Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
191. MERDEKA!!


__ADS_3

Author POV


"Sayang bangun." Ucap Uta yang sudah terlebih dahulu bangun dari tidur pulasnya.


Ia dan Alber menyempatkan untuk tidur siang. Tidak, lebih tepatnya Alber masuk kealam mimpi karena menemani Uta yang ingin tidur siang. Kini predator itu terpantau masih tidur sembari memeluk erat pinggang Uta. Membuat Uta kembali terkunci, lagi dan lagi. Selalu saja begitu. Membuat pipi gadis chubby itu memerah selalu. Meski mereka sudah hampir 6 bulan menjadi pasangan halal, Alber seperti tak pernah bosan memeluk Uta, seolah tak ingin ada jarak dengan istrinya.


"Wahai mister Farabaks yang paling handsome, ayo bangun ..." Ucap Uta pelan sembari tangan mulusnya membelai lembut brewok tipis sang predator. Brewok seksi kesukaannya, membuatnya kerap kali berdebar-debar karena kelewat hot.


Tak ada pergerakan dari manusia tampan itu, membuat Uta mulai terpancing jahil. Tangan yang tadi hanya mengelus-elus rahang tegas Alber, kini mulai menggelitiki lembut area brewok seksi itu tumbuh subur. Sambil menahan senyum, jemari lentiknya menggelitiki wajah tampan di depannya agar bangun dari alam mimpi. Dan benar saja, tampak Alber mulai terusik.


"Emmhh ..." Protes Alber dengan mata masih tertutup rapat, membuat Uta jadi tertawa melihatnya.


"Wkwkwkw ..." Dirinya makin semangat mengerjai suaminya.


"Sayang aku masih ngantuk. 10 Menit lagi please ..." Rengek Alber pada sang istri chubby-nya. Lengan kekar itu makin erat mengunci pergerakan Uta agar tak turun dari tempat tidur.


"Sayang bener ya?!! 10 Menit lagi bangun loh. Kita kan mau pasang bendera sore-sore. Merdeka sayang, MERDEKA." Teriak Uta dengan semangat 45. Alber sampai tersentak dibuatnya.


..._____________ Z _____________...


"Pengibaran Sang Merah Putih oleh mister Alber Syargan Farabaks." Ucap Uta dengan nada bak sedang di istana negara. Dirinya juga memberikan bendera pada Alber, dengan gaya seorang pengibar bendera, membuat Alber otomatis tersenyum.


"Sayang, mana ada yang begitu!!" Goda Alber karena tak tahan melihat gemasnya tingkah istrinya saat ini.


"Improfisasi you know. Biar dapat hawa-hawa apel benderanya." Ucap Uta membela diri. Dirinya tetap tak gentar ber-cosplay sebagai seorang Paskibraka.


"He ... he ... he ..." Alber tertawa geli dibuatnya. Diambilnya bendera merah putih yang masih rapi terlipat, dari kedua tangan Uta.

__ADS_1


"Tapi sayang, ini benderanya gak kegedean?" Tanya Alber yang cukup kaget setelah bendera tersebut ia tembangkan. Dengan santainya Uta menggeleng.


"Ya enggak dong. Ini udah pas sayang. Entar dia bakal berkibar-kibar ketiup angin sepoi-sepoi. Bagus deh pokoknya." Ujar Uta yakin dengan hipotesisnya.


"Oke kalau gitu." Ucap Alber mengangguk setuju. Mereka berdua lantas mengeksekusi bendara tersebut.


"Iket yang kencang sayang." Ujar Alber setelah mencuri sebuah ciuman di pipi chubby Uta yang kelewat fokus pada tali bendera.


Pasangan sejoli itu bahu membahu mengikat tali bendera, pada pengait tiang bendera dihalaman rumah mereka. Sebuah rumah megah luar biasa, kado pernikahan pemberian Babam dan Annem untuk Uta dan Alber tempati setelah menikah.


Rumah 3 tingkat ini memiliki fasilitas mewah yang sangat lengkap. Tak tanggung-tanggung, hunian ini memiliki 8 kamar tidur dan 10 kamar khusus untuk ART ini, sengaja dibuat besar untuk tempat berkumpulnya keluarga besar Uta dan Alber. Rumah dengan halaman super luas ini, dilengkapi dengan kolam renang, sebuah lapangan multifungsi yang bisa dipakai untuk bermain tenis, bulutangkis, basket, futsal dan lain-lain.


Belum lagi area halaman yang cukup luas yang dipergunakan untuk menanam berbagai sayuran dan buah-buahan. Untuk yang satu ini memang request dari Uta langsung. Tentu saja Alber langsung mengabulkan permintaan istri cantiknya itu.


Alber juga tak sungkan membantu Uta bercocok tanam di mini kebun rumah mereka. Tomat, cabe, wortel, sawi, brokoli, kol, paprika dan bawang-bawangan menjadi pilihan Uta untuk kategori sayur-sayuran.


Tak lupa Uta menanam beberapa bunga untuk diarea taman depan. Bunga mawar merah dipilih Uta untuk mengisi area kosong di teras depan. Selain karena bunganya yang cantik, wangi bunga tersebut membuat Uta jatuh cinta. Rumahnya akan wangi tanpa bantuan parfum, saat mawar merah yang merekah disapa angin. Jadilah terdapat dua manfaat dalam satu kali tanam.


Satu lagi kelebihan rumah ini. Jarak rumah ini dengan kediaman Annem dan Babam tak sampai 5 menit jika ditempuh dengan mobil. Dan 10 menit jika ingin pergi kerumah Syiba dan Tibar. Dan paling penting, jarak rumah ini ke kantor mereka masing-masing hanya sekitar 30 menit. Benar-benar definisi tak hanya mewah, tapi juga strategis.


Meskipun awalnya Annem berat melepas Uta dan Alber untuk pindah rumah, tapi Annem memilih untuk bersikap bijak untuk melepas mereka membangun rumah tangganya secara mandiri, terpisah dengan orang tua. Annem berpikir berkali-kali dan berusaha menempatkan dirinya sebagai menantu. Sebaik apapun hubungan mertua dan menantu, tetap lebih baik untuk tak saling mencampuri privasi rumah tangga masing-masing. Hingga akhirnya ini adalah keputusan yang terbaik.


"Nah keren kan? Benderanya kibar-kibar. Susah nih ngeraihnya. Penuh tumpah darah para pahlawan." Ucap Uta bangga, melihat bendera merah putih yang baru saja mereka pasang berkibar dengan gagahnya. Alber merengkuh pinggang Uta dan mencium kening Uta, pertanda setuju dan sependapat.


"Step satu, done. Sekarang lanjut step 2." Ucap Uta dengan mata berapi-api.


"Step 2?" Alber bertanya bingung.

__ADS_1


"Ya, kita harus bikin tumpeng buat disajikan besok. Ayo sayang, lets go!" Ucap Uta menepuk dada bidang Alber, sebelum melepaskan diri dari rengkuhan sang predator.


"What? Tumpeng? Yang ribet itu?" Alber mencoba memastikan ingatannya akan tumpeng yang ada di pikirannya.


"Binggo. Ayok cepat kita kedapur. Tunjukkan kamu BBB, alias bukan bule biasa. MERDEKA!!" Ucap Uta dengan gestur tangan mengepal diangkat keatas, seperti seorang pahlawan yang siap bertempur. Berbanding terbalik dengan Alber yang langsung lemas. Energinya hilang saat membayangkan memasak tumpeng dengan lauk-pauk yang super riweh itu. Terlebih Uta sudah bilang, ia tidak ingin dibantu oleh Mbak di rumah. Ia ingin hanya Alber yang jadi asistennya memasak hari ini.


"Heaahhhhhh ... Me ... Merdeka!!" Ucap Alber lemas. Ditariknya nafas panjang, lalu melangkah menyusul istri cantiknya.


Bersambung .............


..._____________ Z _____________...


Hai teman-teman, terima kasih sudah membaca novel ini. Sekarang Uta dan Alber, bukan hanya tersedia dalam bentuk cerita novel, tetapi Uta dan Alber tersedia dalam bentuk Signature Cookies. Cheese Palm Cookies yang memang ada dalam novel ini, sekarang bisa teman-teman nikmati secara real.






Zero Cookies, Cookies premium yang lahir dari sebuah novel. Kini tersedia di market place Oranye dan Hijau. Check "zeroind store" sekarang dan dapatkan cookiesnya. Untuk lebih mudah, scan barcode diatas.


Novel+Cookies \= Experience Yang Luar Biasa


❤ ZEROIND

__ADS_1


__ADS_2