![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Uta baru saja selesai memandikan Putri, setelah sebelumnya ia seperti biasa, menyuapi bocah kecilnya sarapan. Kini Uta menata rambut Putri yang telah di keringkan dengan hair dryer, hingga benar-benar kering seluruh helainya.
Bocah kecil itu request pada Uta untuk rambutnya dibiarkan tergerai indah. Hanya disematkan beberapa jepitan pita pemberian Bi Ida, salah satu staf dapur rumah ini. Uta tentu langsung mengiyakan permintaan itu. Justru Ia senang karena Putri begitu rendah hati, mau memakai pemberian sederhana dari Bi Ida, meski sebenarnya anak ini memiliki segalanya.
"Sayang ayok, udah rapi belum? Pak Romi udah manasin mobil itu." Tanya Bunda Putri yang datang ke kamar mengecek anaknya. Melihat Bundanya datang mengajak pergi, Putri hanya diam dan menatap Uta dengan pandangan sedih.
"Dah rapi ini anaknya Bunda Tifah. Udah cantik ini judulnya." Canda Uta agar Putri tak terlalu sedih. Dielusnya pipi chubby Putri.
"MasyaAllah. Ya udah yuk sayang. Berangkat sekarang biar gak terlambat. Yuk Ta, kita kedepan." Ajak beliau pada dua orang tersebut.
Uta mengangguk pada ajakan dari Bunda Putri. Diraihnya tangan mungil anak gemas yang sudah rapih, kemudian berjalan bersama menuju pintu utama istana ini. Sepanjang jalan Putri tak sama sekali bicara. Bocah kecil itu hanya menunduk diam digandeng Tutanya.
Sesampainya di depan rumah, tampak keluarga besar Farabaks sudah ada disana. Ada Babam yang sedang bicara dengan seseorang. Ada Annem, Alber dan Bunda Putri yang sibuk mondar-mandir. Mereka mondar-mandir memastikan barang-barang yang akan Bunda Putri bawa ke Surabaya, sudah dimasukkan semua oleh ART rumah.
Ada juga Kak Syiba dan pacarnya, Bang Tibar. Beliau membantu mengurus Lele yang akan dikirimkan ke Surabaya, melalui ekpedisi khusus yang ramah akan hewan. Beliau juga memberi arahan pada staf Bunda Putri yang akan mengurus Lele selamat sampai ke Surabaya.
Namun ada sosok yang begitu mencolok berdiri di sana. Ayleen dengan tampilan anggun, berdiri didekat Alber. Beberapa kali ia berbicara pada laki-laki itu. Sesekali mereka bertatapan, lalu Ayleen tersenyum pada Alber. Melihat itu, Uta hanya bisa tersenyum getir. Ia kemudian berjalan membawa Putri menghampiri kerumunan disana.
"Sayang, udah cantik banget anaknya Hala." Ucap Annem mencium keponakan tersayangnya. Annem tentu belum terlalu merasakan kehilangan seperti yang Uta rasakan sekarang, sebab beliau rencananya akan ikut mengantar Putri dan Bundanya ke Surabaya. Jadilah beliau masih happy-happy saja pagi ini.
"Hai princess cantik." Sapa Ayleen pada Putri, yang hanya dibalas bocah kecil itu dengan tangan dadah-dadah kecil.
"Bunda, kita benelan pelgi ke Sulabaya?" Tanya Putri pada Bundanya. Bunda Putri mengangguk membelai wajah anak semata wayangnya. Beliau mengerti benar, gundah yang Putri rasakan.
__ADS_1
"Pamitan dulu yuk sayang. Bentar lagi kita berangkat." Ujar beliau lagi. Anak itu kemudian dibawa Bundanya, menghampiri satu persatu orang disana untuk berpamitan. Mulai dari para karyawan dirumah itu, Syiba dan Tibar, Ayleen, Annem dan Babam, hingga ke Alber.
"Bye-bye sayang." Ujar Alber menggendong Putri lalu memeluknya erat.
"Yabel, ale you sad?" [Yabel, are you sad? : Yaber, apa kamu sedih?] Tanyanya sedih dipelukan Alber.
"Yes, I am. I'm very sad and so bad, like empty right now. Do you feel the same as I am?" [Ya, aku sedih. Aku sangat sedih, sangat teramat sedih. Rasanya seperti kosong sekarang? Apakah kamu merasakan hal yang sama denganku?] Ucap Alber menepuk-nepuk lembut punggung Putri. Mata bocah kecil itu tampak berkaca-kaca. Ia mengangguk menjawab pertanyaan Alber.
"I love you so much you know. I love my Tom and Jerry partner." [Kamu tau, aku sangat cinta kamu. Aku cinta patner Tom and Jerry ku.] Ujar Alber pada Putri.
"Wkwkwkkw ..." Mendengar itu, Putri yang berkaca-kaca jadi tertawa. Alber yang gemas, mencium pipi geyal-geyol sepupu gemasnya.
Muachhh ... Muachhh ... Muachhh ...
"Wkwkwkwkw ..." Putri tertawa geli di cium Alber berkali-kali, hingga akhirnya mereka berpelukan kembali.
"Yabel, me too." Ucap bocah kecil itu pada Alber. Alber kemudian membisikkan sesuatu di kuping Putri, membuat anak kecil itu turun dari gendongan Alber. Ia kemudian berjalan menuju orang yang sangat ia sayang beberapa bulan terakhir.
"Tuta ..." Ucapnya mendekati Uta yang sedari tadi diam tercenung melihat Putri berpamitan. Melihat bocah kecilnya mendekat, Uta lantas menggendong anak gemas itu dan memeluknya erat. Tangisnya seketika pecah saat Putri membalas pelukannya. Tangan mungilnya memeluk erat leher Uta yang menangis dalam diam.
"Tuta ... I love you so much." Ucap Putri mengetahui Tutanya menangis. Ia bahkan mempererat pelukannya. Satu yang tak Uta sangka, bocah kecil itu menangis. Namun bedanya ia menangis bersuara. Bahkan ia sempat tergugu sangking sedihnya. Punggung kecilnya bahkan bergetar karena sedang menangis di pelukan Uta, membuat hati Uta rasanya begitu teriris.
"Tuta juga sayang banget sama Putri, anak paling gemasnya Tuta." Ucap Uta mengelus lembut punggung Putri. Berusaha menenangkan anak itu, meski hatinya tak kalah hancur saat ini.
"Tuta pasti bakal kangen banget sama Putri." Ucap Uta dengan suara bergetar karena berurai air mata. Sedih yang tak bisa ia ungkapkan dalam kata-kata. Dipeluknya lama anak itu dalam diam. Uta bahkan menutup matanya, membiarkan hanya air mata yang bicara.
__ADS_1
Namun tiba-tiba sebuah sentuhan membuatnya membuka mata. Alber mengusap air mata di pipinya. Uta sempat sedikit kaget karena Alber yang tadi berdiri agak jauh, kini sudah mendekat disampingnya.
"Tuta ... Tuta jangan sedih. Tuta jangan nangis." Ucap Putri sedih menatap Uta menangis.
"Tuta gak nangis, Tuta cuman lagi cry." Elak Uta pada Putri. Uta kemudian mengelap sisa-sisa air mata yang luput dari tangan Alber.
"Tuta ... Nangis sama cly itu sama Tuta." Ucap Putri membenahi ucapan Uta, tapi tetap sambil menangis. Membuat Uta jadi terkekeh.
"Udah ah sedih-sedihnya. Besok-besok kalau Putri kesini kan tetap bisa ketemu Tuta." Ucap Syiba memeluk Uta dan Putri.
"Iya, udahan nangisnya. Nanti pipi Putri kempes loh." Ujar Alber sempat-sempatnya iseng.
"YABEL!!!" Protes Putri kesal pada Yabernya.
"Wkwkkwkwkw ..." Semua tertawa mendengar protes Putri.
_____________ Z _____________
Mobil yang membawa Putri, Bunda Putri dan Annem perlahan menjauh dari istana Alber. Menyisakan yang lainnya berdiri di depan gerbang sana. Rasa kosong langsung menyergap perasaan Uta. Ia menatap sedih mobil yang sebentar lagi berbelok arah.
"Jangan nangis terus, nanti kapan-kapan kita bisa ngumpul lagi." Ucap Alber menepuk lembut punggung Uta. Uta yang tau Alber mencoba menghiburnya, membalas dengan anggukan.
Bersambung .............
_____________ Z _____________
__ADS_1
❤
ZEROIND