![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Apa kamu masih ingat, fitnah tentang kita yang menyebar di Z1 enam tahun lalu?" Ditatapnya Uta lekat-lekat. Uta yang jelas masih ingat semua itu lantas mengangguk.
"Ayleen lah dalang dari berita bohong itu." Ucap Alber menyampaikan fakta pada Uta. Mata gadis itu tampak membulat kaget.
"Ba ... bagaimana bisa Ayleen pelakunya?" Tanya Uta tak percaya.
Flashback starts
Alber POV
Enam tahun yang lalu ........
Pasca gosip yang menyebar di Z1 dari orang tak dikenal. Anak-anak menghina Uta sesuka hati mereka. Bahkan mereka tak segan menghina keluarga kami berdua. Darahku rasanya mendidih membaca beberapa komentar sadis itu.
Alih-alih meminta tolong Babam, aku memilih jalur lain. Aku langsung menelpon Alex, sahabatku di Bali untuk meminta tolong mencari pelaku penyebar berita bohong ini. Alex yang ku kenal, sangat amat menguasai dunia seperti ini. Ia bahkan berteman dengan beberapa hacker handal.
"Sepertinya agak sulit ber. Pelakunya bukan orang sembarangan. Ada kemungkinan ini orang profesional, makanya makin sulit. Gue tetep berusaha bantuin, tapi makan waktu gak sedikit." Ucap Alex di sambungan telpon.
"Thanks bro. Kasih tau gue kalo ada kabar terbaru." Jawab Alber.
Esok harinya aku hampir berkelahi dengan anak Z1 yang menghina Uta langsung di depanku. Untung Seto dan Edgar meleraiku. Tak sampai situ, hatiku terasa hancur saat Uta mengatakan ia balikan dengan Felix. Padahal aku hampir menyatakan perasaanku padanya.
Aku akhirnya mundur sesuai permintaannya. Kami tak lagi saling bertemu. Aku hanya bisa melihatnya dari jauh. Gosip itu bisa ku netralisir dengan alternatif CCTV hotel dan dashcam mobil.
Ayleen yang sadar aku menjauh dari Uta, semakin gencar mendekat padaku. Bahkan ia semakin senang saat orang salah paham pada kami. Anak-anak berpikir kami adalah pasangan kekasih. Dan Ayleen menikmati isu miring itu.
Kucoba untuk meluruskan kenyataan setiap kali ada kesempatan. Tapi selebihnya aku tak tahu. Terkadang orang tak peduli fakta sebenarnya. Mereka hanya mau percaya, apa yang mereka ingin percayai saja. Masa bodoh benar atau tidak.
Hari demi hari kulewati tanpa Uta. Hingga wisuda Z1 tiba. Aku terpana melihatnya begitu cantik memakai kebaya. Terselip sedikit sesal, andai saja hubungan kita tetap baik seperti dulu.
Aku sudah menyiapkan hatiku, kalau-kalau ia datang bersama Felix, namun ternyata hal itu tak terjadi.
__ADS_1
Jauh dari lubuk hatiku, aku ingin sekali mengajaknya berfoto bersama. Namun aku ingat janjiku untuk menjauh darinya.
Hingga Annem berinisiatif mengajak Uta dan keluarganya berfoto bersama, membuat Uta tak bisa menolak.
Jantungku berdebar kencang, saat Annem menempatkan Uta berdiri di sampingku. Rasanya telapak tangan ini tiba-tiba membeku. Aku bahkan lupa caranya bernapas untuk sesaat. Meski kami tak saling menatap, tapi debaran itu jelas terasa. Hingga Ayleen dan keluarganya datang.
Apesnya Ayleen kembali bertingkah sesuka hatinya. Ia melingkarkan tangannya menggandengku. Jujur aku benar-benar tak suka dengan tingkahnya. Namun entah mengapa, aku ingin sekali tahu reaksi Uta jika melihatnya. Apakah aku ada setitik di sudut hatinya? Namun ternyata harapan tinggal harapan. Uta tampak tak terpengaruh sedikitpun.
Ah ... Aku lupa, Felix lah bahagianya. Hanya Felix dihatinya.
Kesedihan itu berlanjut ketika aku tahu Uta dan keluarganya pindah tanpa jejak. Sahabatnya, Reta dan Edgar juga tak tahu-menahu akan kepindahan Uta. Tak ada satupun dari mereka yang bisa kuhubungi. Bahkan rumah tempat tinggal Uta sudah berganti nama pemilik. Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku mencoba mencarinya dengan koneksi yang ada. Bahkan untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku meminta bantuan dari kuasa Babam. Namun nihil. Jejak mereka tak terlacak.
Hingga akhirnya, aku yang semula berniat berkuliah di kampus yang Uta masuki, mendadak berpindah rencana. Aku melanjutkan perkuliahan di Amerika Serikat. Kehilangan Uta membuatku merasa sesak di Indonesia. Aku memilih meninggalkan negeri ini, agar tak terpuruk lebih dalam.
Hari demi hari kujalani sebagai mahasiswa. Tak ada yang spesial. Aku hanya fokus, belajar dan belajar. Hingga suatu hari aku tak sengaja bertemu salah seorang mahasiswa yang dijuluki dewa para hacker disana.
Tak butuh waktu lama, seminggu dari itu, ia memberikan setumpuk bukti yang menunjukkan pelaku terdiri dari beberapa orang. Hingga timbul satu nama yang menjadi dalang utama. Ayleen.
Ya Ayleen lah yang ternyata mengatur itu semua. Ia membayar mata-mata profesional untuk memata-matai kami. Ia juga memerintahkan untuk mengambil foto kami, agar bisa merekayasa sebuah berita miring.
Ayleen lalu membayar seorang black hacker handal dengan bayaran besar. Ayleen yang memang pernah 10 tahun menetap di Amerika, dengan mudah meminta salah seorang temannya mencari hacker bayaran yang sulit untuk dilacak.
Puncaknya, salah seorang teman Ayleen di kelas 3 IPS-3 Z1, membantunya dengan menambah bumbu berita hoax itu. Dialah yang menebarkan isu Uta memakai guna-guna dukun, bahkan menjual diri agar bisa menarik perhatianku.
Lalu dengan apiknya, Ayleen yang sebenarnya dalang di balik layar, memainkan peran soalah-olah dirinya tak tau apa-apa. Ia seolah mencuci tangan lewat orang-orang itu. Permainan cantik itu membuat banyak orang percaya, pelakunya bukan dia. Salah satunya diriku.
Bodohnya aku sampai-sampai tak menaruh curiga padanya. Aku baru tahu kebusukan wanita itu, setahun setelah menghilangnya Uta.
Flashback ends
Author POV
__ADS_1
"Aku gak nyangka Ayleen sejahat itu. Tapi kenapa? Apa alasannya dia berbuat seperti itu?" Ucap Uta yang syok mengetahui fakta ini.
"Cemburu. Dia merasa cemburu, aku dekat dengan kamu." Jawab Alber.
"Untuk apa dia cemburu? Kalian bahkan berciuman hari itu." Ucap Uta spontan. Sadar dirinya kelepasan, Uta lantas menutup mulutnya.
"Uhuk ... uhuk... " Alber yang kembali meminum kopinya, sekali lagi tersedak parah.
"Ci ... ciuman???"
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤
ZEROIND
__ADS_1