Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
177. Pangeran


__ADS_3

Author POV


Acara lamaran Uta dan Alber sudah selesai. Kedua pasang itu sudah sungkem ke orang tua dan saudara, untuk meminta restu langsung.


Selanjutnya keluarga besar makan bersama menikmati hidangan yang Mamah Celine masak. Sedangkan para pegawai Uta dan tetangga sekitar rumah, disiapkan makanan prasmanan yang keluarga Alber pesan.


Bahkan sebuah tenda sudah berdiri tegak diluar rumah Uta, untuk menaungi orang-orang yang datang. Uta sampai geleng-geleng, sejak kapan tenda ini disiapkan, pikirnya.


Uta dan Alber yang sudah lebih dulu selesai makan, memilih menyapa yang lainnya sebab para orang tua masih asik ngobrol.


"Onde mande uni ... Gagah bana calon suami uni. Bule uni, bule ..." [Ya ampun kak ... Tampan banget calon suami kakak. Bule kak, bule ...] Tya, mewakili satu dari sekian banyak karyawan Uta yang heboh karena Alber.


"Wkwkwkwk Tya ... Tya ..." Uta jadi tertawa mendengarnya. Mau bagaimana lagi, memang bule jarang ada di daerah ini. Lain cerita kalau sekiranya ini di Bali. Bule dari beragam negara bertaburan di sana.


"Uni awak buliah foto jo uda bule?" [Kak, saya boleh foto dengan abang bule?] Izin Tya yang lalu diangguki teman-teman yang lain, khususnya kaum hawa.


"Sabanta, uni tanyo uda bule dulu." [Sebentar, kakak tanya abang bule dulu.] Ucap Uta lalu mendatangi Alber yang sedang menyapa teman-teman Tama. Tampak Uta membisikkan sesuatu dan langsung diangguki Alber.


Semua berduyun-duyun ingin berfoto dengan Alber. Tak peduli laki-laki atau perempuan, mereka ingin berfoto dengan bule tampan. Uta terkekeh melihat hebohnya mereka.


Alber menarik tangan Uta agar ikut berfoto juga. Ia merengkuh pinggang ramping Uta, membuat semua yang melihat jadi kegirangan. Uta jadi tersipu malu di perlakukan manis oleh Alber di depan karyawannya.


Saat Uta dan Alber berjalan menuju ke dalam rumah, sebuah suara yang tak asing memanggil mereka dari teras rumah Uta.


"Tutaaa, Yaberrrr ..." Putri memanggil mereka. Tampaknya anak itu mencari-cari Tuta Yabernya sedari tadi. Ia memegang sepotong cake yang sudah digigit setengah. Uta Alber menghampiri Putri, lalu mengajaknya masuk ke dalam.


"Aduh celemotannya gak ilang. Wkwkwkw." Ucap Uta mengambil tissu, kemudian mengelap pipi celemotan Putri dari krim cake.


"Tuta, kenapa Tuta Putri cariin gak ada?" Protes Putri pada Uta. Mereka kembali duduk di karpet cantik rumah Uta.

__ADS_1


"Wkwkwkwk ... Tuta abis foto sama artis."


"Siapa Tuta?" Putri penasaran. Ia juga ingin bertemu artis jika benar ada.


"Yaber." Jawab Uta membuat Putri melihat sepupunya itu.


"Keren gak Yaber." Sengaja Alber memasang tampang sok angkuh agar bocah itu kesal.


"Isshhhh ..." Benar saja, Putri jadi kesal. Bocah itu lantas memeluk Tutanya.


"Sayang. Anak gemasnya Tuta, kok udah gede aja. Tuta kangen banget tau gak?? kenapa Putri gak kasih tau Tuta kalo mau kesini?" Dicium Uta anak gemasnya yang sudah tumbuh besar, membuat Alber tersenyum melihatnya.


"Tuta kata Yaber, ini rahasia. Surprise surprise untuk Tuta." Jawab Putri gemas. Uta melirik calon suaminya yang sudah pasti biang kerok acara dadakan ini.


"He ... he ... he ..." Alber terkekeh.


"Tuta Putri kangen banget sama Tuta. Putri sama Yaber dulu cariin Tuta, tapi Tutanya hilang." Curhat Putri mengungkapkan isi hati.


"Emh ... Tutanya ada, Tuta sudah gak hilang." Jawab Putri tak sadar dirinya teralihkan oleh Uta.


"Sudah Yaber tangkap, biar gak hilang lagi. Gimana, hebat gak Yaber?" Ucap Alber menggenggam tangan Uta.


"Yaber is the best." Putri yang senang Tutanya tak akan menghilang lagi. Ia bahkan mengacungkan 2 jempolnya memuji Alber. Tentu saja Alber jadi pede dipuji patner jahilnya itu.


Hemh mulai ... Tadi lawan sekarang kawan. *Uta


"Tuta you know what? Putri udah gak cadel lagi. Putri udah bisa ngomong 'rrrrrr' sekarang." Ucap Putri menebalkan ucapan 'r' nya.


"Iya ya, Oh my God. Tuta baru sadar. Anak gemoynya Tuta udah bisa bilang 'rrrr' sekarang. Wkwkwkwk." Uta baru ngeh, Putri sudah bisa ngomong secara jelas.

__ADS_1


"Tuta, sekarang berarti Yaber pangerannya Tuta?" Tiba-tiba anak itu berganti topik.


Blush ... Uta tersipu malu mendengar celotehan Putri.


"Hei hei, of course. Tuta udah nemu pangeran Yaber yang handsome ini you know." Ujar Alber mencium tangan yang ia genggam. Blush ... tambah merahlah pipi Uta. Ia tak bisa berkata apa-apa sekarang.


"No..!! Handsome-an pangerannya Putri." Tolak Putri dengan yakin.


"Siapa?" Tanya Uta Alber bersamaan. Mereka ingin tau pangeran siapa yang Putri maksud.


"Kemarin katanya, Putri belum nemuin pangeran? Kok bisa sekarang sudah ada?" Tanya Alber benar-benar kepo.


"Putri baru nemuin pangerannya Putri." Ucap anak itu dengan ekspresi berbunga-bunga.


"Siapa?" Ucap pasangan baru itu kembali bersamaan.


"Tapi Tuta sama Yaber harus janji dulu, gak akan bilang siapa-siapa. Ini secret you know. Janji?" Pinta Putri. Alber yang hendak protes, buru-buru dibungkam Uta lewat tatapan matanya.


"Janji." Ucap mereka pada akhirnya. Putri lalu merapat ke Tuta Yabernya, lalu memberitahu pelan siapa pangeran yang merebut hatinya.


"Whattt..???" Uta dan Alber langsung kaget, berbanding terbalik dengan Putri yang senyam-senyum.


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


NB: Author juga bakal rahasiain pangerannya Putri. Hustttt 🤫🤪


Wkwkkwwkwkwk 😁

__ADS_1


❤ ZEROIND


__ADS_2