![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Uta dan Alber masih tidur berpelukan saat waktu subuh tiba. Kamar mereka sudah seperti kapal pecah. Entah apa saja yang mereka lakukan semalam. Baju berserakan di mana-mana. Hanya selimut yang tau, mereka memakai apa pagi ini.
Alarm sebuah handphone mengganggu Uta yang masih nyaman tidur, dibalut kehangatan sang suami. Sementara suaminya tetap tak bergeming sedikitpun. Sepertinya Alber masih bermimpi indah usai menerjangnya tadi malam.
Uta yang perlahan kesadarannya sudah penuh, melihat baik-baik Alber yang masih tidur memeluknya erat. Wajah mereka begitu dekat, sementara tubuh mereka menempel erat. Dengkuran Alber memenuhi telinganya. Deru nafas laki-laki itu membelai lembut wajahnya, karena jarak mereka yang terlalu dekat.
Uta membeku untuk sesaat. Ia tak dapat memungkiri, laki-laki sampingnya ini begitu tampan. Salah satu mahakarya terbaik dari Tuhan. Pesonanya masih begitu kuat meski dirinya masih terlelap tidur sekarang.
Jemari lentiknya tergerak menyentuh fitur wajah Alber. Mulai dari dahi, alis yang tebal, bulu mata, hingga jarinya stop di hidung mancung suaminya. Ia mengagumi mancungnya hidung Alber. Hidung yang beberapa kali menekan wajahnya, saat mereka sedang ****-**** malam tadi.
Uta tersenyum mengingat kejadian beberapa jam lalu. Suaminya itu benar-benar berubah 180 derajat, dari Alber yang biasanya. Laki-laki yang biasanya lembut dan berusaha menahan diri, semalam benar-benar berubah ganas dan buas. Tak ada satu inci pun dari tubuhnya yang selamat dari keganasan Alber. Uta jadi tersenyum, sepertinya benar kata Annem.
Predator. Wkwkwkwk. *Uta
Dan predator tampan itu masih bobo santuy sekarang. Waktu terus berjalan membuat Uta teringat, ia harus mandi wajib untuk melaksanakan sholat subuh. Ia mulai berusaha menggeser pelan, lengan kekar yang mengelilingi tubuhnya.
Tapi bukannya berhasil, Alber malah mempererat pelukannya. Rupanya sang predator halal telah bangun dari tidurnya.
Blush ... Pipi Uta rasanya memanas. Ia masih malu terlalu dekat dengan suaminya jika dalam kondisi sadar.
__ADS_1
"Hemh ... Morning sayang. Udah jam berapa?" Ucap Alber mencium pelipis Uta. Tangannya seolah tak puas jika tak seerat mungkin memeluk istrinya.
"Ini udah jam setengah 5. Tapi Alber, maksudnya sayang apa?" Jawab Uta malu-malu. Ia jadi salah tingkah karena terlalu intim begini.
"Panggilan kita. Aku maunya kamu panggil aku sayang mulai sekarang. Kita manggil satu sama lain dengan panggilan sayang." Jawab Alber to the point tanpa keraguan.
"What ...?" Uta refleks menoleh pada Alber dengan mata membulat kaget.
CUP
Predator handal tentu tidak akan menyia-nyiakan mangsa di depan matanya. Bibir merekah Uta menjadi santapannya pagi ini. Jadi mangsa yang kalah besar, membuat Uta pasrah tak bisa melawan.
"Bukan what, tapi oke!" Ucapnya usai puas mencium bibir mungil pink itu.
"Oke fix, kamu udah iya." Jawab Alber mengambil keputusan final.
"Ta ... tapi .."
"Husttt... Sekarang ayok kita mandi dulu sayang. Entar subuhnya habis." Ucap Alber menggendong Uta menuju kamar mandi. Dengan lengan sekekar itu, Uta dan selimutnya berhasil diangkat, dengan sekali gerakan.
"No, sayang aku mandi sendiri aja." Uta berusaha melakukan negosiasi pada si predator. Namun itu bagai meninju angin. Percuma.
__ADS_1
Pasangan halal itu masuk ke kamar mandi. Suara kamar mandi yang awalnya didominasi suara air, berganti dengan suara-suara ahh-ahh series.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.
Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.
...Novel+Cookies \= ...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
__ADS_1
❤ ZEROIND