![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Uta menyerahkan kertas jawaban hasil hitung-hitungannya untuk Alber periksa. Hanya dalam beberapa detik, Alber si jenius tentu sudah tahu benar tidaknya jawaban Uta tersebut.
Hemh ... Not bad.*Alber
Tapi tentu bukan Alber namanya kalau tidak menjahili Uta. Mengisengi Uta, sesuatu hal yang belakangan ini seolah sangat-sangat ia sukai. Ia lantas menunjukkan ekspresi wajah kurang senang, seolah hasil jawaban Uta benar-benar buruk. Melihat hal itu, Uta lantas mengambil kesimpulan dan langsung pesimis.
"Sudah kuduga. Alber please udahan aja, otak aku udah panas ini." Ucap Uta menarik nafas dalam. Ia kemudian menelungkupkan wajahnya di atas meja belajar. Alber terkekeh pelan melihat kelakuan Uta, wajah frustasi Uta yang sangat lucu itu begitu menghibur bagi Alber.
"Tuta ... Tuta kenapa?" Suara polos gadis kecil mendekat dan bertanya kepada Uta.
"Putri help Tuta please." Mendengar itu Uta langsung terpikir bantuan telah datang. Sebuah ide nan cemerlang timbul di kepalanya.
"Tuta kenapa? Tuta okey?" Mendengar suara sedih Uta, ditambah lagi Uta yang masih menelungkup kan wajahnya di atas meja, membuat Putri langsung memeluk Tutanya khawatir.
"Putri sayang tolongin Tuta, Tuta pusing banget ini." Ucap Uta semakin mendalami karakter sedihnya. Namun sengaja tetap tak menampilkan wajahnya, sebab ia takut tak bisa menahan tawa, jika melihat ekspresi sungguh sungguh Putri yang mengkhawatirkan dirinya.
"Tuta mau Putli ambilin obat? Atau mau Putli ambilin es kim sama lolipop?" Ujar Putri menawarkan berbagai bantuan agar Uta membaik.
"Aduh baik banget sih, Tuta gemes jadinya." Mendengar ucapan tulus bocah kecil itu, ia bangun dan bangkit dari atas meja. Seketika ia memilih menyerah saja. Uta tak tega memanfaatkan ketulusan Putri yang khawatir, karena mengira dirinya benar benar sakit. Diciumnya pipi Bocil itu berkali-kali.
"Tuta udah gak pusing lagi?" Uta yang bangkit dari meja membuat Putri bertanya apakah ia sudah membaik. Ditatapnya Tutanya itu memastikan Uta baik-baik saja.
"Yap ... Tuta tadi pusing karena belajar. Tapi karena Putri, sekarang udah gak pusing lagi." Ucap Uta pada Putri, sekilas melirik ke arah Alber.
"Tuta .. Tuta istilahat aja, belajalnya minggu depan aja Tuta." Ucap Putri seketika.
"IYA KAN sayang!! Coba Putri kasih tau Yaber." Ucap Uta sangat antusias. Akhirnya ada yang mengerti perasaannya. Benar-benar penyelamat. Niat menyerah menggunakan kebaikan Putri semenit yang lalu, langsung hilang dalam sekejap.
"Ehm .. Yabel gak boleh gangguin Tuta. Oke oke Yabel." Ucap Putri to the poin terhadap Alber. Alber hanya bisa menghela nafas panjang.
Wah .. wah .. Ada yang sudah CS. Alamat repot kalau begini !!* Alber
_____________ Z _____________
__ADS_1
Author POV
Usai Putri melakukan boikot les matematika Alber ke Uta, Alber saat ini hanya bermain game online di handphone saja. Ia duduk di salah satu sofa panjang ruang keluarga. Sementara Uta dan Putri memilih duduk di sebelahnya, jadilah Alber, Putri dan Uta duduk di tempat yang sama namun dengan aktivitas yang berbeda.
Mereka berdua sedang menonton film Petualangan Sherina. Film komedi musikal untuk semua umur. Film legend Indonesia yang skenario dibuat oleh Jujur Prananto dan di sutradarai oleh Riri Riza.
Film ini sempat mengguncang Indonesia sekitar tahun 2000-an ini, bercerita tentang Sherina yang sedih karena harus pindah ke Bandung mengikuti Ayahnya. Di sekolah barunya itu, ia bertemu Sadam, si anak lelaki yang sok banget dan selalu mengganggunya. Namun permusuhan mereka berubah jadi persahabatan ketika keduanya diculik.
Anehnya, meski zaman sudah banyak berubah, film ini tetap masih sangat bisa ditonton. Tetap asik dan menegangkan. Meninggalkan kesan mendalam bagi penonton yang mengikuti kisah petualangan mereka. Salah satu film yang pantas masuk kategori tak lekang oleh waktu.
Alber yang tadinya fokus pada game di handphonenya perlahan beralih fokus mengamati ekspresi Uta dan putri yang hanyut dalam cerita film tersebut. Tampaknya itu jauh lebih seru dibandingkan bermain game saat ini.
"Sadam jahat banget deh olangnya. Iya kan Tuta?" Tanya Putri yang geregetan menonton karakter Sadam mengganggu Sherina.
"Kita gak boleh seperti itu sama siapapun. Gak boleh dicontoh yah sayang. Putri harus jadi anak baik, oke?" Jawab Uta bijak sambil menyisipkan pesan untuk Putri, agar tidak mencontoh perilaku buruk yang diperankan oleh karakter Sadam.
"Tuta okey." Jawab Putri mengiyakan, tampaknya apa yang Uta sampaikan langsung masuk ke dalam logika berpikirnya. Tentu saja hal itu terjadi lebih mudah, karena ia menyaksikan langsung adegan yang di film tersebut suguhkan.
Mendengar saja atau melihat contoh, memiliki bobot efek yang berbeda dalam membuka pola pikir seseorang. Oleh karena itu, film adalah salah satu media yang bisa dan sangat berpengaruh dalam menyampaikan sebuah pesan makna kepada para penontonnya. Bahkan sangking berpengaruhnya, film seringkali bisa merubah hidup seseorang.
Hal itulah yang terjadi pada Uta dan Putri. Usai berkesal-kesalan, Uta dan Putri berpindah tertawa ngakak, karena adegan Sherina versus Sadam diiringi lagu jagoan.
Dia pikir
Dia yang paling hebat
Merasa paling jago
Dan paling dahsyat
Dia memang jago
(Ayam jago... kukuruyuk... petok... petok.... hahaha)
"Wkwkwk ... ayam jago petok-petok." Ucap Putri dengan tawa terpingkal-pingkal.
__ADS_1
Dia memang kuat
(tapi dijegal cewek jatuh... hahahaha)
Dia pikir
Dia Yang paling hebat
Merasa paling pintar
Dan paling kuat
Dia memang pintar..
(Pintar ngibul.. hahaha)
"Tuta ngibul itu apa?" Tanya Putri bingung dengan kosakata yang belum pernah ia dengar.
"Ngibul itu artinya bohong." Jawab Uta menerangkan singkat atas pertanyaan Putri.
"Kita gak boleh belbohong, iya kan Tuta?" Ujar Putri setelah tahu arti dari kata ngibul.
"Pinterrrrrr ... Pinter banget sih anak gemas ini. He .. he .. he." Ucap Uta menguyel- ngunyel pipi gemes Putri. Alber hanya geleng-geleng melihat mereka berdua. Pada akhirnya mereka bertiga sama-sama hanyut mengikuti alur film sampai dengan tamat.
"Seru banget sih nontonnya." Seorang wanita cantik yang tak asing menyapa mereka bertiga.
"Bundaaaa???" Teriak Putri kencang.
Bersambung ............
_____________ Z _____________
❤
ZEROIND
__ADS_1