Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
127. Panthera Tigris


__ADS_3

Author POV


Burung? Punya Alber? Gak bisa ditunjukin? Jangan bilang ... Oh my God ...!! *Uta


"ALBERRR...!!!!" Teriak Uta pada Alber. Mata gadis itu bahkan hampir keluar, karena melotot ke arah seseorang yang menurutnya pelaku saat ini.


"Apa?" Tanya Alber dengan polosnya pada Uta. Uta yang merasa, ini adalah perbincangan 17 tahun ke atas, menarik lengan kokoh Alber menjauh sedikit dari Putri.


"Apa sih Ta?" Tanya Alber tanpa merasa berdosa sedikit pun. Tapi meski begitu, ia tetap menurut saat Uta tarik.


"Alber, kamu tuh ngaco yah!! Ngapain sih ngomong hal-hal vulgar begitu di depan Putri. Dia kan masih anak-anak. Gak pantes dengar begituan." Omel Uta pada Alber, agar mantan teman sebangkunya itu sadar dan kembali ke jalur yang benar. Bagaimana pun ini demi menghindari kerusakan generasi muda bangsa, pikir Uta lagi.


"Yabel Tuta, Putli mau ikutan dengal." Putri yang ditinggal sendiri, merapat ke arah mereka berdua. Uta yang menyadari Putri mendekat, memberikan kode pada Alber untuk tidak bicara macam-macam di depan Putri.


"Putri tolongin Yaber. Masa Tuta omelin Yaber, gara-gara Yaber ngomongin burung. Padahal kan maksud Yaber, foto burung yang ada di laptop Yaber. Kan gak mungkin Yaber tunjukin sekarang. Yaber gak bawa laptop kesini." Adu Alber pada sepupu kecilnya. Laki-laki itu juga menjelaskan, kata 'burung' yang ia maksud bukanlah sesuatu yang Uta pikir, melainkan kumpulan foto burung eksotis, yang ia simpan di dalam laptopnya.


Mendengar penjelasan Alber, Uta yang terlanjur salah paham perkara kata 'burung', sontak menutup wajahnya. Malu. Pipi chubby gadis itu bahkan sudah merah padam. Uta yang malu, memilih pergi deluan ke spot satwa berikutnya.

__ADS_1


"Uta mau kemana hey?" Tanya Alber terkekeh, karena paham Uta sedang malu akibat salah paham.


"Yabel, nanti Putli pengen lihat foto burung di laptop Yabel." Ucap Putri, masih saja sibuk dengan topik burung.


"Iya nanti Yaber print selengkap-lengkapnya, semua satwa jenis burung. Oke?" Jawab Alber sambil terus tersenyum, menatap Uta yang sudah berjalan duluan. Ia menangkap jelas, pipi chubby merah padam Uta.


"Ehm ... Yabel oke." Ucapnya girang luar biasa.


_____________ Z _____________


"Tuta kenapa tigel so cute? Putli jadi gemas." Ucap Putri dengan mata berbinar-binar. Bocah kecil itu bahan bertepuk tangan beberapa kali, saat melihat harimau yang sedang tiduran membuka mulutnya beberapa kali.


"Putri gak takut?" Tanya Uta terheran-heran dengan Putri. Bagaimana bocah sekecil ini, tidak takut sama sekali dengan hewan buas itu. Benar-benar out of the box ini anak, pikir Uta.


"Tuta, tigel gak menakutkan. Dia bobo diam di dalam sana. So cute you know." Ucap Putri sambil tersenyum gemas, melihat ke arah harimau yang sedang dalam posisi wenak.


Ia bahkan tertawa saat ada harimau yang berbaring uring-uringan ke kiri dan kanan, sebelum akhirnya kembali ke posisi bobo cantik. Bagi Putri, hal itu benar-benar terlihat lucu dan menyenangkan.

__ADS_1


"Oh my God, Tuta aja takut you know. Gimana kalau harimau itu tiba-tiba lompat menerjang." Ucap Uta dengan ekspresi wajah sedikit ngeri, sebab membayangkan harimau itu tiba-tiba mengaum kepadanya.


"Tuta, Tuta jangan takut. Kan ada Yabel yang bisa lawan tigel. Yabel so stlong Tuta." Ucap Putri dengan begitu enteng. Lengkap dengan wajah tanpa dosa.


"Hei hei, Yaber pun lari kalau tiger lompat kesini." Jawab Alber jujur mengatakan fakta yang akan terjadi, apabila tiger cute yang putri bilang menerjang ke arahnya.


Untuk kasus kali ini Alber cukup rendah hati, dengan tidak menyombongkan otot-otot kekar fisik atletisnya. Otaknya masih waras berpikir, siapa manusia yang tak takut, jika harimau datang menerkam?


"Wkwkwkwkwk ...." Mendengar perkataan Alber, Uta dan Putri sontak tertawa ngakak. Dan tawa itu menular ke Alber. Mereka bertiga tertawa satu sama lain, di depan kandang harimau.


Bersambung ..............


_____________ Z _____________



ZEROIND

__ADS_1


__ADS_2