![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
Hari Minggu ini, Alber menjemput Uta untuk kerumahnya. Syiba mengajak Uta ngumpul bersama dirumah Annem. Meski Uta mengatakan ia bisa berangkat sendiri dengan mobil Reta, tapi Alber melarangnya.
Gadis cantik itu memilih memakai setelan olahraga kekinian. Baju olahraga lengan panjang dan celana olahraga pendek selutut. Senada dengan Alber yang menjemputnya dengan tampilan santai casual.
Uta mengatakan ia ingin singgah membeli buah tangan untuk dibawa. Pilihannya jatuh pada cake dan ice cream lezat. Alber lalu menepikan si hitam di toko yang Uta mau.
Alber membiarkan Uta memilih kue yang ia suka. Gadis itu mengambil cake beberapa rasa dan 4 kotak besar ice cream home made khas toko tersebut. Namun saat dikasir, ia kalah cepat dengan Alber. Laki-laki itu terlebih dahulu membayar pesanan Uta dengan kartu saktinya.
"Alber itu kan oleh-oleh aku, kok kamu yang bayar sih?" Protes Uta pada laki-laki itu. Bukannya menjawab protes Uta, Alber malah mencium pipi chubby gadis gemas itu.
CUP .......
Blush ... Pipi Uta rasanya panas. Protesnya tadi hilang entah kemana. Pegawai toko bahkan senyum-senyum melihat mereka. Alber yang tau Uta sedang tersipu malu, lantas mengambil paper bag pesanan Uta dari meja kasir. Ia lalu menggenggam tangan Uta, berjalan meninggalkan toko.
__ADS_1
..._____________ Z _____________...
"Memang ya anak dua ini, jadian gak bilang-bilang!!!" Protes Syiba mensidang Uta dan Alber yang sedang duduk di teras taman belakang. Mereka bertiga sedang menikmati oleh-oleh yang Uta dan Alber bawa, bersama Annem dan Tibar. Sementara Babam sedang ada urusan diruang kerjanya.
"Pantasan beberapa minggu ini, Alber senyum terus. Lagi berbunga-bunga toh hati itu!!" Goda Annem pada putranya yang cintanya bersemi indah.
"Gak di rumah, gak di kantor, cowokmu itu senyum terus tau gak Ta. Udah kayak orang gila. Pikir-pikir lagi deh Ta." Kata Syiba lagi. Ia lantas sengaja mengisengi Alber dengan menyuruh Uta berpikir ulang.
"Abla!!! Jangan aneh-aneh! Susah dapetinnya ini." Ucap Alber membelai sayang pucuk kepala Uta, membuat gadis itu salah tingkah.
"Wkwkwkwkwk ... Panik, ada yang panik pemirsa...!! Wkwkwkkwk ... Sayang, kita emang yang paling sweet. Iya kan sayang." Ucapnya melihat Tibar. Syiba tartawa melihat pasangan baru di depannya saat ini. Terlebih Alber yang panik Uta berubah pikiran, adik jeniusnya itu jarang panik karena selalu menemukan jalan keluar. Tapi tampaknya Uta adalah pengecualian.
"Halah ... Paling itu cuman di depan layar aja. Aslinya gak terlalu mesra." Goda balik Alber pada Syiba dan Tibar. Uta dan Annem hanya geleng-geleng. Tom and Jerry mode on.
"Sayang, enggak kan. Kita tuh mesra selalu kan?" Jawab Syiba mengkonfirmasi hal itu pada sang suami. Tibar yang ditanya hanya menganggukkan kepala, membuat wanita cantik itu tersenyum senang. Tibar memang tak banyak bicara jika dibanding dengan Syiba. Tapi itulah yang namanya jodoh, saling melengkapi.
__ADS_1
"Denger ya brewok. Kita tuh sweet murni." Ujar Syiba pada Alber sembari memeluk lengan suami kerennya itu. Alber yang melihat ke so sweet-an itu, sengaja berakting seolah-olah ingin muntah, membuat Syiba kembali kesal.
"Tuh kan Ta, resek dia tuh. Pikir lagi deh." Adu Syiba sengaja pada Uta.
"Apa iya ya?" Ucap Uta seolah-olah terpengaruh.
"Ishhh ...!!" Ucap Alber kesal ke kakaknya.
"Wkwkwkw ..." Semua tertawa melihat Alber yang kesal.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
❤
__ADS_1
ZEROIND