![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Ta." Ujar seseorang, yang tak Uta sangka sama sekali.
"Boleh aku bicara sebentar?" Mohonnya lagi, masih tak melepaskan lengan Uta.
"Tapi ..." Uta bingung harus menjawab apa saat ini, terlebih lantai 2 tampak kosong. Aneh rasanya jika hanya berdua dengannya.
"5 menit aja Ta, janji. Untuk terakhir kali." Ucapnya dengan sorot mata sungguh sungguh. Melihat itu Uta akhirnya luluh, dan memilih mempersilahkan untuk sekali ini saja. Perlahan Uta melepaskan lengannya, yang memang masih digenggam sosok itu. Dengan menelan kekecewaan, orang tersebut sadar diri, dan melepaskan lengan Uta.
"Syukurlah kamu ternyata datang hari ini. Aku pikir kamu milih gak datang." Tutur orang tersebut, menatap lekat-lekat Uta yang sering kali menunduk, untuk tak bertemu pandang.
"Kak Felix mau ngomong apa?" Tanya Uta to the point. Ya, orang misterius yang menarik tangan Uta tadi adalah Felix, orang yang pernah memiliki hubungan spesial dengannya.
Felix yang tadi menaiki panggung bersama Devina masih memakai baju toga wisuda, kini ia telah melepas pakaian toga tersebut. Hanya setelan jas hitam elegan, yang membalut tubuh tinggi tetap seorang Felix Dwinson.
Andai mereka masih bersama, pasti sedari tadi Uta sudah memujinya sangat-sangat tampan. Tapi apa mau dikata, Felix kemungkinan besar telah menjadi pacar Devina, wanita yang ia idamkan. Uta akhirnya memilih diam, tak berkomentar apapun.
"Aku mau minta maaf Ta. Aku pikir sebelum ninggalin Z1, aku mesti minta maaf langsung ke kamu. Aku minta maaf sudah banyak menyakiti kamu. Aku benar-benar jahat menjadikanmu taruhan. Gak seharusnya aku menjahati kamu begitu. Maaf untuk kesalahanku yang lalu-lalu." Ucapnya dengan wajah sungguh-sungguh. Suara yang lembut namun tegas itu, mengandung keseriusan yang bisa Uta rasakan. Ya, Felix benar-benar meminta maaf atas segala perbuatannya, tulus dari hati yang paling dalam.
__ADS_1
"Semua itu sudah masa lalu Kak, gak usah diungkit lagi. Aku sudah mengiklaskannya juga." Ujar Uta juga tulus pada Felix. Ia benar-benar sudah tak mempermasalahkan yang lalu-lalu.
Mendengar itu Felix terdiam sesaat. Ia tahu dari dulu gadis di hadapannya ini memiliki hati yang baik, tapi Felix tak menyangka, Uta masih bisa memaafkannya walau tahu dijadikan bahan taruhan, oleh ia dan teman-temannya.
"Terima kasih Ta. Maaf sekali lagi." Ucap Felix dengan suara sedikit bergetar, menahan segala emosi yang berkecamuk di hatinya saat ini.
"Oh ya, selamat udah lulus Kak. Bentar lagi jadi anak kuliahan. Semoga cita-citanya tercapai." Uta yang menyadari suasana berubah agak sendu, mencoba merubah kesenduan tersebut menjadi ceria.
"Kamu juga ya, semoga kamu juga nyusul tahun depan. Apapun itu dilancarkan dan paling penting, aku berharap kamu bahagia selalu." Ucap Felix lembut dan sangat dalam. Matanya tak lepas dari mata Uta.
"Kak Felix juga, semoga bahagia kedepannya. Sekali lagi, selamat atas kelulusannya." Uta menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"Uta deluan ya Kak." Ucap Uta sembari melepas jabat tangan itu perlahan. Felix hanya mengangguk diam menatapnya. Dirasa sudah tak ada lagi yang perlu dibicarakan, Uta membalikkan badan dan mulai berjalan menjauh meninggalkan Felix.
"Ta .." Panggil Felix sekali lagi, membuat Uta terkaget kembali. Kali ini bukan karena panggilan atau sosoknya yang membuat Uta kaget.
"Ka .. Kak Felix." Tutur Uta terbata bata. Ia benar-benar terkejut, saat Felix tiba-tiba menarik tangannya dan memeluknya erat sekarang.
Bersambung .............
__ADS_1
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤
__ADS_1
ZEROIND