Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
181. Penculikan Berencana


__ADS_3

Author POV


Uta Alber yang sudah melaksanakan resepsi sakral mereka. Kini kembali ke kamar untuk berganti pakaian. Sebentar lagi, resepsi pernikahan mereka akan segera dilangsungkan.


Uta kini kembali harus berganti look untuk dress yang kedua. Dari kebaya khas Sunda, berganti dengan wedding dress dengan gaya ball gown. Dress yang ramping sampai pinggang, lalu mengembang hebat dari pinggang ke bawah. Dress yang sangat cantik bak princess-princess di negeri dongeng.


"Ya ampun mbak, tadi tuh so sweet banget mbak. Cici yang nonton senyam-senyum sendiri. Keingat cici waktu nikah dulu. Tapi ini kadar sweetnya itu loh, tumpah-tumpah." Ucap Yeni, MUA yang menangani riasan Uta untuk acara ini. Uta hanya tersipu sambil melihat ekspresi Yeni, lewat kaca besar yang ada tepat di depannya.


"Ah masa sih ci?" Tanya Uta penasaran.


"Bukan lagi mbak Uta. Trus suaminya mbak Uta itu, pas ngucapin ijab kabulnya tuh yakin banget, langsung lancar sekali nafas. Keren pake banget." Ucap Yeni membayangkan kembali prosesi akad Uta dan Alber tadi yang ia lihat. Uta jadi ikut tersenyum. Ia akui Alber benar-benar keren saat mengucapkan akad tadi.


"Alhamdulillah. Tapi perasaan banyak yang gitu juga deh ci. Namanya nikah kan mesti yakin ci. Ga boleh main-main." Ucap Uta seadanya. Gadis itu tak ingin besar kepala.


"Dulu pas cici nikah, suami salah 2 kali mbak." Ucap Yeni sambil menguaskan kembali blush on di pipi Uta.


"Lah kok bisa ci?" Tanya Uta kepo.


"Tau tuh si koko. Gugup katanya, soalnya kan si koko mualaf baru 3 bulan mbak. Jadi masih gugup katanya. Jadi pas akad, dia sebut cici pake bin, harusnya kan binti mbak. Memang si koko, kan kesel banget jadinya." Repet Yeni saat mengingat proses akad pernikahannya dulu.


Mereka adalah sepasang suami istri keturunan Tionghoa yang kebetulan beragama muslim. Orang tua Yeni memutuskan mualaf saat Yeni masih umur 3 bulan. Sementara suaminya mualaf 3 bulan sebelum menikahinya.


"Fix suami cici gugup itu. Mungkin kan, beliau belum familiar lihat nikahan orang muslim." Ucap Uta menghibur Yeni.


"Iya itu sudah mbak. Tapi ya udah. Udah jadi anak 5 juga. Gak usah di permasalahkan lagi." Ucapnya santai, membuat Uta jadi kagum. Ibu 5 anak ini benar-benar pandai merawat diri. Sudah punya ekor 5, tapi masih tetap cantik nan langsing seperti ABG.


"Iya ci, lagian kan udah sah. Suami cici kan udah usaha maksimal juga. Tinggal happy-happy sama anak-anak." Jawab Uta.


"Iya itu mbak. Untung si koko baik sama anak-anak. Ngemong terus tanggung jawab banget." Ucap Yeni tersenyum mengingat perilaku baik suaminya.


"Masya Allah. Mudah-mudahan suami Uta nanti gitu juga ya ci." Ucap Uta bercampur harapan untuk masa depan.


"Amin. Tapi cici sih yakin. Orang tadi aja, suami mbak tuh matanya berkaca-kaca, hampir nangis ngelihat mbak Uta masuk ruangan. Itu tandanya sayang pake banget." Ucap Yeni melihat Uta yang melihatnya juga di kaca.


"Masa sih ci?" Tanya Uta penasaran.


"Iya mbak. Belum lagi, tiap ngeliat mbak Uta tuh, pandangannya penuh cinta. Duh bikin melting. Mbak Uta yang ditatap, cici yang deg-degan." Jawab Yeni senyam-senyum bak orang jatuh cinta.


"Wkwkwkkwk ... Cici bisa aja nih." Uta tertawa melihat MUA-nya ini.

__ADS_1


"Wkwkwkwkw ... Nah mbak Uta make up nya udah rapih. Cantik banget mbak. Gak bosen lihatnya." Ucap Yeni usai menyemprot setting spray sebagai finishing.


"Ci Yeni bisa aja. Makasi banyak cici. Bagus banget make up nya ini." Ucap Uta mengakui skill dewa Yeni. Ia sampai-sampai tak menyangka, orang yang berada di depan cermin ini adalah dirinya. Mendengar pujian Uta, membuat Yeni jadi tersenyum.


"Ya udah, saya balik dulu keruangan bentar. Mau nge ces HP. Nanti kalo mau touch up touch up. Tinggal panggil aja ya mbak. Saya nya stay sampe acara selesai kok." Ucap Yeni, sudah merapikan alat tempurnya.


"Iya cici. Aman ci. Makasi ya ci." Ucap Uta mempersilahkan Yeni.


"Sama-sama mbak Uta." Jawab beliau lalu berjalan meninggalkan ruangan.


Saat Yeni hampir keluar ruangan, pintu deluan diketuk seseorang. Alber ternyata yang datang. Yeni tersenyum lalu pamit keluar. Membiarkan pasangan baru itu berdua di ruangan itu.


Masuklah Alber yang sudah berganti setelan jas warna hitam dengan menenteng dasi kupu-kupunya yang belum terpasang.


"Alber?" Uta kaget melihat Alber dari cermin.


"Help me." Ucap Alber tersenyum melihat Uta yang begitu cantik duduk disana. Diangkatnya dasi kupu-kupu, untuk menjelaskan bantuan apa yang ia mau.


Uta geleng-geleng sesaat. Ia tahu, itu hanya alasan suaminya agar ke kamar ini. Tapi Uta langsung berdiri, dan berjalan mendekat ke Alber.


Diraihnya dasi kupu-kupu hitam itu, kemudian hendak meraih leher Alber yang tinggi. Tau Uta kesusahan. Alber refleks melebarkan kakinya agar tinggi badannya agak rendah. Uta tersenyum melihatnya.


"Cantik." Ucap Alber melihat keindahan wajah gemas itu. Uta hanya tersenyum sambil masih fokus merapikan dasi kupu-kupu Alber.


"Kita ga usah pergi resepsi. Kita langsung honeymoon aja gimana?" Ucap Alber semakin merengkuh pinggang Uta hingga menempel ke tubuhnya.


Aaaaaa aku malu banget ... *Uta


Walau deg-degan di peluk suami tampannya, Uta tetap terkekeh mendengar ajakan Alber barusan.


"Annem dengar ya!!" Ucap Annem yang sudah ada diantara mereka.


"Annem??" Uta kaget mertua kece badainya datang.


"Ngapain Annem disini?" Tanya Alber masih tak melepaskan rengkuhannya.


"Mengamankan anak Annem dari predator satu ini." Annem menarik tangan Uta. Gadis itu berdiri disamping Annem sekarang.


"Annem aku bukan predator, aku suami Uta sekarang. Dia istri aku." Ucap Alber tak rela Uta ditarik Ibundanya. Ia masih asik memeluk istri cantiknya itu.

__ADS_1


"Makanya pergi resepsi dulu sana. Tamu-tamu undangan udah pada rame. Nanti baru cus honeymoon." Jawab Annem telak, mengamankan aksi penculikan berencana Alber terhadap Uta. Blush ... Uta tersipu malu.


Mereka lalu turun kembali ke venue acara. Pasangan serasi itu saling menggenggam tangan di depan pintu sekarang. Menunggu pembawa acara memanggil mereka masuk.


"Ta." Panggi Alber.


"Ya?"


CUP


Sebuah ciuman mendarat di pipi mulus Uta. Blush ... Pipi itu otomatis merona makin merah.


"Ready ..?" Ucap Alber, menatap istrinya.


"Let's go ..!" Jawab Uta tersenyum.


Pintu terbuka dan terlihatlah tamu undangan yang berdiri menyambut sepanjang jalan menuju bangku pelaminan.


Mereka berjalan masuk perlahan dengan saling menggenggam dan tatapan penuh cinta.


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.






Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.


Novel+Cookies \= Experience Yang Luar Biasa


❤ ZEROIND

__ADS_1


__ADS_2