Uta & Alber [END]

Uta & Alber [END]
118. Mading Z1


__ADS_3

Author POV


Liburan semester pun berlalu. Kini Uta dan Alber memasuki tahun ajaran baru. AppWhats grup kelas, ribut bertabur chat dari anak-anak. Rata-rata chat mereka menyatakan libur terlalu pendek, sampai tidak terasa sudah di penghujung. Intinya, semua kompak menyatakan ketidak inginan libur berakhir.


Alber yang juga memantau chat kelas itu, justru merasa sebaliknya. Dirinya justru merasa, libur ini terlalu lama. Waktu serasa berjalan lebih lambat dari yang semestinya. Hal itu bisa terjadi disebabkan, selama libur ia tak dapat bertemu dengan gadis dasinya.


Terlebih Ayleen hampir setiap hari datang ke rumah, lalu bersikap seolah-olah mereka masih dekat seperti dulu. Dulu, dulu dan dulu, yang selalu dia katakan. Membuat Alber lama-lama gerah, dengan ucapan basi itu. Ia berusaha meredam rasa kesalnya, karena masih sangat menghargai orang tua Ayleen, sahabat baik dari Babam.


Besok, cepatlah datang. *Alber


_____________ Z _____________


Author POV


Keesokan harinya, Alber bangun dengan penuh semangat. Selesai sarapan, ia pun langsung bergegas menuju Z1 dengan menunggangi si hitam andalannya. Ia tiba di parkiran Z1, 10 menit lebih lama dari biasanya, sebab jalanan luar biasa macet, mengingat ini hari masuk sekolah serentak.


Sesaat ia keluar dari si hitam, tercium aroma Z1 yang ia rindukan. Dengan langkah ringan Alber berjalan menuju kelas. Saat dirinya menapaki koridor panjang Z1, nampak siswa-siswi pada berkerumun di mading utama Z1.


Perlahan tapi pasti, Alber menerobos kerumunan di depan mading, hingga akhirnya ia berada di barisan paling depan. Dibacanya pengumuman mading, yang begitu menyita perhatian anak-anak Z1.


Rupanya pengumuman yang di pajang, menginfokan pembagian kelas di tahun ajaran baru ini. Tertera nama Alber di posisi paling atas, sebagai ranking pertama, sekaligus juara umum Z1 yang baru. Disusul kemudian oleh Reta Natadipura, juara umum Z1 tahun lalu di urutan kedua. Ia dan Reta mengisi kuota 3-IPA1 yang merupakan kelas unggulan Z1.

__ADS_1


Namun Alber tak berhenti sampai di situ. Matanya terus saja mencari-cari sesuatu, yang ingin segera ia temukan dalam pengumuman itu. Sampai dengan ....


DEG ...


Tak ada nama gadis dasi, dalam daftar siswa yang mengisi kelas 3-IPA1. Nama Uta Arabella Lavanya malah tertera di kelas 3-IPA2. Informasi yang memberikan kesimpulan bahwa, mereka tak lagi sekelas.


Mengetahui hal tersebut, Alber benar-benar terdiam. Blank. Sorak-sorai ucapan selamat dari beberapa siswa yang ada di sekitarnya pun, tak lagi ia dengar. Pikirannya masih belum menerima, ia dan Uta sekarang tak sekelas.


Z1 memang SMA yang sangat ketat perkara prestasi. Sudah bukan hal yang tabu, akan terjadi perangkingan di setiap tahun ajaran baru. Hal ini dilakukan untuk menentukan, siswa mana yang berhak mengisi kuota kelas unggulan. Sehingga perolingan teman sekelas, akan terjadi setiap tahun, menyesuaikan ranking yang didapat.


Hal itu juga sebagai strategi guru-guru Z1, untuk menentukan speed dalam menyampaikan pelajaran, berdasarkan kecepatan siswa dalam menyerap materi. Untuk siswa kelas non unggulan, guru-guru Z1 akan lebih bersabar, dalam menyampaikan materi yang berat atau rumit. Sementara siswa kelas unggulan, guru-guru akan tetap tancap gas, serumit apapun materi pelajarannya. Sebab kecepatan penyerapan pelajaran mereka, sudah teruji.


Ia masuk ke dalam kelas 3-IPA2, kelas yang sudah setengahnya terisi. Kedua matanya secepat kilat mendeteksi keberadaan gadis dasi di dalam kelas tersebut. Namun nihil. Uta tak berada di dalam sana.


"Ber, ngapain kesini bro? Kelas lo di seberang. Kangen gue ya?" Tegur manusia super pede, Seto. Ya, Seto si manusia pede, tahun ini kembali sekelas dengan Uta.


Alber yang mendengar ucapan Seto, bukannya menjawab, ia malah pergi meninggalkan kelas. Di otak jeniusnya saat ini, menjawab pertanyaan Seto tidak sama sekali masuk list utama. Satu-satunya yang ia pikirkan adalah, ia harus bertemu gadis dasi secepatnya.


Langkahnya dengan cepat berjalan, menyusuri koridor-koridor area kelas 3. Kedua mata tajamnya, benar-benar ia tugaskan untuk melacak keberadaan gadis dasi. Pencarian itu tak kunjung berbuah manis, hingga akhirnya ia tak sengaja melewati area belakang Z1, tempat di mana basecamp Uta, Reta dan Edgar senantiasa berkumpul.


Uta yang ditinggal Reta ke toilet, memilih berjalan meninggalkan basecamp, hendak menuju kelasnya. Ia pun juga kaget bertemu dengan Alber, yang berjalan dengan yakin ke arahnya.

__ADS_1


"Alber." Ucap Uta melihat mantan teman sebangkunya mendekat.


"Ta, apa kamu sudah lihat pengumuman di mading?" Tanya Alber dengan ekspresi benar-benar serius.


"Ya, aku sudah lihat tadi. Selamat ya, kamu juara umum tahun ini. Selamat juga, kamu sekarang siswa kelas unggulan Z1." Ucap Uta memberikan selamat untuk Alber. Tak lupa Uta memberikan senyum secerah mungkin, pada lawan bicaranya itu.


Sebenarnya, aku sedih kehilangan teman sebangku, yang asik kayak kamu. Tapi, aku ikut senang dan bahagia banget, kamu berprestasi. Selamat Alber. *Uta


"Kamu gak sedih sama sekali?" Tanya Alber, dengan raut wajah sedih. Ia merasa tertohok, Uta tampak biasa saja dengan perpisahan kelas mereka. Uta yang menangkap perubahan mimik wajah itu, merasa Alber sudah salah paham, dengan keceriaannya pagi ini.


Buru-buru ia ingin menjelaskan, bermaksud meluruskan kesalah pahaman yang terlanjur Alber tangkap. Namun hal itu belum sempat terlaksana, seseorang keburu menghampiri mereka.


"Kalian berdua disini ternyata." Ucap Ayleen yang berjalan menghampiri Uta dan Alber.


Bersambung .............


_____________ Z _____________



ZEROIND

__ADS_1


__ADS_2