Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
161. Kantor Baru


__ADS_3

Author POV


Ting tong ... ting tong ...


"Si..a ..pa ..?" Tanya Uta yang pagi ini dipaksa bangun oleh suara bel. Ia masih memakai piyama bergambar kucing kecil-kecil, lengkap dengan bando mini bergambar kucing. Meski muka bantal masih terpampang nyata di wajahnya, tapi tak lantas menyurutkan langkahnya untuk buru-buru membuka pintu.


Siapa pagi-pagi gini udah bertamu? *Uta


"Al ..ber?" Ucap Uta tak percaya, Alber lah yang datang. Laki-laki itu sempat menahan tawa, saat melihat style cute Uta dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Taraaaa ..." Ucap Alber memamerkan sebuah paper bag pada Uta.


"Aku bawa sarapan." Ucapnya cengengesan. Uta yang masih proses mengumpulkan nyawa pagi ini, hanya bisa geleng-geleng kepala. Pasrah dirinya dengan kelakuan Alber. Uta berpikir, ia harus mulai mengaktifkan mesin sabarnya, sebab Alber tampaknya sudah kembali ke mode isengnya seperti 5 tahun yang lalu.


"Boleh aku masuk?" Tanya Alber terlebih dahulu meminta izin. Ia baru melepas sepatunya, kemudian berjalan masuk seusai Uta menganggukkan kepala, tanda persetujuan.


Uta memberikan kode menggunakan bahasa tubuh, agar Alber duduk diam di ruang tamu. Sambil menutup mulutnya dengan tangan, ia menyalahkan televisi agar suasana rumah tak terlalu sunyi.


"Kenapa sih?" Tanya Alber yang heran dengan tingkah aneh Uta.


"A..u b..eum s..at g...gi." [Aku belum sikat gigi.] Ucap Uta tak jelas. Melihat itu, Alber hanya senyam-senyum dengan muka mengejek. Uta yang kesal, memukul pelan lengan Alber. Ia kemudian pergi ngacir ke toilet, meninggalkan Alber yang tertawa terpingkal-pingkal di ruang tamu.

__ADS_1


..._____________ Z _____________...


"Ngapain sih? Masih pagi tau gak?!!" Protes Uta, yang kini sudah sikat gigi dengan wajah lebih segar. Meski dirinya belum mandi, tapi Alber mengakui, gadis didepannya ini tetap imut dan wangi. Bagi Alber, Uta makin menggemaskan dengan piyama kucing yang ia pakai.


"Eitsss ingat, kamu masih pasien rawat jalan seminggu kedepan. Jangan sampe maag kamu kambuh karena terlambat makan. Emangnya mau di opname?" Ucap Alber menghalau protes Uta. Mendengar kata opname, Uta langsung menggeleng.


"Jadi ga boleh protes aku datang pagi-pagi. Aku nih lagi menjalankan misi kemanusiaan tau gak??!!" Jawab Alber pede. Di keluarkannya bubur ayam lengkap dengan lauk-pauk pendamping si bubur.


"Heaahhhhhhh ... Oh my God, mulia banget manusia ini!! Pengen sujud syukur deh." Ucap Uta menatap kesal Alber. Alber yang melihat itu, tak bisa menyembunyikan tawanya. Setelah 5 tahun, akhirnya ia kembali mendengar jawaban-jawaban Uta yang tak tertebak.


"Bentar yah Ber, aku panasin dulu kuah buburnya. Kamu mau dibikinin teh atau kopi?" Ucap Uta yang berinisiatif memanaskan kuah bubur, agar lebih enak disantap.


"No. air hangat aja cukup." Tolak Alber. Ia khawatir Uta jadi ingin minum yang sama, jika ia meminum teh atau kopi. Jadi air putih hangat adalah opsi terbaik, pikir Alber.


..._____________ Z _____________...


"Jeng ... Jeng ..." Ucap Uta mengagetkan Alber.


"Gimana? Bagus gak plating-an aku? Hawa-hawa chef aku yang selama ini terpendam, keluar sekarang. Wkwkwkwkwk ..." Uta meletakkan 2 porsi bubur ayam yang sudah ia tata cantik di mangkok miliknya.


"Emangnya ngaruh ya?" Ujar Alber lempeng.

__ADS_1


"Makanan yang enak itu, kalau ditata lebih cantik, rasanya bakal tambah enak you know. Coba aja kalo gak percaya." Ucap Uta masih membanggakan hasil karyanya. Karena penasaran, Alber kemudian langsung mencobanya.


"Wah iya ya, kok tambah enak ya??" Entah karena ucapan Uta, atau bukan. Yang jelas bubur ayam yang biasa Alber beli ini, terasa lebih enak dari biasanya. Alber sampe kaget kenapa bisa begitu.


"Iya kan. Apa aku bilang. HA ... HA ... HA." Uta tertawa angkuh, membuat Alber terkekeh geli. Mereka kemudian sarapan pagi bersama.


Jika dari tadi Alber selalu menurut apa kata Uta. Kini gantian, Uta menurut saat Alber melarangnya memakan bubur ayam dengan sambal maupun jeruk nipis. Nampaknya bayang-bayang sakit perut melilit kemarin, membuat Uta lebih waspada. Sehabis sarapan, Alber mengingatkan Uta untuk kembali minum obat. Kembali gadis itu menurut.


"Alber kamu gak berangkat kerja?" Tanya Uta, sebab Alber tetap santai usai sarapan.


"Ini aku mau kerja." Ujarnya yakin namun tak ada tanda-tanda Alber bergegas pergi. Uta semakin bingung apa maksud Alber.


"Seminggu kedepan aku ngantor di sini." Ujar Alber menjawab kebingungan Uta.


"What...?? ALBERRRRRR ...!!!"


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


__ADS_1


ZEROIND


__ADS_2