup bukan main. Sementara Alber terus tersenyum menatap gadis dasinya dari dekat. Uta kemudian mundur usai cincin Alber berhasil terpasang.
"Asik, jadi kawin Ber. Gas terus Ber." Celetuk Seto yang kembali menuai tawa orang-orang disana. Laki-laki usil itu kemudian diam karena dijewer Reta, gebetannya sejak SMA.
Seto!!! Kenapa pula aku bawa manusia ini??!!! *Alber
"Iya, tersemat sudah cincin sebagai simbol komitmen Uta dan Alber. Tanda niat mereka ke jenjang yang lebih serius." Ucap Syiba senang.
"Berikutnya penyerahan seserahan dari pihak laki-laki ke pihak perempuan, yang akan diwakilkan oleh keluarga." Lanjutnya lagi.
Lanjut kemudian, Putri membawa kotak seserahan berisi beberapa parfum mewah elegan, untuk diserahkan simbolis pada Tama. Mereka juga tersenyum bersama saat dibidik lensa kamera.
Kini sang fotografer berpindah ke pasangan inti Uta dan Alber. Alber menyerahkan kotak seserahan yang berisi mukena, sajadah dan Al-quran pada calon istrinya. Uta tersenyum menerima kotak yang Alber beri. Mereka lalu menghadap kamera untuk mengabadikan momen ini.
Tepuk tangan riuh mengiringi Uta dan Alber. Uta yang memakai kebaya, plus Alber yang memakai batik tampak manis bersama.
"Phiiwiiiitttt....!! Pepet terus Ber." Canda Seto yang gregetan dengan pasangan serasi didepannya. Semua tertawa karena suasana begitu cair disana.
"Nah, di hari yang indah ini, ada 2 sesi bonus." Ujar Syiba usai penyerahan box seserahan.
"Sesi pertama, adalah tasyakuran Tama atas kelulusan SMA kemarin. Tama lulus sebagai siswa terbaik di SMA nya. Selamat untuk Tama atas prestasinya. Kita doakan Tama lancar kuliahnya dan bisa meraih cita-citanya. Nanti semua yang hadir akan makan bersama."
"Aminnnnn......." Semua orang ikut mengaminkan.
"Lanjut ke bonus sesi kedua. Di hari ini bertepatan dengan Reta yang berulang tahun."
"Kita doakan semoga Reta sehat selalu, panjang umur, selalu dilimpahi rezeki yang berkah, dikelilingi orang-orang yang baik, dijauhkan dari keburukan dunia dan akhirat. Tak lupa yang paling penting, semoga Reta cepat dapet jodoh dan menyusul Uta Alber." Ucap Syiba khusus untuk Reta.
__ADS_1
"Aminnnn...." Ucap semuanya mengaminkan. Reta memberikan gesture terima kasih atas doa-doa semua orang yang datang.
"Nah... gak pas rasanya, kalo yang ulang tahun gak dapat kue ulang tahunnya. Seorang pangeran tampan nan rupawan akan membawakan kue ulang tahun khusus untuk Reta. Silahkan ..." Ucap Syiba misterius agar Reta dan yang lain penasaran. Tiba-tiba seorang laki-laki berdiri, kemudian mengambil kue dari box kue yang ada didekat Syiba.
"Spesial untuk ayang bebeb Reta. My one and only forever." Ucap Seto memegang kue ulang tahun Reta, membuat sorak-sorai orang-orang. Terlebih pegawai Uta yang sudah kenal Reta, mereka heboh luar biasa.
"Cie ... cie ... cie ..." Goda mereka pada Seto dan Reta. Bahkan Putri yang masih kecil ikut tertawa. Uta dan Alber yang melihat itu, hanya geleng-geleng kepala.
Peperangan dimulai pemirsah. *Uta
"Kak Syiba, bisa gak orang ini dikirim ke Zimbabwe aja?!!" Ucap Reta minta pertolongan pada Syiba, membuat semua yang mendengar ikut terbahak-bahak.
"Hustttt ... Ayang beb ga usah malu. Sini deketan sama Aa. Come here my queen." Ucap Seto pede.
"Issshhhhhh ...!!!" Kesal Reta.
"Wkwkwkwkwkwk ...." Semua tertawa tanpa terkecuali.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.
Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.
...Novel+Cookies \= ...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤ ZEROIND
__ADS_1