![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
“Alber silahkan masuk.” Ucap bu Meta.
Dia kan… *Uta.
“Nah perkenalkan ini Alber Syargan Farabaks. Alber ini murid pindahan dari Bali. Mulai hari ini dia menjadi bagian 2 IPA-2. Kalian semua nanti bisa berkenalan langsung dengan Alber. Untuk sekarang, Alber kamu bisa duduk dikursi paling belakang itu, sebangku dengan Uta! Pelajaran akan segera kita mulai, keluarkan buku paket kalian!” Perintah bu Meta sekaligus mengakhiri pengenalan murid baru.
Bu Meta . . . NO ... NO ... NOOOOOOO!!! *Uta.
Uta mati matian teriak dalam hati. Sayangnya karena dalam hati, tentu saja Bu Meta tak akan mendengarnya. Kenapa juga ia tak punya teman sebangku. Kalau sudah begini, tak ada lagi jalan untuk menghindari titah beliau.
Alber berjalan menuju bangkunya di barisan paling belakang, diikuti tatapan memuja dari semua siswi di ruangan kelas itu. Meski sebenarnya murid lain sudah gatal untuk bicara, namun tak ada satupun kata yang keluar karena Bu Meta si guru killer akan murka. Tak ada satupun yang berani menyerahkan dirinya, berhadapan dengan Bu Meta.
Sampai di barisan belakang, Alber langsung duduk. Ada senyum tertahan dibibirnya, ketika mengetahui teman sebangkunya adalah gadis yang ia pasangkan dasi pagi tadi. Tidak ada pembicaraan sepanjang pelajaran berlangsung.
Alber fokus melihat penjelasan bu Meta, sementara Uta fokus mencatat apa apa yang bu Meta jelaskan, tanpa menoleh kearah Alber sama sekali. Sumpah demi apapun, Uta bingung dengan semua yang terjadi. Rasanya waktu lama sekali berjalan. Kepalanya pusing memikirkan bagaimana berinteraksi kedepannya, dengan teman sebangku barunya itu.
Bel istirahat berbunyi, Bu Meta otomatis mengakhiri pembelajaran. Selepas bu Meta pergi anak- anak langsung mengerubungi Alber.
“Hai Alber. Kenalin gue Tasya, salam kenal ya.” Ucap Tasya, siswi yang paling genit dikelas itu.
“Mas Ganteng, kenalin nama aku Ayu. Nama lengkapnya Ayu Mutia Intan Berlian. Indah banget kan nama aku, seindah orangnya.” Jelas manusia super PD itu pada Alber.
Alber yang sudah tak asing dikerubungi kaum hawa seperti ini, memilih tak berkomentar.
__ADS_1
“Huuu …!!! Yang ada dia puyeng dengerin lo ngomong.” Celetuk Seto yang diikuti anggukan anak anak yang lain, pertanda setuju.
“Hai gue Lisa, salam kenal ya.” Ucap gadis paling cantik di kelas ini, sambil tersenyum manis. Dan lagi lagi Alber hanya mengangguk seadanya.
Sementara semua anak sedang antusias melakukan perkenalan dengan siswa baru, berbeda dengan Uta. Hanya Uta yang tampak sangat tak nyaman, dengan situasi yang ada saat ini. Sedari tadi ia hanya menunduk, sambil sesekali mendengar percakapan teman- temannya. Ia juga tak tau harus bagaimana menghadapi hal ini. Hari ini semuanya terasa burubah drastis untuknya.
Uta yang punya rasa insecure tinggi, sengaja memilih duduk dibelakang sendiri karena menghindari keramaian begini. Dengan duduk dipojok tanpa patner sebangku, membuatnya merasa lebih nyaman menyendiri. Teman dikelas ini sekarang, satu satunya yang dekat dengannya hanya Reta. Teman sekaligus sahabatnya. Dirasakannya seseorang mencolek bahunya dari belakang, membuat dirinya otomatis menoleh.
“Ta kekantin yok, Laper banget gue.” Ajak Reta ke sahabatnya itu. Uta tentu mengangguk menyetujui ajakan Reta. Ia sedari tadi sudah tak nyaman, dengan keramaian anak anak yang kepo dengan Alber.
Disaat Alber masih menjalani sesi perkenalan dengan yang lain, Uta perlahan bangkit dari bangkunya. Uta dan Reta berjalan menuju kantin bersama. Untunglah Reta cepat mengajaknya ke kantin sebelum keadaan kantin penuh sesak oleh siswa yang lapar.
Satu lagi keistimewaan yang dimiliki Z1. Dikantin Z1, siswa tak perlu membayar makanan. Mereka cukup men-scan sebuah kartu yang dilengkapi barcode, untuk mencairkan jatah makan dikantin tiap harinya. Masing-masing siswa memiliki barcode berbeda dan hanya bisa digunakan satu kali untuk satu hari.
Memilih menupun siswa tak perlu risau. Mereka boleh mencoba semua lauk jika mau. Disini makanan sudah diatur dalam 1 set menu lengkap, hanya saja disajikan dalam bentuk buffet atau prasmanan. Akan ada petugas kantin yang akan mengambilkan lauk pauk yang kita mau, dengan ukuran standart sama rata. Dengan sistem begini wajar jika terlambat ke kantin sedikit saja, antrian siswa sudah sepanjang jalan kenangan.
Selesai mengisi jatah piringnya, Uta dan Reta memilih duduk di pojok kantin. Tempat favorit Uta. Jauh dari kerumunan siswa yang sibuk mengantri. Diletakkannya nampan makanan masing-masing dengan duduk saling berhadapan.
“Gila ini hari kelas kita kayak kedatangan artis, teman sebangku lo pula. Gimana rasanya Ta sebangku sama Alber. Feeling gue sih si Felix bakal kegeser jadi cowok terganteng di sekolah ini, bener gak?” Ucap Reta panjang kali lebar.
“Entahlah. Pusing gue. Liat sendiri kan tadi anak anak pada ngerubungin bangku belakang. Coba aja lo sama Alber tukaran tempat duduk. Lo duduk sama gue, terus dia duduk di depan” Keluhnya ke Reta, Uta masih sangat syok dengan serangkaian hal yang terjadi hari ini, semua masih berputar putar di kepalanya.
"Gue sih mau banget duduk sebangku sama lo. Tapi lo kan tau Ta, masalahnya gue gak bisa liat materi kalo gak duduk di depan. Nah elo sendiri gak nyaman kalo gak duduk dibelakang." Jawaban Reta sukses membuat Uta terdiam pasrah.
“Btw lo kenapa tadi hampir telat, ga biasanya deh? Pas baris tadi lo udah janji bakal cerita ke gue.” Tagih Reta tanpa basa basi.
__ADS_1
“Motor Ibu Ratu masi sakit dibengkel, jadi gue buru buru pake ojol, sebenernya gue tadi nyampe masih aman banget sih Re. Tapi dasi gue ketinggalan, mana pak Akbar udah stand by di depan gerbang Z1, mana berani gue masuk. Jadilah gue ngumpet di gedung serbaguna depan.” Cerita Uta mengulang kisah pagi tadi.
“Wait… wait… wait, lo bilang dasi lo tinggal. Lah itu lo pake dasi. Ta jangan bilang lo ada rabun dekat.” Ucap Reta sembari menunjuk dasi yang Uta pakai.
“Oh ini, gue dipinjamin sama orang. Gue juga kaget Re, tapi waktu udah mau bel bikin gue jadi panik, buru buru masuk kesekolah deh.” Jelasnya sambil memegang dasi hasil pinjaman itu.
“Kok bisa sih? Baik bener tu orang. Pak Akbar pasti bakalan ngehukum dia, secara atribut sekolahnya gak lengkap dong. Tapi siapa emang orangnya Ta?” Menuntut jawaban dari sahabatnya yang sedang asik mengunyah kentang goreng miliknya.
“Anak baru.” Ucap Uta dengan tenangnya.
"Anak baru siapa?" Ucap Reta yang masih belum ngeh perkataan Uta. Ia sibuk mengaduk jus mangga miliknya lalu menyeruput jus itu dengan sedotan.
"Alber." Ucap Uta mengaku akhirnya.
"Uhuk ... Uhuk ..." Reta yang sedang minum, kaget dan tak menyangka mendengar jawaban Uta, sampai-sampai membuatnya jadi tersedak. Ia bahkan memukul-mukul pelan tepat dibawah leher, untuk meredakan rasa tersedaknya. Untung saja jus mangga itu tak sampai keluar dari hidung. Bisa dibayangkan betapa sakitnya.
"Ya ampun, pelan pelan Re." Uta ikut membantu menepuk pelan punggung Reta.
“WHATTTTT…..????!!! Jadi lo udah kenal sama tuh cowok ganteng?” Ucap Reta dengan mata hampir keluar.
Bersambung .........
...___________ Z ___________...
❤
__ADS_1
ZEROIND