![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"YABEL!! Yabel gak pulang-pulang dali tadi." Ucap Putri gregetan memanggil nama Alber. Bocah itu bahkan menyilangkan kedua tangannya, dengan bibir dimanyunkan karena gregetan bercampur rindu.
"Ha .. ha .. ha .." Uta tertawa melihat kegemasan bocah dihadapannya itu. Pipi geyal geyol itu, rasanya pengen banget ia cubit sankin gemasnya.
Usai menitipkan misi pada Putri, Uta kemudian pamit pulang pada Annem, Babam serta para pekerja disana. Bersamaan dengan itu, di mulailah misi Putri.
Putri uring-uringan menunggu seseorang. Beberapa kali ia ingin mengambil cookies yang menggiurkan itu, tapi ia ingat, ia harus menjalankan misi Tutanya dulu. Hal itu membuatnya, mengurungkan niat untuk icip cookies colongan.
Waktu berlalu dan hari sudah gelap. Putri sedang baring-baring di sofa sambil menonton film kartun Spongebob. Bocah kecil itu masih menunggu Alber, sambil menemani Halanya yang sedang duduk relax di kursi pijat. Tak lama, terdengar suara mobil semakin lama semakin mendekat.
"Sayang, itu Yaber kayaknya udah pulang." Ucap Annem pada Putri, yang tampak tak menyadari. Wajar memang, sebab Alber hari ini tak memakai si hitam sebagai tunggangan, melainkan Roll Royce milik Babam yang memiliki suara mesin berbeda.
"Hala sungguh?" Bocah kecil yang sedang berbaring itu, langsung duduk menoleh ke Halanya. Annem mengangguk yakin, bahwa itu Alber yang pulang. Putri yang melihat Halanya tidak sedang bercanda, langsung turun dari sofa dan berlari ke pintu utama.
Disana ada bi Darmi yang sigap membukakan pintu, karena Tuan muda pulang. Melihat Putri ingin keluar bertemu Alber, beliau langsung membukakan pintu.
"YABEL!! Kenapa Yabel pulangnya lama banget? Kenapa??!" Ucap Putri, dengan muka seorang detektif yang sedang melakukan interogasi. Bocah itu bahkan menyilangkan tangan di depan dada. Alber yang seharian tak bermain dengan Putri, gemas melihat bocah itu. Ia membentangkan lebar-lebar kedua tangannya, untuk memeluk sepupu kecilnya itu.
"Yebel STOP!! Putli gak mau di peluk sama Yabel." Putri langsung memberikan tanda stop, dengan telapak tangannya, membuat Alber menurunkan tangan yang tadi ia rentangkan.
"Really? Kangen ya sama Yaber?? Hayo ngaku!!" Mulai Alber menggoda jahil bocah chubby nya itu.
"Gak tellalu kangen." Bantahnya pada Alber, tapi Alber yang peka tau Putri hanya ngeles, karena ia mendadak mengalihkan pandangannya dari Alber.
"Kalo gak kangen, terus ngapain nungguin Yaber??" Goda Alber lagi, untuk mengulik perasaan Putri yang dia sembunyikan.
"Soalnya Putli halus izin sama Yabel." Jawabnya terus to the point, membuat Alber bingung. Alisnya mengkerut karena bingung.
"Izin buat??" Tanya Alber, apa maksud Putri harus izin padanya?
__ADS_1
Izin apa? *Alber
"Izin buat makan cookiesnya Yabel." Jawab Putri lagi, yang malah membuat Alber semakin bingung.
Maksudnya? Cookies apa? *Alber
"Yaber gak punya cookies." Ucap Alber, karena ia yakin memang tak punya cookies apapun.
"Yabel punya. Yabel ayok .. Go .. go .." Ucap Putri menarik tangan Alber menuju meja taman belakang, tempat kandang Lele terparkir diam tak jauh dari sana.
Paper bag Uta, masih rapi diatas meja taman, tempat terakhir kali Uta tinggalkan tadi. Sengaja tak dibawa masuk kedalam rumah, karena Putri bilang, ia nanti akan mengecek Lele beberapa kali.
"Cookies apaan sih Put? Perasaan Yaber gak beli cookies deh. Punya Hala kali." Alber yang ditarik tangannya sama Putri, hanya bisa menuruti Putri membawanya ke meja taman. Ada sebuah paper bag di atas meja yang Putri tunjuk.
"Yabel gak beli, soalnya Yabel dikasih sama Tuta." Ucap Putri yang membuat Alber kaget. Secepat kilat Alber membuka paper bag itu, kemudian mengangkat isi di dalamnya.
"I .. Ini Tuta yang kasih? Kapan?" Ucap Alber, memegang salah satu toples berisi palm cheese cookies yang sangat ia kenal. Cookies buatan Uta, yang sudah pernah ia coba kelezatannya.
"Terus kenapa kasihnya ke Putri?? Kenapa gak kasih ke Yaber langsung?" Tanyanya lagi. Alber sedikit kecewa, karena Uta tak memberikan langsung padanya. Ia mengeluarkan toples kedua berisi lidah kucing cookies isi selai.
"Soalnya Yabel gak ada di lumah. Telus pas Tuta mau pulang, Yabel belum pulang." Ujar Putri menjelaskan sesuai yang Uta jelaslan padanya tadi. Alber merasa perasaanya sedikit mencelos, mendengar penuturan Putri. Kenapa juga ia pulang selama ini. Wajar Uta tak langsung menyerahkan cookies ini padanya.
"Yabel look. Ada sesuatu ketinggalan." Kata Putri memberi tau Alber, masih ada sesuatu dalam paper bag. Alber mengambil sebuah stiky note, yang berisikan tulisan tangan Uta.
[Alber aku gak tau mau kasih kamu apa, untuk rasa terima kasih karena udah sabar jadi mentor aku. Berkat kamu gak give up ngajarin aku, rangking aku naik banget ketimbang tahun lalu. Aku gak bisa kasih kamu sesuatu yang mewah. Cuman cookies sederhana ini yang bisa aku kasih. Semoga kamunya suka.
O iya. Aku gak tau apa dan kenapa, tapi Alber, aku minta maaf ya, kalau ada sikapku yang bikin kamu marah.
Sekali lagi, terima kasih banyak. Jangan rebutan cookies sama Putri ya. He .. he ..
UTA]
__ADS_1
Pesan yang simpel, tapi mampu membuat si pembacanya tersentuh. Alber bahkan tersenyum melihat cookies pemberian Uta.
Ini gak sederhana. Ini istimewa. *Alber.
"Yabel." Panggilan Putri memutus pikiran Alber, yang sudah terbang tinggi.
"Hemh ..?" Jawabnya seadanya.
"Yabel boleh? Boleh gak Putli cobain sekalang?" Tanya bocah kecil itu.
Alber melihat wajah yang begitu berharap di depannya, membuatnya sadar Putri pasti sedari tadi menunggu-nunggunya pulang, agar bisa unboxing cookies kado dari Uta ini. Ia pun menganggukan kepala, pertanda boleh. Alber juga membantu membukakan toples cookies itu, karena masih tersegel rapih.
"Holeee!!!" Melihat itu Putri senang luar biasa. Penantian panjangnya berakhir sudah. Ditambah lagi ia berhasil menyelesaikan misi dari Tutanya. Langsung saja diambilnya palm cheese cookies pertamanya. Suapan pertama masuk dan langsung membuat pipi chubbynya geyal geyol, karena terlalu menghayati kelezatan cookies itu.
"Enak?" Tanya Alber.
"Ehm ... Cookies Tuta selalu enak." Bocah itu mengangguk dan memberikan jempol, untuk mengekspresikan cookies lezat buatan Tutanya. Alber pun tak mau kalah, diambilnya cookies yang wangi cheese dan gula palemnya menggoda iman itu, kemudian mencobanya. Dalam hitungan detik, palm cheese cookies sudah lumer dalam mulut Alber. Saat Alber masih terpukau dengan kelezatan yang ia rasakan, Putri sudah masuk cookies ke empat.
"Eitsss ... Ingat, ini cookies Yaber sekarang, jadi jangan banyak-banyak cobainnya." Ujar Alber mengingatkan. Kini gantian ia yang menyilangkan tangan di depan dada, sambil sengaja duduk menyandar.
"Ishhh ... YABELLLL!!!" Ucap Putri kesal.
"He .. he .. he .." Alber terkekeh karena berhasil mengerjai Putri.
Bersambung .............
_____________ Z _____________
❤
ZEROIND
__ADS_1