![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Masa-masa berat itu, telah terlewati seminggu yang lalu. Pembagian rapor tiba hari sabtu ini. Di Z1 rapor tak dibagikan ke orang tua atau wali murid, melainkan di realease di web sekolah. Tepatnya hanya bisa di akses, sesuai user name dan NIS alias nomor induk siswa. Jadi rapor hanya bisa diakses yang bersangkutan.
Nantinya di awal tahun ajaran baru, akan di adakan pertemuan para orang tua dengan wali kelas yang baru. Saat rapat, akan diulas rapor persiswa oleh wali kelas baru dihadapan wali murid masing-masing. Sebab, nanti seluruh siswa akan di ranking, untuk menentukan siswa mana yang berhak masuk kelas unggulan.
Terkadang ada saja orang tua yang tak terima, anaknya tak masuk dalam kelas unggulan. Maka dirapat itulah wali kelas menjelaskan, sekaligus memaparkan rapor anaknya itu, agar orang tua tau perbandingan langsung nilai anaknya, dengan nilai siswa yang masuk kelas unggulan.
Uta yang memang jadwalnya menjaga Putri Sabtu Minggu, dipastikan akan menerima hasil rapor saat dirinya di rumah Alber. Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Uta baru selesai menyuapi Putri makan setengah jam yang lalu. Saat ini dirinya duduk di taman belakang rumah Alber, menemani Putri bermain dengan peliharaan barunya.
"Tuta look." Ucap Putri menunjukkan hewan peliharaannya, yang baru di beli minggu lalu. Marmut gendut lucu miliknya. Marmut jenis silkie, dengan warna putih dan coklat oranye.
"Lucu tapi Tuta takut." Uta yang takut segala hewan, berani menemani Putri sebab, marmut lucu itu berada di dalam kandang yang dikunci.
"Tuta jangan takut, Laxendel gak Putli kelualin dali kandangnya. Oke Tuta." Ucap Putli menenangkan Uta, tak lupa bocah itu me-mantion nama si marmut.
"Oke sayang. Tapi kenapa namanya Laxender?" Tanya Uta penasaran, kenapa marmut itu diberi nama Lexender? Siapa yang ngide nama sebagus itu?
"Soalnya, itu memang nama dali tokonya Tuta." Ujar Putri menjawab rasa penasaran Uta. Jadi rupanya memang tak ada yang ngide, tapi memang langsung dari sononya.
"Oh gitu toh. Hai Laxender. Kenalkan aku Uta, Tutanya Putri, salam kenal. Jadi gimana ceritanya Lexender ada disini sayang? Coba Putri ceritain ke Tuta." Uta menyapa Lexender sesaat. Kemudian ia kembali kepo tentang, gimana ceritanya Putri tiba-tiba melihara marmut.
Putri sebenarnya sudah memberi tahu Uta, kalau dia punya peliharaan baru lewat video call dari ponsel Alber. Tapi ceritanya sepotong-sepotong. Rasanya kurang puas, jika belum mendengar langsung dari anaknya.
__ADS_1
"Putli lihat video hewan di HP Ciba. Telus Putli bilang ke Hala, kalau Putli ingin cali hewan lucu itu. Telus Hala bilang boleh, tapi halus sayang kalo hewannya ada sama Putli." Ucap Putri memulai penjelasan.
"Bener itu. Terus terus ..." Ucap Uta membenarkan, sekaligus menebalkan pesan Annem, Halanya Putri.
"Telus solenya, Putli sama Yabel pelgi ke tempat yang banyak sekali hewan-hewan gemas. Putli boleh pilih satu, buat Putli bawa ke lumah." Lanjut Putri lagi.
"Terus Putri pilihnya Laxender?" Tanya Uta berusaha menebak-nebak.
"Benal. Tuta benal." Ucap Putri sambil tersenyum senang.
"Tanya dong, dia kasih nama panggilan si Lexender siapa?" Tiba-tiba Alber datang ke arah taman belakang. Ia menghampiri Uta dan Putri di sana.
"Emangnya ada begitunya? Bukan dipanggil Lexender aja? Kan namanya udah keren banget. LEXENDER." Ucap Uta ke Alber. Ia justru sudah sangat takjub dengan nama keren itu.
"Okey, jadi Lexender dipanggilnya apa?" Tanya Uta akhirnya.
"Lexendel panggilannya, Lele." Jawab Putri bangga.
"What? Lele?" Uta tak habis pikir, nama super bagus Lexender, berubah jadi Lele.
"Wkwkwkwkwk ... Kamu pasti juga bingung kan. Nama bagus-bagus Lexender, tapi dipanggil Lele. Wkwkwkwkwkw." Tawa Alber meledak, melihat ekspresi tepelongo Uta. Gadis itu hanya mengangguk pelan. Benar-benar speachless dia.
"Itu juga yang kurasakan pas bocil satu ini, nentuin itu nama panggilannya." Adu Alber ke Uta.
__ADS_1
"Bagus kan Tuta?" Tanya Putri yang tetap percaya, panggilan pemberiannya itu paling best.
"Hemh .. Gimana yah? Not bad lah." Ucap Uta tak sampai hati, membuat Putri berkecil hati. Toh cuman perkara panggilan nama saja, tak perlu di permasalahkan.
"Hai Lele, salam kenal." Ujar Uta, mengulang perkenalan dengan Lexender sekali lagi. Putri tersenyum senang melihat itu.
"Dah jam 10 teng nih. Rapor udah realease pasti. Kamu kapan mau nge-check?" Ucap Alber melihat layar handphone nya. Sepertinya, ia memasang pengingat di handphonenya.
"Duh aku entaran aja ah, paling-paling juga rangking uncit. Lagian handphone aku masih di ruang keluarga, abis nemanin Putri nonton tadi." Ucap Uta ogah-ogahan. Semenjak di Z1, ia tak terlalu semangat perkara rapor. Di SMP, ia boleh selalu rangking 3 besar, tapi di Z1 itu tak pernah lagi terjadi, mengingat Z1 tempat siswa-siswi terbaik seantero negeri.
"Bener, udah realease." Ucap Alber yang sudah mengecek hasil rapornya, di web sekolah. Uta yang penasaran berdiri dari tempat duduknya. Ia mendekat kesamping Alber, untuk melihat layar HP laki-laki itu.
"Wah Bravo Bravo!! Alber Syargan Farabaks Top is the best. Congrats." Seperti yang sudah diprediksi Uta, Alber bukanlah siswa sembarangan. Meskipun ia baru kenal dan sekelas dengan Alber sekitar 6 bulan, tapi Uta sudah bisa menangkap Alber adalah siswa super jenius. Dan benar saja, Alber rangking 1 di kelas, menyalip Reta yang langganan rangking 1. Luar biasa.
"Sekarang coba check rapor kamu."
Bersambung .............
_____________ Z _____________
❤
ZEROIND
__ADS_1