![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Auhor POV
Uta sedang asik menonton acara Pak Lapor, variety show yang disukai sejuta umat. Bukan tanpa alasan Uta menonton begitu, mengingat dirinya tak terlalu sering menonton TV. Gadis itu lebih senang membaca novel sambil memutar musik santai.
Saat ini Uta sedang mengisi waktu sembari memantau cookiesnya matang sempurna. Seperti yang Annem sarankan sebelumnya, ia membuatkan Alber 2 jenis cookies. Palm cheese cookies dan lidah kucing cookies dengan isian selai lezat menjadi pilihannya, untuk diserahkan pada mentornya esok hari.
1 Jam berlalu, gadis itu sudah berpindah tempat sekarang. Tak lagi duduk di sofa, ia kini duduk di meja makan. Dirinya sedang konsentrasi menyusun palm cheese cookies secantik mungkin di dalam toples.
Lanjut kemudian menyusun lidah kucing cookies yang sudah ia berikan selai lezat di tengahnya. Ia susun hati-hati di toples agar tak patah. Uta menaruh 2 toples penuh ke dalam paper bag, lalu menaruhnya di dalam tote bagnya. Ia kemudian ke kamarnya untuk membersihkan diri, lalu pergi tidur.
Esok harinya, ia tiba di rumah Alber pagi seperti biasanya. Dirinya sudah sangat rindu dengan bocah kecil imut kesayangannya. Perkara tak masuk hari Sabtu kemarin, membuatnya jadi rindu berkali-kali lipat, dengan anak gemas itu.
Aneh, padahal cuma 1 hari libur, udah beda banget rasanya. Uta seperti biasa, menyapa ramah sesama pegawai yang bekerja disana. Ia masuk kedalam dan langsung bertemu wanita super ramah nan baik hati.
"Uta udah makan belum? Ayok sarapan dulu." Ucap beliau menata piring-piring cantik, berisi aneka lauk pauk lezat.
"Assalamuaalaikum Annem, Babam. Uta udah makan sebelum berangkat An. Terima kasih, tapi Uta masih kenyang. Putri mana An?" Ucap Uta sopan sembari mencium tangan Annem dan Babam, yang juga duduk di kursi makan.
"Sama pacarnya." Ucap Annem, sembari mengambilkan Babam lauk pauk.
"Pacar? Siapa An?" Tanya Uta bingung. Mana mungkin anak kecil punya pacar, pikirnya.
"Si Lele. Maklum ada yang cemburu Ta." Pertanyaan yang diajukan untuk Annem, malah dijawab oleh Babam. Mendengar nama Lele, Uta langsung paham. Gadis itu langsung tersenyum dalam hati.
"He .. he .. he .. Wah bisa-bisa, nasibnya si Lele di jual online ini mah." Ucap Uta, membayangkan kemungkinan nasib si Lele.
__ADS_1
Uta pamit pada Babam dan Annem untuk ke taman balakang. Ia juga tak ingin menganggu sejoli romantis yang tak lagi muda itu. Sebelum mendatangi keberadaan Putri, terlebih dahulu Uta menyimpan tasnya di dalam loker belakang. Setelah mengunci loker tersebut, barulah ia menuju taman belakang.
Dari jauh Uta melihat Putri, sedang membelai sayang si Lele yang lagi makan. Tak jauh dari tempat putri berada, ada bi Darmi yang berdiri menemaninya bermain dengan si Lele. Uta berpikir, untung saja ia tak pernah datang terlambat, sehingga tak mengganggu pekerjaan bi Darmi kelamaan.
"Tutaaaaa." Teriak Putri girang karena Uta datang. Bocah gemas itu berlari ke arah Uta yang berdiri di pintu rumah halaman belakang.
"Sayannnggggg." Jawab Uta sama antusiasnya. Ia berjongkok kemudian dipeluknya erat bocah gemas itu.
"Tuta come here." Ujar Putri menarik tangan Uta, bermaksud mengajak Uta ikut memantau si Lele makan.
"Tuta takut, si Lele di luar kandang. Takut Tuta." Ucap Uta jujur kalau dirinya takut.
"Tuta wait ..." Ucapnya lucu, kemudian berlari ke arah si Lele, meninggalkan Uta tetap di depan pintu.
Tak lupa makanan dan minuman Lele, ia masukkan ke dalam kandang. Setelah itu barulah Uta berani mendekat. Mereka berdua tertawa bersama melihat tingkah si Lele.
Jam 10 pagi Uta baru selesai mengeringkan rambut Putri, lalu menguncirnya rapih di kamar bocah itu sendiri. Untungnya bocah imut itu sudah terlebih dulu sarapan. Jadi tak mandi dengan kondisi perut kosong.
Tak bisa dipungkiri, semenjak ada Lele, jadwal kegiatan Putri menjadi kacau. Tapi disisi lain, semenjak ada Lele, Putri menjadi jauh lebih anteng. Fokusnya tersita pada Lele. Membuat Uta tinggal menemaninya saja.
Setelah bocah kecil ini wangi dan cantik, Uta dan Putri turun ke bawah. Sedari tadi ia sudah request ingin menonton kartun disney, yang ia lupa apa judulnya. Ia hanya ingat ciri cirinya saja. Uta mengiyakan, asalkan nanti Putri yang mencari DVD film itu sendiri, sehingga Uta tinggal menyetelkan saja, sebab ia tak terlalu tau perkara princess princess-an.
Saat mendekat ke ruang keluarga, samar-samar dari ruang tamu, terdengar suara Annem dan Syiba sedang bicara dengan seseorang.
"Makin cantik kamu Ay. Wah .. wah .. pasti banyak yang naksir kalo gini. Jangan-jangan udah ada yang punya lagi." Terdengar suara Syiba antusias bicara dengan wanita yang dipanggil Ay.
__ADS_1
"Ah Abla bisa aja deh. Abla sama Aunty juga semakin cantik. Tapi Abla, Ayleen masih jomblo, alias belum ada yang punya." Ucap seorang wanita bersuara lembut, yang Uta belum pernah dengar sebelumnya. Ayleen, sang pemilik suara indah tersebut. Ayleen. Wanita idaman Alber.
Bersambung .............
..._____________ Z _____________...
Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cookies nyata, lezat premium yang bisa kalian dapatkan di market place oren atau hijau.
Ikuti ceritanya dan nikmati cookiesnya.
...Novel + Cookies \=...
...Karena Setiap Cookies Punya Cerita...
❤
ZEROIND
__ADS_1