![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Penjaganya Putri? Pembantu di rumah ini?" Tanya Ayleen.
"Maksud Ayleen, pegawai rumah ini?" Tanyanya ulang, karena melihat ekspresi Annem.
"Uta emang bantuin Aunty jagain Putri tiap weekend, tapi Aunty gak pernah menganggap uta sebagai pegawai di rumah ini, apalagi pembantu. Enggak sama sekali. Justru Aunty udah anggap Uta, seperti anak sendiri. Lagian Uta juga satu kelas dengan Alber, temen sebangku pula. Iya kan sayang?" Ujar beliau langsung meng-clear kan keadaan.
"I .. iya An." Uta sampai tergugup menjawab pertanyaan Annem. Bagaimana tidak, hatinya terharu mendengar jawaban Annem yang tetap mengatakan apa adanya, namun sama sekali tidak ikut menyudutkannya. Sekilas Uta dapat melihat tatapan tak suka Ayleen terhadapnya meskipun tipis-tipis tersembunyi, terlebih saat ia mendengar perkataan Annem barusan.
"Ayleen sudah sampai di rumah. [...] Tenang aja, nanti Alber yang kusuruh untuk menemani Ayleen mencari keperluannya. [...] Putrimu kupastikan baik-baik saja di kota ini. [...] Walaikumsalam." Babam datang dengan kondisi, sedang bicara dengan seseorang lewat sambungan telepon. Dari percakapan itu Uta dapat menangkap, bahwa orang diujung telepon kemungkinan orang tua Ayleen.
"Ayleen, Uncle mau bicara sebentar." Ucap Babam pada Ayleen, setelah telepon berakhir.
"Iya Uncle." Jawab Ayleen super sopan pada Babam.
"Annem, Babam maaf, Uta pamit ke belakang dulu." Ucap Uta tau diri pamit pergi, karena merasa tak sepantasnya ia masih disana saat beliau-beliau mau bicara.
"Iya sayang." Jawab Annem sambil tersenyum, sementara Babam mengangguk penuh wibawa.
"Putri mau ikut Tuta ke belakang?" Tanya Uta ke Putri, yang masih mencari DVD Disney sedari tadi.
"Tuta no. Putli masih mencali dulu." Jawabnya polos, menolak ajakan Uta. Uta yang mengerti kemudian langsung bergegas pergi dari ruang keluarga itu. Ia merasa entah kenapa, Ayleen memperhatikannya sedari tadi. Uta yang berniat menuju dapur terhenti, karena di stop Syiba yang sedang duduk di ruang makan.
__ADS_1
"Ta sini, makan bareng Kak Syiba. Sepi banget Kak Syiba cuman makan sendirian." Ucap Syiba pada Uta. Ia bahkan menepuk-nepuk kursi di sebelahnya biar Uta duduk menemaninya. Melihat itu Uta menurut dan duduk di kursi yang Syiba tepuk tadi. Ia memilih menemani Syiba makan dan tak jadi ke dapur.
"Bocil mana Ta?" Tanya Syiba melihat Uta tanpa Putri.
"Masih asik nyari DVD di ruang keluarga Kak." Jawab Uta atas pertanyaan Syiba tepat setelah ia duduk.
"Lah kok kamunya kesini?" Tanya Syiba bingung. Karena biasanya Putri dan Uta bagai lem dan prangko, selalu bersama. Sepupu kecilnya itu, nempel bukan main dengan Tutanya.
"Babam mau bicara ke mbak Ayleen, Uta ngerasa baiknya pergi dari sana sebentar. Gak enak, takut pembicaraan penting." Ujar Uta jujur apa adanya, memberi tahu Syiba kenapa ia pergi menepi.
"Gak lah Ta. Paling ngomong hal biasa. Babam emang gitu, wibawanya over dosis. Pembicaraan sepele, orang ngiranya pembicaraan serius semua kalo Babam yang ngomong." Ujar Syiba menjelaskan perilaku Babam biasanya. Tapi wajarlah Uta tak tau, ia jarang sekali berinteraksi dengan Babam. Lain cerita dengan Syiba, yang sedari bayi berinteraksi dengan beliau yang notabene Ayah kandungnya.
"Ya jaga-jaga aja Kak. Sedia payung sebelum hujan." Jawab Uta menebalkan argumennya.
Kofte adalah salah satu kuliner khas, yang berasal dari Turki. Panganan yang berbahan dasar daging sapi atau bisa juga menggunakan kambing dan ayam ini, sekilas terlihat seperti daging steak, namun dengan ukuran yang lebih kecil.
Diolah dengan cara digiling bersama ragam bumbu khas, membuat kofte memiliki rasa gurih yang lezat. Cara memasaknya juga dengan metode, dipanggang dagingnya. Sehingga cita rasanya lebih gurih, aromanya lebih kuat, dan rasanya tentu saja lezat. Dari deskripsi diatas, singkatnya kofte adalah baksonya Turki.
Menghidangkan Kofte juga cukup fleksibel. Kalau kamu suka nasi, kamu bisa menghidangkan kofte bersama dengan nasi. Namun biasanya orang Turki menghidangkannya, bersama roti dan saus yoghurt yang sedikit masam.
Kuliner khas Turki yang Syiba tunjuk selanjutnya adalah Simit. Olahan roti berbentuk bundar dengan lubang pada bagian tengahnya, layaknya donat dan ditaburi dengan wijen. Cara membuatnya juga cukup unik. Adonan tepung yang sudah kalis tak langsung dipanggang atau goreng, namun dicampurkan terlebih dahulu ke dalam sirup buah.
Setelah selang waktu tertentu, barulah mulai adonan tadi dipanggang bersama taburan biji wijen. Makanan khas Turki yang kerap jadi pilihan menu sarapan favorit ini, kadang penyajiannya dikombinasikan bersama keju, sosis, dan berbagai pilihan topping lainnya.
__ADS_1
Uta yang sarapan paginya sudah tecerna semua, ditambah melihat visual kofte dan simit, memutuskan untuk mencicip makanan rekomendasi Syiba itu. Ia mulai mengambil piring kosong, sendok dan garpu. Ia kemudian mengambil sedikit nasi, lalu beberapa potong kofte, lengkap dengan kuah rempah kentalnya. Ia juga mengambil sepotong simit yang tampak menggiurkan. Di cicipinya simit terlebih dahulu, baru kemudian suapan kedua kofte dan nasi masuk dalam indra pengecapnya.
"Gimana? Enak kan Ta?" Tanya Syiba kepo. Bahkan dengan baik hatinya, Syiba menuangkan air minum ke gelas kosong untuk Uta.
"Makasih Kak." Ucap Uta menyambut gelas yang Syiba beri.
"Enak banget, simitnya enak banget. Koftenya juga rempahnya nampol, dagingnya masih juicy lagi." Puji Uta terhadap kelezatan makanan yang Syiba rekomendasikan. Memang selera Kak Syiba gak kaleng-kaleng, pikirnya.
"Ya kan." Ujar Syiba pede dengan cengir lebar, karena pilihannya diakui Uta enak. Ia jadi ikut senang kalau Uta menikmati makanan khas Turki itu.
Tak lama fokus pandangan 2 gadis itu teralih pada Alber, yang turun dari lantai 2 dan langsung menuju ruang keluarga. Tampak jelas Alber seperti habis mandi. Hanya memakai celana potong dan kaos rumahan longgar, lengkap dengan rambutnya yang masih agak basah acak-acakan.
Ia melewati ruang makan sekilas, tanpa sedikitpun berniat mampir. Tatapannya sempat bertemu dengan mata Uta, namun seper-sekian detik Alber langsung memutus kontak itu, dan memilih melengos ke ruang keluarga.
"Ada masalah Ta? Kalian berantem?" Tanya Syiba spontan.
Bersambung .............
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Z \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
❤
ZEROIND
__ADS_1