![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Alber POV
Sabtu saat jam baru menunjukkan 6.30, Putri yang sudah bangun pagi-pagi buta, berbaring di sofa ruang keluarga. Bocah kecil itu masih dengan piyama finding Nemonya, belumlah lagi mandi. Ia menikmati film kartun pagi, yang sengaja disetel Halanya dengan menggoyang-goyangkan kaki, saat posisi berbaring.
Alber yang jatuh tertidur setelah sholat subuh, keluar dari kamar dan mendekat ke arah Putri. Dirinya bahkan ikut berbaring sambil memeluk erat perut Putri, dan lanjut tidur disana. Putri yang merasa kakinya tak terhalang untuk tetap bergoyang goyang kecil, tetap anteng menikmati kartunnya. Ia membiarkan Yaber kesayangannya itu tidur memeluk perutnya. Yang penting kakinya jangan diboikot bergoyang, maka aman dunia.
Babam, Annem dan Syiba yang melihat tingkah mereka berdua, hanya geleng geleng kepala. Ikatan cinta dan benci memang sulit di prediksi, jaya jaya jaya. Annem mengambilkan sarapan untuk suami tercinta, baru kemudian mengambil makanan untuk beliau sendiri.
Syiba yang jadi obat nyamuk, di antara pasangan yang tak lagi muda itu, hanya bisa menikmati sereal coklat yang menggenang di susu putih dalam bowlnya. Syiba memilih sarapan simpel pagi ini, sebab ia akan lanjut tidur dulu hingga jam sembilan pagi.
Gara-gara semalam mode begadang mengerjakan tugas, efek menjadi mahasiswa. Dirinya baru akan menghantam sarapan berat, sekitar jam sepuluh, disusul bersiap-siap dan pergi ke kampus agak siangan.
"Putri.." Panggil Alber, mengetes kesadaran Putri ON atau tidak.
"Yabel.." Reaksi Putri mendengar namanya dipanggil, yaitu dengan memanggil balik si pemanggil.
"Kok Tuta belum nyampe nyampe yah?" Tanya Alber yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 7.35 pagi. Ia sedikit was-was, jikalau ada apa-apa di jalan. Terlebih mengingat Uta tidak pernah terlambat sebelum-sebelumnya.
"Yabel don't know?" [Yaber gak tau?] Tanya Putri dengan nada sedikit mengejek Alber yang terdengar tidak tahu.
"About?" [Tentang?] Tanya Alber lempeng sekaligus menegaskan, memang ia tidak tahu kabar terbaru.
__ADS_1
"Tuta hali ini gak datang jagain Putli." Ucap Putri menjawab segala keresahan Alber.
"WHAT?? Kenapa Tuta gak kesini?" Alber yang kaget, sontak langsung bangkit dari posisi tidur antengnya. Mata yang tadi sengaja dia pejamkan, otomatis terbuka selebar-lebarnya.
"Annem yang liburkan buat minggu ini." Ucap Annem tiba-tiba datang dari arah ruang makan, dan membawa buah buahan untuk Putri. Nampaknya Annem sudah selesai sarapan pagi bersama Babam.
"Kok Annem gak kasih tau Alber sih An?" Protes Alber yang sudah di posisi duduk sempurna.
"Putri duduk dulu makan buahnya, baru habis itu sarapan." Ucap beliau ke Putri dan malah tak mengiraukan pertanyaan Alber. Putri yang melihat buah kesukaannya, perlahan duduk disamping Alber. Annem kemudian meletakkan mangkok kecil berisi buah, lengkap dengan garpu mini diatas paha bocah itu, agar mudah saat ia menyantapnya.
"Annem jawab pertanyaan Alber." Protes Alber merasa pertanyaannya dicuekin, bak angin lalu oleh ibunya.
"Annem ...!! Mestinya Annem kasi tau Alber dari awal." Ucap Alber, mempertanyakan Annem yang baru bilang sekarang, bahwa beliau meliburkan Uta.
"Kenapa Annem mesti laporan ke kamu segala. Suka suka Annem dong, iya kan Putri sayang?" Jawab Annem telak tak bisa dibantah. Beliau memang queen di rumah ini, yang sudah pasti berkuasa. Wewenang beliau bahkan kadang-kadang, melampaui Babam dalan beberapa hal. Queen is always queen.
"Ehm ... Benal Hala benal." Ucap Putri mendukung ucapan Halanya barusan.
"Putri gak marah Hala liburin Tuta? Emangnya Putri gak kangen Tuta? Tuta gak datang kesini loh." Alber mencoba mencari dukungan terakhir yang bisa ia harapkan, pada bocah kecil yang sibuk mengunyah buah.
"Putli halus suppolt Tutanya Putli." Jawabnya seratus persen mendukung. Mendukung Uta lebih tepatnya. Wajah Alber berubah masam saat mendengar jawaban Putri.
__ADS_1
"Bilang aja, kamu kali yang kangen Uta. Pakai cari-cari alibi, nyeret-nyeret bocil segala." Ucap Annem, menggoda Alber yang tampak frustasi.
"Arrgghhh!!!" Teriaknya agak tertahan, karena tak ingin mengagetkan Ibunya. Ia kemudian bangkit dari duduknya, lalu melangkah pergi meninggalkan Annem dan Putri di sana. Hal tersebut ia lakukan sebagai upaya menyembunyikan sorot muka frustasi, dari Annem yang memiliki insting setajam silet.
"Hey mau kemana?" Tanya Annem pada putranya yang berjalan menjauh dari mereka berdua.
"Kolam renang. PUSING!!" Jawab Alber tetap melangkah berjalan, menuju tempat dimana kolam renang berada.
"Dari dulu tiap pusing berenang ... Tiap pusing berenang. Mestinya tuh istighfar, nyebut .. nyebut!!" Jawab beliau sambil bercanda menahan tawa, melihat putranya yang biasanya santai mendadak frustasi masih pagi.
"Yabel sepelti anak kecil ya Hala." Ucap Putri dengan kondisi mulut celemotan buah naga kemana mana. Anak kecil mengatai anak kecil.
"Iya, soalnya pawangnya gak datang. He .. he .. he .." Ucap Annem terkikik geli. Sepertinya ada hal menarik yang ia temukan pagi ini.
Bersambung ............
_____________ Z _____________
❤
ZEROIND
__ADS_1