Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
124. Saat Itu Tiba


__ADS_3

Author POV


Dipintu belakang rumah, Alber diam-diam melihat ke arah taman belakang rumah. Memantau dua gadis kesayangannya, sedang bicara dari hati ke hati. Meski tak mendengar pembicaraan mereka, tapi Alber masih mampu menangkap segala kegalauan yang Putri dan Uta rasakan. Tidak, lebih tepatnya dirinya juga salah satu orang yang galau, dengan perubahan keadaan yang tiba-tiba ini.


Flashback Starts


"Apa maksud Annem? Tante sama Putri mau pindah?" Tanya Alber pada Ibundanya, yang sedang duduk di taman belakang. Menikmati indahnya langit malam, yang ditaburi bintang-bintang.


Alber yang baru saja, menyetor laporan proyek Farabaks Group pada Babam, kaget mendengar info dari Babam, bahwa Putri dan Tantenya akan pindah ke Surabaya besok lusa.


Ia ingin meminta konfirmasi pada Ayahnya itu, hanya saja Babam keburu menerima sebuah telepon penting. Akhirnya Alber memutar otak untuk turun mencari Annem, guna meminta penjelasan.


"Putri sama Bundanya, rencana mau pindah ke Surabaya besok lusa." Jawab Annem dengan tenang. Pandangannya tak teralih dari langit penuh bintang.


"Tapi kenapa An? Kenapa mesti pindah?" Ucap Alber dengan suara berat.

__ADS_1


"Kerjaan Bunda Putri ke depannya akan lebih sering di Surabaya. Masalahnya Ber, gak mungkin Bunda Putri terus-terusan bolak-balik Surabaya-Jakarta. Bagaimanapun, Bunda Putri juga pasti pengen, menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan Putri. Makanya pindah ke Surabaya, menjadi keputusan akhir beliau." Jelas Annem menatap lekat putra satu-satunya itu. Beliau mengerti, kedekatan putranya dengan Putri tentu membuat Alber merasa galau berat sekarang.


"Tapi kenapa mesti pindah segala An? Bisa aja kan Annem sama Babam ngirim orang kepercayaan, untuk ngurus perusahaan di Surabaya." Ucap Alber, berusaha memberikan perspektif lain kepada Ibunya, supaya kedua orang yang ia sayang, tak usah pindah jauh darinya.


"Annem sama Babam juga sempat berpikiran begitu." Jawab Annem jujur, bahwa pemikiran Alber sempat terlintas di awal-awal, oleh dirinya dan suami tercinta.


"Lalu kenapa Annem Babam gak jadi ngejalanin opsi itu?" Tanya Alber yang tak habis pikir, kenapa batal menjalankan opsi itu, kalau memang sudah terlintas dalam benak Annem Babam?


"Annem sama Babam berpikir ulang. Kami berdua sepakat, untuk menghargai keputusan yang Bunda Putri buat." Jawab Annem, berusaha menjelaskan pelan-pelan pada anaknya, yang masih belum menerima keadaan ini.


"Bunda Putri bertanggung jawab atas keluarga kecilnya. Meski Annem Babam juga keluarganya, dan kami jauh lebih tua dari beliau, tapi kami gak berhak mengintervensi terlalu jauh." Jawab Annem sebijak mungkin. Permasalahan ini memang terlihat mudah, meski kenyataannya tidak semudah itu. Jadi wajar Alber belum bisa menerima sepenuhnya.


"Kita harus tahu batasan dan harus bisa menghargai keputusan Bunda Putri. Tujuan beliau juga mulia, Bunda Putri pengen berjuang dan membiayai kehidupan anaknya, sampai nanti Putri dewasa." Ujar beliau kemudian.


"Beliau gak ingin, karena keluarganya kaya dan orang berada, lantas hidup dengan berpangku tangan. Bunda Putri sudah memilih untuk bekerja keras, menjalani hidup dari hasil jerih payah keringatnya sendiri. Dan Annem Babam tentu menghargai itu." Jelas beliau lagi.

__ADS_1


"Annem." Alber masih tampak tak terima. Selain ia belum siap untuk berjauhan dengan sepupu kecil kesayangannya, ia juga tak rela, jika dirinya tak bertemu Uta setiap weekend.


"Mungkin sekarang, kamu belum bisa memahami pilihan kami. Nanti Ber. Nanti kalau kamu sudah punya keluarga kecilmu sendiri, Annem yakin kamu akan paham ketika saat itu tiba." Ucap Annem menatap dalam-dalam mata Alber.


Gimana saat itu mau tiba? Udah Alber sama Uta, kemarin gak lagi sekelas. Sekarang, gak bisa ketemu dia pas weekend. Yang ada, Uta semakin jauh untuk di dekati. Aaarrggggghh ... Pusing!!! *Alber


Mendengar penuturan Annem, membuat Alber hanya bisa menarik nafas panjang. Pasrah. Hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.


Flashback ends


Bersambung ............


_____________ Z _____________


__ADS_1


ZEROIND


__ADS_2