![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"Alber semangat, jangan gugup." Ucap Uta menyemangati Alber yang menurutnya pagi ini, punya mood yang agak buruk.
Uta berpikir, mood yang buruk itu mungkin dikarenakan, Alber terlalu gugup berjumpa dengan pujaan hatinya, Ayleen. Sehingga itulah ia memberikan semangat, agar mood Alber membaik dan gugupnya berkurang.
Anehnya, Alber menatapnya dengan sorot mata sedih. Alber seolah kecewa dengan ucapannya barusan. Uta jadi merasa tak enak, karena mungkin terlalu masuk ranah privasi Alber. Ia jadi khawatir sudah melewati batas. Tapi mau gimana, kata-kata itu sudah terlanjur terucap.
"Tuta ayok ... Ayok Tuta ..." Putri yang tak sabar, langsung menarik tangan Uta, membuat Alber yang ingin mengucapkan sesuatu, menjadi tertahan. Uta keburu berlalu meninggalkannya hanya dengan Syiba di ruang makan. Alber juga memilih ke kamarnya dilantai 2, meninggalkan Syiba seorang diri di meja makan.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Z \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Author POV
Tak seperti biasanya, Alber yang selalu menggunakan mobil miliknya berjenis Lamborghini Aventador hitam, kali ini memilih meminjam salah satu mobil koleksi Babam.
Saat ini Alber akan mengemudikan salah satu penghuni garasi Babam, yaitu Rolls Royce edisi khusus Black Badge Ghost, yang berkarakter gelap karena punya sentuhan warna hitam yang intens di luar dan dalam.
Babam memang salah satu penggila otomotif. Berbagai koleksi dari penjuru negara, tak jarang berjejer rapi di garasi beliau, salah satunya mobil super mewah pabrikan asal Inggris ini.
__ADS_1
Entah apa yang membuat Alber memilih menggunakan mobil kategori super mewah tersebut. Bahkan Putri yang ikut mengantar Yabernya sampai di depan rumah, sempat bertanya apakah si hitam sakit, sehingga Alber tak memakainya. Namun Alber menjelaskan, memang lagi tak ingin memakai si hitam. Sementara Uta yang senantiasa di samping Putri, hanya diam tak berkomentar apapun.
Uta jujur sempat terpukau dengan mobil mewah tersebut. Sepertinya baru kali ini melihat mobil seperti itu. Gadis itu hanya berpikir, ini adalah usaha Alber untuk membuat Ayleen, gadis pujaannya senyaman mungkin.
Hal itu terverifikasi, saat Uta melihat senyum bahagia di wajah cantik Ayleen. Ya, Ayleen memang merasa berbunga-bunga, karena merasa Alber khusus mempersiapkan ini untuknya. Dirinya bisa berpikir seperti itu, sebab ia tak sengaja menangkap pembicaraan Putri, yang bertanya tentang si hitam pada Alber.
Namun Ayleen sedikit kecewa, saat Alber tak membukakan pintu mobil untuknya. Padahal dulu saat di Bali, Alber selalu berlaku manis pada dirinya. Laki-laki itu masuk ke dalam mobil, setelah memeluk dan mencium pipi geyal geyol Putri.
Namun Ayleen menepis rasa kecewa itu, karena percaya bahwa berjalannya waktu Alber akan kembali manis padanya. Anggap saja ini perlu sedikit penyesuaian, pikirnya menyemangati dirinya sendiri. Gadis itu kemudian masuk ke bangku depan samping Alber. Mobil perlahan berjalan meninggalkan istana mewah itu.
"Kita ke rumah kamu dulu, aku disuruh cek renovasinya sama Babam." Ucap Alber sembari memakai safety belt mobil milik Babam.
"It's oke." Jawab Alber memutar kemudi, karena akan berbelok keluar dari kompleks mewah, kediaman keluarga Farabaks menuju jalan utama.
"Kamu tiap hari macet kalo ke sekolah?" Tanya Ayleen saat mereka hanya bergerak pelan, di tengah padatnya lalu lintas.
"Kalau gak macet, bukan Jakarta." Jawab Alber datar.
"Sejak kapan kamu bawa mobil ke sekolah. Di Bali kamu gak begitu." Tanya Ayleen ingin tau. Entah mengapa Ayleen merasa Alber berbeda. Saat di Bali dulu, Alber selalu disediakan supir pribadi oleh Babam. Alber hanya menyetir mobil, dalam rangka belajar mengemudi.
__ADS_1
"Aku baru dapat SIM, belakangan ini." Jawab Alber singkat, padat dan masuk akal.
"Kamu benar, aku sampai lupa." Ayleen merasa bingung dengan dirinya, kenapa saat ini ia merasa jadi tak bisa berpikir. Sampai-sampai tak sadar, syarat SIM bisa didapatkan minimal umur 17 tahun.
"Oh ya Ber, aku mau minta maaf ya, pernah sempat gak ngebalas AppWhats kamu. Waktu itu seingat aku, aku lagi di fase-fase berat dalam hidup. Lagi banyak yang terjadi, dan ganggu pikiran aku banget. Jadi aku mutusin off dari gadget, supaya jernihin pikiran aku. Aku takut salah-salah menanggapi, apa yang orang bilang ke aku. Sorry ya Ber." Ucap Ayleen mengutarakan hal mengganggu hatinya. Ia jujur sempat gelisah ketemu dengan Alber, karena pernah tak merespon chat Alber.
Masa-masa berat, kamu lalui dengan party sama anak-anak. *Alber.
"Aku juga udah agak lupa, cuman yang aku ingat, aku kirim AppWhats ke kamu gak cuman sekali. Kamu read, tapi gak kamu balas." Jawab Alber mengikuti alur Ayleen. Ia sengaja tak membahas party Ayleen dan teman-temannya.
"Oh itu ... Aku ... Aku ..."
Bersambung .............
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Z \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
❤
ZEROIND
__ADS_1