Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
20. My Baby


__ADS_3

Alber POV


Kuhentikan si hitam tepat di depan pintu rumah. Aku turun hanya membawa tas ransel dan sebuah paper bag, sementara ada 2 box kecil yang kutinggal turun, di kursi penumpang.


"Baru pulang tuan?" Sapa Pak Bayu, orang yang bekerja untuk Annem Babam sekitar 20 tahun. Tugas utama beliau memastikan keamanan dan penertiban area depan rumah. Meskipun usia beliau jauh di atasku, beliau tetap memanggilku dengan sebutan tuan, sebab itu sudah aturan yang orang tuaku tetapkan di rumah ini.


Awalnya Tentu saja aku tak nyaman dan sempat protes kepada orang tuaku. Namun Annem dan Babam beralasan, itu adalah aturan yang tidak dapat ditawar, sebab diriku dipersiapkan sebagai pewaris utama Farabaks Group.


Meskipun aku punya seorang kakak perempuan, namun sudah tradisi di keluarga besar Farabaks, pewaris utama jatuh kepada anak laki-laki. Tanpa menyepelekan kaum perempuan sedikitpun. Ini semata-mata karena anak laki-laki diharapkan, dapat memikul tanggung jawab yang besar dan sebagai penjaga keluarganya.


"Iya pak, Pak Bayu tolong seperti biasa ya." Ucapku sambil menyerahkan kunci mobil ke Pak Bayu, untuk beliau parkirkan di garasi yang semestinya.


"Siap tuan." Ucap beliau sambil menerima kunci mobil tersebut.


"Makasih pak, saya masuk dulu." Tak lupa aku berterima kasih, kemudian pamit masuk kedalam rumah. Keadaan rumah di lantai satu hening. Namun sayup-sayup terdengar suara tawa yang ramai dari lantai 2. Kulangkahkan kakiku, menuju tempat yang sebenarnya jarang kudatangi saat pulang dari sekolah.


"Tuan Alber baru pulang? Ada yang bisa dibantu tuan?" tanya bi Darmi sigap melihatku datang ke area teritorial beliau. Ya, Bi Darmi adalah kepala pelayan di rumah ini. Beliau mengepalai seluruh pelayan yang bekerja di rumah ini. Salah satu orang yang bekerja pada Annem dan Babam dengan rekor terlama, kurang lebih sudah 34 tahun beliau setia mengabdi pada keluarga Farabaks.


"Iya saya baru pulang Bi, saya minta tolong bibi simpankan strawberry ini di kulkas." Ucapku sambil mengeluarkan sekotak strawberry segar dari dalam paper bag, strawberry yang ku bawa turun dari mobil. Strawberry limited edition.


Flashback starts


Kulipat sajadah usai menunaikan sholat di pojok ruang tamu rumah nyaman Uta. Tak seperti biasanya, sholat kali ini gerakannya agak terasa berat. Bisa dipastikan ini berkat kekenyangan makan. Setelah penuh perjuangan, akhirnya mi goreng seafood porsi kedua berhasil berpindah ke dalam perutku. Alhasil, perutku sudah tak punya rongga buat udara lagi. Untuk berdiri saja rasanya berat sekali. Kulangkahkan kaki mencari tante Celine untuk mengembalikan sajadah.


"Sudah Ber?" Tanya Tante Celine yang duluan melihatku.


"Sudah Tante, terima kasih. Alber sekalian mau pamit pulang Tante, udah mau malam soalnya." Kuserahkan sajadah yang sejak tadi ku pegang ke Tante Celine.


"Eh iya, bentar lagi gelap." Ujar Tante Celine ramah padaku.


"Oh iya, Uta mana Tante? Mau sekalian pamit pulang ke Uta." Tanyaku pada Tante Celine, karena gadis itu tak terlihat di radar pandanganku.


"Tuh di luar, lagi absen tanamannya." Tante Celine menggerakkan dagu sekilas ke arah halaman luar.


Pandanganku otomatis melihat ke arah itu, dan tampaklah gadis dasi sedang menyiram strawberry-strawberry cantik miliknya. Kulangkahkan kakiku mendekat ke tempat gadis dasi berada. Samar-samar kudengar gadis dasi sedang bersenandung sesuatu. Earphone yang terpasang di kedua sisi telinganya, seakan mengkonfirmasi benar ia sedang menikmati lagu, yang mungkin sedang terputar sekarang.


Semakin dekat jarak ku dengannya, makin jelas juga lirik yang ia nyanyikan. Lirik lagu yang membuatku geleng geleng pada akhirnya.


Baby Shark doo doo, doo doo doo doo


Baby Shark doo doo, doo doo doo doo


Baby Shark doo doo, doo doo doo doo


Baby Shark

__ADS_1


Mama Shark doo doo, doo doo doo doo


Mama Shark doo doo, doo doo doo doo


Mama Shark doo doo, doo doo doo doo


Mama Shark


Papa Shark doo doo, doo doo doo doo


Papa Shark doo doo, doo doo doo doo


Papa Shark doo doo, doo doo doo doo


Papa Shark


Grandma Shark doo doo, doo doo doo doo


Grandma Shark doo doo, doo doo doo doo


Grandma Shark doo doo, doo doo doo doo


Grandma Shark


Grandpa Shark doo doo, doo doo doo doo


Grandpa Shark doo doo, doo doo doo doo


Grandpa Shark doo doo, doo doo doo doo


Grandpa Shark


Hungry sharks


Little fish doo doo, doo doo doo doo


Little fish doo doo, doo doo doo doo


Little fish doo doo, doo doo doo doo


Little fish


Swim away doo doo, doo doo doo doo


Swim away doo doo, doo doo doo doo

__ADS_1


Swim away doo doo, doo doo doo doo


Swim away


Swim faster doo doo, doo doo doo doo


Swim faster doo doo, doo doo doo doo


Swim faster doo doo, doo doo doo doo


Swim faster


Baby Shark??? Oh my God. Uta...Uta.*Alber


Gadis itu asyik menyanyikan lagu anak anak Baby Shark yang sempat booming beberapa tahun silam. Lagu tersebut diproduksi oleh Pinkfong. Pinkfong sendiri adalah merek pendidikan anak-anak dari SmartStudy, sebuah perusahaan hiburan pendidikan Korea Selatan. Pinkfong utamanya, terdiri dari lagu anak-anak, salah satunya adalah 'Baby Shark'.


Meskipun aku tahu Uta bukanlah perempuan yang bisa ditebak, dan sudah mempersiapkan mental untuk tidak lagi terkejut, tapi ternyata tetap ada saja hal yang gadis itu lakukan mampu membuatku kembali terkejut dan terkejut. Aku masih senantiasa berdiri tiga langkah di belakangnya. Menunggu kapan kira-kira ia akan sadar, aku sedang di belakangnya.


"Minum yang banyak bayi bayi aku. Tumbuh yang subur, terus berbuah yang manis. Oke my baby." Ucap gadis itu, bagaikan sedang berpidato dihadapan tanaman yang ia sebut 'my baby'. Aku hanya geleng-geleng tersenyum, sekali lagi gadis dasi membuatku terkejut tak habis pikir. Sampai saat ini pun, Uta masih tak sadar aku di belakangnya.


"Selesai. AARGGHH ...!!!" Teriaknya saat berbalik dan mendapatiku tepat di belakangnya. Matanya benar-benar membulat, tak menyangka sedari tadi aku di belakangnya.


"Ha .. ha .. ha .. My baby tumbuh yang subur, terus berbuah yang manis. Oke oke my baby. Ha .. ha .. ha..." Menirukan ucapannya disela sela tawaku yang ngakak.


"Lo bener bener ya Ber, iseng banget jadi orang." Ucapnya serius padaku, membuat otomatis tawaku mereda seketika.


Bersambung ............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Palm Cheese Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.


Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari kisah sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya.






...Novel + Cookies \=...


...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...

__ADS_1



ZEROIND


__ADS_2