![Uta & Alber [END]](https://asset.asean.biz.id/uta---alber--end-.webp)
Author POV
"He .. he .. he .. Itu sih kalau setiap hari Kak. Kalau cuman sejam dua jam sih, kayaknya masih indah deh." Ucap Uta cengengesan. Memberikan sedikit pembelaan tentang argumennya, walau tahu perkataan Kak Syiba tadi seratus persen benar.
"Nah kalau itu sih bisa jadi. Kamu bawa payung gak? Kalau gak bawa, pergi minta payung ke Bi Darmi Ta." Ucap Syiba memberikan solusi pada Uta, agar bisa menjalankan kehaluannya di tengah kondisi hujan begini.
"Iya ini baru mau tanya ke bi Darmi Kak." Ucap Uta mengiyakan perkataan Syiba. Dia memang rencana mau meminjam payung dari rumah ini untuk bisa pulang, dan akan mengembalikan nya besok saat pergi ke sini.
Derrrttt ... Derrrttt ... Derrrttt ... Derrrttt ...
"Duh Kak Syiba masuk dulu ya, mau angkat telepon." Syiba menunjukkan handphone yang memang terdapat panggilan masuk di layar ke Uta. Uta memahami dan langsung mengangguk, pertanda mempersilahkan Syiba selesaikan urusannya. Syiba kemudian masuk ke dalam kamar Putri. Sementara Uta bergegas ke arah dapur untuk menghampiri Bi Darmi.
Sekembalinya dari dapur, Uta sudah membawa sebuah payung di tangannya. Tak lupa tadi ia berpamitan kepada Bi Darmi sekaligus menitipkan pesan pamit untuk Annem dan Alber. Disebabkan dirinya tak bisa pamit secara langsung. Uta kemudian berjalan ke arah pintu keluar istana megah tersebut.
"Ehem ... Mau ke mana?" Ucap Alber dari bibir tangga. Teman sebangku Uta itu bersandar pada pegangan tangga, sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Tak seperti tadi yang memakai setelan jas formal, kali ini Alber memakai pakaian casual, celana jeans plus kaos polos putih. Yang anehnya, mau pakai setelan formal maupun casual seperti ini, Alber tetap terlihat tampan.
"Alber? Sejak kapan kamu sudah di situ? Oh iya aku mau sekalian pamit pulang dulu Ber." Tanya Uta, yang bener-bener terkejut Alber sudah ada di ujung tangga. Padahal sedari tadi dirinya tidak terlihat sama sekali.
"Ya udah yuk." Ucap Alber yang tadi bersandar di pegangan tangga, langsung berjalan mendahului Uta ke arah pintu untuk keluar rumah.
"Yuk ke mana?" Makin bingung lah Uta apa maksud Alber tadi.
"Pulang." Jawab Alber enteng.
__ADS_1
"Maksudnya?" Mendengar jawaban Alber barusan, Uta mulai merasakan hawa hawa tak enak.
"Aku antar kamu pulang, hujannya deras banget Ta." Dan jeng jeng, benar saja tebakan Uta. Ada hal aneh yang tersirat dari jawaban Alber.
"Gak usah Ber!! Lagian aku udah pinjem payung sama Bi Darmi." Uta menolak tawaran Alber. Bahkan dirinya sengaja memamerkan payung hasil pinjaman ke Bi Darmi yang ada di tangannya. Uta percaya kalau sudah begini, pasti Alber akan mengerti penolakannya.
"Good. Di mobil kebetulan gak ada payung, yuk." Tapi ternyata justru malah sebaliknya. Alber malah meraih payung tersebut, membuat Uta mau tak mau akhirnya mengikuti Alber.
"Eh .. eh .. Alber aku pulang sendiri aja Ber." Uta protes sambil mengikuti langkah Alber. Sementara yang diikuti sudah membuka payung, untuk bisa menghalau hujan.
"Iya kamu pulang sendiri Ta. Kan aku balik lagi ke rumah ini, habis nganter kamu pulang. Kecuali aku nginep di rumah kamu, baru namanya pulang berdua." Kilah Alber benar benar pintar memainkan kata, membuat lawan bicaranya terbengong bengong.
"ALBEEEERRRRRRR!!!" Alber hanya terkekeh mendengar nada protes Uta saat menyebut namanya. Pada akhirnya, Uta masuk ke si hitam yang berjalan melaju mengantar dirinya ke home sweet home. Lagi lagi Uta masuk dunia tipu tipu Alber.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Z \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
"Assalamualaikum." Salam Uta memasuki rumah megah Alber. Berapa staf rumah menjawab salamnya dan mempersilakan Uta masuk ke dalam. Langkah Uta masuk ke dalam rumah melewati beberapa ruangan, sambil mencari keberadaan bocah kecilnya, hingga sampailah ia di ruang makan istana megah itu.
"Assalamualaikum." Uta kembali mengucapkan salam saat melihat sosok Annem sedang duduk di meja makan. Tak lupa Uta mencium tangan Ibunda Alber itu, sebagai tanda hormat kepada orang tua. Namun ada satu sosok yang duduk tepat di samping Annem membuat Uta sedikit gugup karena Ini pertama kali Uta melihatnya.
"Waalaikumsalam. Ta kenalan dulu sama Babam nya Alber. Babam baru pulang dari luar negeri, malam tadi nyampe." Ucap Annem mengarahkan Uta untuk berkenalan dengan Ayahanda dari Alber.
"Assalamualaikum Om. Perkenalkan nama saya Uta, teman sekelasnya Alber, sekaligus penjaganya Putri Om." Mengetahui beliau adalah Ayahanda dari Alber, Uta kemudian langsung juga mencium tangan pria paruh baya tersebut.
__ADS_1
Dirinya lalu memperkenalkan diri perlahan. Jujur ia merasa sedikit gugup berhadapan dengan Babam. Bukan tanpa alasan, Uta merasakan kegugupan seperti itu. Ayahanda dari Alber bukan saja berperawakan tampan dan atletis seperti anaknya, melainkan juga memiliki wibawa dan kharisma yang luar biasa. Sekarang Uta mengerti, wajah tampan seorang Alber serta fisik yang atletis dominan turun dari sang Ayah. Alber seolah replika Babam saat usia muda.
"Kok panggil Om sayang? Panggil Babam saja, sama seperti Alber sama Syiba." Protes Annem mendengar Uta memanggil suaminya dengan sebutan Om.
"Iya, Uta anggap aja seperti keluarga sendiri. Babam sudah sering dengar cerita tentang Uta dari Annem." Ucap Babam menambahi perkataan Annem barusan. Untuk pertama kalinya Uta mendengar suara penuh wibawa dari Babam. Kalau begini tak heran seorang Annem yang begitu cantik takluk untuk diperistri.
"I ... Iya Babam." Jawab Uta yang tersendat sendat karena gugup. Annem senyam senyum melihat kegugupan Uta bicara dengan suaminya.
"Ta, bocah kesayangan mu lagi ngambek tuh. Coba deh kamu lihat, anaknya ada di ruang nonton." Ucap Annem menginformasikan keadaan pagi ini.
"Uta ke Putri dulu ya Annem, Babam." Pamit Uta sebelum meninggalkan ruang makan, menuju ruang nonton keluarga.
Dirinya lalu berjalan meninggalkan meja makan menuju ruang nonton, untuk menemui bocah kecilnya. Sayup-sayup terdengar suara Alber sedang membujuk Putri, untuk berhenti ngambek pada dirinya. Rupanya Tom and Jerry kembali kepada mode tengkar, pikir Uta.
"Alhamdulillah Tuta udah datang." Ujar Syiba sumringah melihat kedatangan Uta. Ekspresi lega terlihat jelas di wajah cantiknya.
"Tuta. Tuta Ciba kasih tau ya, ada yang lagi berantem loh, tau gak Tuta." Ujar Syiba terkesan seolah mengadu, saat melihat Uta memasuki ruang nonton keluarga. Sengaja suara ia keraskan, agar Tom and Jerry yang sedang berseteru mendengar pengaduannya.
Bersambung ............
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ Z \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
__ADS_1
❤
ZEROIND