![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Apa maksud kamu Fat? Siapa yang dijual?" Tanya beliau masih berusaha mencari tahu sejelas jelasnya, maksud dari temannya itu.
"Anakmu si Uta. Aku gak sengaja denger waktu Roy ngomong sama suamiku, dia mau ngejual Uta ke tuan tanah buat dapet uang." Ucap Fatma menjabarkan situasi yang tak sengaja ia dengar.
DEG ....
"Si Roy kalah judi, makanya mau cari tambahan modal buat masang lagi. Si tuan tanah mau ngasih duit, asalkan dituker sama anak perawan si Roy." Ucap Fatma dengan suara berat bergetar. Ia tak sampai hati mengabarkan ini pada Mamah Celine.
DEG .....
"Apa???!!! Astagfirullah, Fat dia bulan lalu bahkan sudah ngambil sertifikat rumah tanpa sepengetahuan aku Fat. Kenapa dia tega mau jual anakku. Uta kan anaknya juga Fat." Mamah Celine tak mampu menahan air mata yang jatuh mengaliri wajahnya. Hatinya teramat hancur, Roy tega berniat menjual Uta hanya untuk bisa berjudi.
"Aduh Lin, aku gak juga gak bisa bilang gimana-gimana. Kamu tau sendiri suamiku juga setengah gila sama judi. Tapi untung dia masih takut sama si Abah. Jadi kalau sudah mulai kelewatan, aku tinggal ngadu ke si Abah. Bapaknya anak-anak pasti langsung ciut." Ujar beliau pasrah karena punya situasi yang tak jauh berbeda dari Mamah Celine.
__ADS_1
"Lin, aku denger tuan tanah sudah transfer uang tebusan buat anakmu ke Roy pagi tadi. Kamu harus selamatkan anakmu Lin. Bawa dia pergi dari situ. Kalau bisa jauh dari Jakarta. Besok pagi rencananya, Roy sama beberapa orang bayarannya berangkat ke Jakarta." Ujar Fatma lagi.
DEG ....
Bener-bener jahat kamu Mas. *Mamah Celine
"Semua tau, Tuan tanah disini gak akan tinggal diam kalo sudah ada mau. Apalagi dia udah ngeluarin uang ke suamimu. Bisa-bisa anakmu yang jadi korban. Makanya Lin, selamatkan anakmu pergi. Bawa dia jauh dan jangan sampe si Roy bisa ngelacak kalian. Si Roy bakal nekat buat dapet uang judi." Ujar Fatma memperingatkan Mamah Celine dengan suara bergetar.
"I ... Iya Fat. Aku bakal bawa Uta pergi." Jawab Mamah Celine disela-sela tangisnya.
"Iya Fat ... Makasih ya Fat. Aku hutang budi sama kamu Fat." Ucap Mamah Celine teramat sedih. Ia sungguh bersyukur, Tuhan masih melindunginya lewat kebaikan hati Fatma.
"Udah, jangan pikir yang lain-lain dulu. Pikirin cara kalian pergi dan gak terlacak si Roy. Habis ini kamu ndak bisa hubungi nomor ini lagi Lin. Aku beli kartu sekali pake buat nelpon kamu, biar kartunya bisa langsung aku buang habis ini. Aku juga ngeri kalo sampe Hendra sama Roy tau, aku yang ngebocorin rencana mereka ke kamu. Aku minta tolong ke kamu Lin, jangan kasih tau mereka, kalau kamu tau rencana mereka dari aku. Janji ya Lin." Pinta Fatma pada Mamah Celine.
"Iya aku janji Fat. Kamu tenang aja. Nyawaku taruhannya. Makasih banyak ya Fat. Terima kasih kamu masih punya hati menyelamatkan anakku." Ucap Mamah Celine berikrar dengan mempertaruhkan seluruh dirinya. Air matanya sudah terburai membasahi pipi masa senjanya.
__ADS_1
"Ya udah Lin, aku harus tutup. Mas Hendra mau pulang bentar lagi. Sehat-sehat ya Lin. Semoga Gusti Allah selalu ngelindungin kalian. Aku tutup ya Lin. Assalamualaikum." Ujar Fatma menutup telpon terburu-buru. Rasa takut tergambar pada nada suaranya.
"Waalaikumsalam." Jawab Mamah Celine dengan suara lemas, baru kemudian sambungan telepon itu terputus.
Tut ... tut ... tut
Kamu jahat Mas. Kejam kamu dengan darah dagingmu sendiri. Sebenci-bencinya kamu dengan anakmu, aku masih bisa bersabar. Tapi tidak dengan yang ini ... *Mamah Celine
Bersambung .............
_____________ Z _____________
❤
ZEROIND
__ADS_1